Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Rupanya Ini Alasan Tuyul Tak Bisa Bobol Brankas Bank

Rupanya Ini Alasan Tuyul Tak Bisa Bobol Brankas Bank

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 28 Jul 2024
  • visibility 830
  • print Cetak

Beraunews.id — Tuyul adalah salah satu makhluk supranatural yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Mereka dipercaya bisa mencuri uang dan harta benda lainnya dari rumah ke rumah untuk tuan yang memeliharanya. Namun kenapa ‘peliharaan’ yang satu ini tidak mencuri di bank?

Ada yang berpendapat sosok tuyul tidak senang dengan benda-benda yang terbuat dari logam, yang membuat si botak mistis ini menghindari untuk mencuri uang dari brankas bank. Ada juga yang mengatakan setiap bank memiliki ‘penjaga’ tak kasat mata yang lebih kuat dari para tuyul.

Namun itu merupakan kepercayaan yang belum tentu bisa dipastikan kebenarannya. Sehingga untuk mengetahui alasan pasti mengapa tuyul tidak bisa mencuri di bank, kita perlu melihat asal-usul makhluk yang selalu diidentikkan dengan tubuh kecil ini dan berkepala botak ini.

Dilansir dari detikcom, keberadaan tuyul pertama kali dihubungkan dengan dinamika ekonomi pada zaman penjajahan Belanda. Tepatnya, kala itu berhubungan dengan masa liberalisasi ekonomi yang dilakukan Belanda di tahun 1870-an.

Liberalisasi ekonomi merupakan kebijakan pengganti tanam paksa yang dinilai mampu menyejahterakan masyarakat, meski sayangnya tidak semua bisa merasakan manfaat aturan ini. Sebab pada akhirnya hanya segelintir orang yang diuntungkan dengan aturan tersebut.

Dalam buku ‘Ekonomi Indonesia 1800-2010’ (2012) yang ditulis oleh Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks, menjelaskan aturan liberalisasi ekonomi melahirkan rezim kolonial yang baru. Salah satunya adalah pengambilalihan perkebunan rakyat untuk diubah menjadi perkebunan yang lebih besar serta pabrik gula.

Kondisi ini membuat kaum pedagang, baik dari kalangan pribumi atau Tionghoa, bisa menjadi orang kaya baru dalam sekejap. Sedangkan kehidupan kaum petani tetap hidup pas-pasan dari hasil pertanian dan tidak bisa berkembang.

Padahal sejak Belanda menetapkan aturan liberalisasi ekonomi, petani mempunyai pandangan jika proses menjadi kaya harus melewati proses dan usaha yang jelas serata bisa dilihat oleh mata. Namun hal ini tidak ditemukan dari para saudagar yang mendadak kaya tersebut.

Dalam hal ini, George Quinn dalam buku ‘An Excursion to Java’s Get Rich Quck Tree (2009)’ menjelaskan kondisi ini membuat para petani mempertanyakan asal muasal kekayaan mereka. Ketika pedagang tidak bisa menjawab, para petani kemudian menuduh uang itu adalah hasil pencurian.

Hal ini ditambah dengan kepercayaan akan hal-hal mistis yang masih sangat kental kala itu. Akhirnya, para petani memandang pencurian itu dibantu oleh makhluk tak kasat mata seperti tuyul.

Mereka menuduh pedagang menggunakan cara haram dengan tuyul untuk memperoleh kekayaan. Akibatnya, para pedagang dan pengusaha sukses sempat dipandang miring oleh masyarakat dan dianggap hina, walaupun semua ini sebenarnya terjadi karena perubahan kebijakan kolonial Belanda.

Sedangkan dalam buku berjudul ‘Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa’ yang ditulis oleh Clifford Geertz berpendapat tuyul merupakan salah satu sosok dalam kepercayaan masyarakat Jawa yang keberadaannya tidak bisa dibuktikan.

Sebelum menulis bukunya, Geertz sempat melakukan penelitian di sebuah kota kecil di wilayah Jawa Timur yang disamarkan menjadi ‘Mojokuto’. Dalam penelitian tersebut ia menemukan sosok tuyul banyak digambarkan masyarakat sebagai makhluk halus seperti anak-anak, tidak mengganggu, tidak menakuti orang, atau membuat sakit tapi banyak disenangi manusia karena bisa membuat mereka kaya.

Ada berbagai proses agar tuyul mau ‘bekerja’ dengan manusia, salah satunya sosok tuan tersebut harus berpuasa serta bersemedi. Selanjutnya orang itu perlu membuat semacam perjanjian dengan setan. Mereka bisa melihat tuyul dan mempekerjakan untuk kepentingan sendiri. Sayangnya, Geertz menjelaskan tidak ada ajaran yang tertulis untuk membuktikan hal ini melainkan hanya pendapat dari mulut ke mulut.

“Kalau orang mau kaya, ia bisa menyuruh mereka mencuri uang. Mereka bisa menghilang dan bepergian jauh hanya dalam sekejap mata hingga tidak akan mengalami kesulitan dalam mencari uang untuk tuannya,” tulisnya.

Berdasarkan pandangan-pandangan ini, pada akhirnya tuyul tidak mencuri uang di bank bukan karena alasan-alasan mistis seperti takut logam atau kalah dengan sosok ‘penjaga’. Namun karena tuyul sendiri muncul karena adanya kecemburuan sosial ekonomi di masa lampau alias keberadaan makhluk itu masih dipertanyakan hingga saat ini.

Dan perlu diingat sekali lagi ya, hal ini bisa jadi mitos karena belum bisa dibuktikan kebenarannya. (TYL)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mudik Lebaran Membludak, Tiket Pesawat dari Berau Sold Out Sejak Awal Maret

    Mudik Lebaran Membludak, Tiket Pesawat dari Berau Sold Out Sejak Awal Maret

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Tiket pesawat dari Berau dilaporkan telah habis menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Lonjakan permintaan terjadi sejak awal Maret dan membuat kursi penerbangan pada sejumlah tanggal favorit tidak lagi tersedia. Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan tiket untuk periode 13 hingga 20 Maret 2026 telah terjual habis bahkan sebelum masa puncak dimulai. […]

  • ‎Disabilitas Berau Tunjukkan Ketangguhan di Festival Olahraga 2025

    ‎Disabilitas Berau Tunjukkan Ketangguhan di Festival Olahraga 2025

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.118
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB — Suara sorak penonton menggema di Gedung Olahraga (GOR) Tanjung Redeb, Senin pagi, saat puluhan atlet disabilitas menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam Festival Olahraga Disabilitas (FOD) Kabupaten Berau 2025. ‎Festival yang digelar Pemerintah Kabupaten Berau itu menjadi panggung bagi para penyandang disabilitas untuk menyalurkan semangat dan sportivitas tanpa batas. ‎Wakil Bupati Berau, Gamalis, […]

  • Pulau Maratua Kembali Jadi Panggung Jazz Internasional pada 2026

    Pulau Maratua Kembali Jadi Panggung Jazz Internasional pada 2026

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Pulau Maratua, salah satu destinasi wisata unggulan Kalimantan Timur, kembali bersiap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Maratua Jazz 2026. Festival yang akan digelar pada Juni 2026 tersebut dirancang tidak hanya sebagai pertunjukan musik, tetapi juga sebagai sarana promosi pariwisata berbasis konservasi dan budaya lokal. Dikenal sebagai salah satu destinasi bahari unggulan Indonesia, Pulau Maratua […]

  • Diskominfo Kaltim Tegaskan: Tak Ada Tagihan dalam Program Internet Desa Gratis

    Diskominfo Kaltim Tegaskan: Tak Ada Tagihan dalam Program Internet Desa Gratis

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 820
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mengimbau para kepala desa agar tidak menanggapi tagihan bulanan yang mengatasnamakan penyedia layanan internet desa gratis. Imbauan itu disampaikan menyusul laporan sejumlah kepala desa yang mengaku menerima tagihan dari oknum yang mengatasnamakan provider program internet desa gratis milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. “Dari […]

  • Judi Online: Dampak Buruk bagi ASN dan Masyarakat, Diskominfo Berau Tingkatkan Pengawasan Digital

    Judi Online: Dampak Buruk bagi ASN dan Masyarakat, Diskominfo Berau Tingkatkan Pengawasan Digital

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 646
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau turut mengambil peran penting dalam upaya pemberantasan judi online di Bumi Batiwakkal. Dikatakan Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, judi online memiliki dampak yang sangat merusak, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi tatanan sosial masyarakat secara keseluruhan. Dampak buruk dari praktik perjudian daring ini semakin terasa, […]

  • Kondisi Kelistrikan Berau Meningkat, PLN Diminta Sesuaikan dengan Pertumbuhan Investasi

    Kondisi Kelistrikan Berau Meningkat, PLN Diminta Sesuaikan dengan Pertumbuhan Investasi

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.219
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Kisruh perihal pelayanan PLN UP3 Berau yang tidak maksimal, terus mendapat tanggapan dari berbagai pihak, tak terkecuali Agus Wahyudi, mantan Penjabat Sekda Berau. Sebagai pelanggan PLN, ia mengatakan perusahaan yang bernaung di bawah BUMN tersebut mestinya melakukan komunikasi tatap muka bersama dengan sejumlah pihak-pihak terkait termasuk masyarakat sebagai pelanggan yang mengandalkan jasa […]

expand_less