Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Berau Mantapkan Transisi Ekonomi Hijau Menuju Masa Depan Pasca-Tambang

Berau Mantapkan Transisi Ekonomi Hijau Menuju Masa Depan Pasca-Tambang

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 490
  • print Cetak

TANJUNG REDEB — Pagi di UPT Balai Benih Padi dan Hortikultura Kampung Sei Bebanir Bangun bergerak pelan, namun penuh makna. Bukan sekadar seremonial penyerahan alat pertanian, tetapi sinyal perubahan arah ekonomi Kabupaten Berau. Di tengah dominasi pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung daerah, pemerintah mulai menyiapkan tahap berikutnya — menanam ekonomi baru, bukan hanya menggali yang lama.

Wakil Bupati Gamalis berdiri di hadapan para petani Brigade Pangan dengan pesan yang tidak menggema lewat pengeras suara, tetapi terasa dalam di nadi pembangunan: pertambangan tidak selamanya akan menopang Berau. Ada masa pakai, ada titik habis, dan sebelum tiba waktunya, roda ekonomi harus sudah mencari poros baru.

“Beberapa tahun ke depan, pertambangan akan tergantikan karena habis masanya,” tegasnya.

37 Alat, 400 Kg Benih, dan Satu Tujuan: Pertanian Bangkit Kembali

Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diserahkan hari itu tidak kecil jumlahnya — 37 unit, mulai dari:

🔹 10 traktor roda crawler
🔹 17 traktor roda dua
🔹 10 rice transplanter
🔹 400 kg benih padi untuk Kampung Tumbit Dayak & Tabalar Muara

Bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut bukan hanya angka, tetapi modal perubahan. Teknologi menggantikan cangkul, kecepatan menggantikan keterbatasan tenaga. Lahan yang dulu memakan waktu berhari-hari untuk dibajak, kini bisa selesai hanya dalam hitungan jam.

Harapannya jelas: sawah tidak hanya hijau, tapi produktif.

Berau Pernah Jadi Lumbung — dan Bisa Kembali Lagi

Gamalis mengingatkan bahwa Berau pernah menjadi pusat pertanian kuat di Kaltim. Jagung tumbuh luas, panen melimpah, dan petani menjadi pondasi pangan daerah. Namun, perlahan sektor ini meredup — kalah oleh tren komoditas dan kenyamanan sesaat.

Kini pemerintah memilih menekan pedal gas kembali. Tahun demi tahun, peningkatan SDM pertanian dilakukan agar generasi baru tidak sekadar memanen, tapi mengelola dengan strategi.

“Kita harus fokus. Jangan ikut tren sesaat. Padi adalah komoditas unggulan yang harus dijaga,” katanya.

Dari Batu Bara ke Bulir Padi

Perubahan ekonomi bukan hanya soal mengganti sektor, tapi mengubah cara pandang masyarakat. Pertanian kini bukan identik dengan kerja berat, tapi dengan efisiensi, inovasi, dan peluang pasar yang luas. Jika pertambangan adalah fase, maka pertanian berpotensi menjadi warisan panjang — yang bisa diwariskan jauh lebih lama dibanding sumber daya yang digali dari tanah.

Alsintan yang dibagikan hari itu adalah simbol peralihan:
dari galian ke tanaman,
dari batu bara ke lumbung pangan,
dari ekstraksi alam ke produksi yang tumbuh kembali.

Berau sedang bergerak, dan pergerakan itu dimulai dari sawah yang kembali hidup.

(akm/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuota Tak Berkurang, Disdik Berau Perketat Seleksi Beasiswa SD di Tengah Efisiensi

    Kuota Tak Berkurang, Disdik Berau Perketat Seleksi Beasiswa SD di Tengah Efisiensi

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    BERAU — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau memastikan penyaluran beasiswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) tetap berjalan meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah. Tidak ada pengurangan kuota beasiswa pada tahun ini, namun proses seleksi diperketat agar tepat sasaran. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau, tanpa mengurangi […]

  • Dedy Okto Dorong Pengembangan Wisata Kampung: Kolaborasi Jadi Kunci Penggerak Ekonomi Lokal

    Dedy Okto Dorong Pengembangan Wisata Kampung: Kolaborasi Jadi Kunci Penggerak Ekonomi Lokal

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk terus mendorong dan mengembangkan potensi wisata yang dimiliki kampung–kampung di Kabupaten Berau. Menurutnya, sektor pariwisata kampung memiliki nilai ekonomi dan daya tarik budaya yang sangat besar bagi daerah. Dedy menekankan bahwa Berau tidak hanya memiliki wisata alam unggulan yang […]

  • ‎Pencarian KM Mina Maritim 148 Dihentikan, Tiga Korban Ditemukan, Tiga Masih Hilang

    ‎Pencarian KM Mina Maritim 148 Dihentikan, Tiga Korban Ditemukan, Tiga Masih Hilang

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 2.674
    • 0Komentar

    TALISAYAN – Setelah sepekan melakukan pencarian terhadap enam awak kapal KM Mina Maritim 148 yang dilaporkan tenggelam di perairan Talisayan pada Minggu, 26 Oktober lalu, tim gabungan akhirnya menghentikan operasi pencarian. Keputusan itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat. ‎ ‎”Operasi pencarian akan titutup pada pukul 15.00 Wita atau jam […]

  • SDN 001 Pulau Derawan Terancam Tutup, Ahli Waris Desak Pembebasan Lahan

    SDN 001 Pulau Derawan Terancam Tutup, Ahli Waris Desak Pembebasan Lahan

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    PULAU DERAWAN- Pemerintah Kampung Derawan kini tengah mengupayakan legalitas atas lahan yang digunakan untuk mendirikan bangunan SDN 001 Pulau Derawan. Pasalnya, hingga kini lahan seluas 60×50 meter persegi itu masih menjadi hak kepemilikan atas nama salah seorang warga setempat. “Selama ini hanya pinjam pakai,” ungkap Kepala Kampung Derawan, Indra Mahardika, saat dijumpai pada Minggu (7/7/2024). […]

  • Bayi Laki-laki Dibuang di Depan Praktik Bidan

    Bayi Malang Dibuang di Depan Praktik Bidan, Siapa Pelakunya?

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 960
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Selor – Sesosok bayi laki-laki ditemukan dalam kondisi mengagetkan di teras rumah praktik bidan Yulianita, Jalan Kemayoran, Tanjung Selor Hilir, pada Selasa malam (30/7). Bayi malang tersebut terbungkus kantong kresek hitam, masih dengan tali pusat yang menempel dan berlumuran darah segar. Peristiwa ini sontak menggemparkan warga sekitar dan viral di media sosial. Diperkirakan, […]

  • Asap Kebakaran Lahan Mengancam Kualitas Udara di Kota Berau

    Asap Kebakaran Lahan Mengancam Kualitas Udara di Kota Berau

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Beberapa hari terakhir, cuaca panas yang melanda Kabupaten Berau memicu terjadinya kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sistem informasi Sipongi yang dikembangkan oleh Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadi acuan utama dalam pemantauan titik api di Indonesia. Sipongi berfungsi […]

expand_less