Cuaca Panas Ekstrem di Berau, Ini Penjelasan BMKG yang Mengejutkan
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 12
- print Cetak

Cuaca Panas Ekstrem di Berau, Ini Penjelasan BMKG yang Mengejutkan
BERAU — Cuaca panas yang terjadi di Kabupaten Berau dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan masyarakat. Suhu udara dilaporkan mencapai lebih dari 35 hingga 37 derajat Celsius, dengan kondisi minim hujan di sejumlah wilayah.
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, mengatakan kondisi tersebut belum menandakan masuknya musim kemarau panjang di Berau. Ia menyebut awal musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juni dasarian kedua hingga Agustus dasarian pertama, atau lebih awal dari kondisi normal.
Menurut Ade, suhu panas yang dirasakan saat ini bersifat sementara dan belum dapat dikategorikan sebagai kemarau berkepanjangan. Ia juga menjelaskan bahwa awal musim kemarau di Berau tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah.
Wilayah pesisir seperti Kecamatan Tabalar, Talisayan, Batu Putih, dan Biduk-biduk diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian kedua Juni. Sementara itu, wilayah Gunung Tabur, Sambaliung, Pulau Derawan, Teluk Bayur, dan Tanjung Redeb diprediksi mengalami kemarau pada dasarian kedua Juli.
Sebagian wilayah Pulau Derawan, Sambaliung, dan Maratua disebut akan mengalami awal kemarau lebih cepat, yakni sekitar dasarian ketiga Juni. Adapun sebagian Kecamatan Kelay diperkirakan baru memasuki musim kemarau pada dasarian pertama Agustus.
Ade menambahkan, tidak semua wilayah di Berau memiliki pola musim yang sama. Kecamatan Segah dan sebagian besar wilayah Kelay cenderung mengalami satu musim, yakni musim hujan sepanjang tahun.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menganggap cuaca panas saat ini sebagai tanda kemarau panjang, melainkan tetap memantau informasi resmi terkait perkembangan cuaca.
Sebagai catatan, istilah dasarian merupakan pembagian waktu dalam satu bulan menjadi tiga periode masing-masing 10 hari, yakni tanggal 1–10, 11–20, dan 21 hingga akhir bulan. Pembagian ini digunakan untuk menggambarkan waktu awal musim secara lebih spesifik. (tnr)
- Penulis: admin
