Hari Jadi Berau Diwarnai 18 Tuntutan Warga, Aksi Massa Beralih ke Ruang Dialog
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

BERAU — Rencana aksi Aliansi Masyarakat Berau di tengah momentum Hari Jadi Kabupaten Berau berubah menjadi forum dialog dengan Pemerintah Kabupaten Berau, Selasa, 15 September 2026.
Aliansi sebelumnya berencana turun menyampaikan 18 tuntutan kepada pemerintah daerah. Namun aksi tersebut batal setelah Bupati Berau Sri Juniarsih mengirimkan surat resmi dan mengajak massa menyampaikan aspirasi secara langsung melalui dialog.
Pertemuan kemudian digelar di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Berau.
Permintaan dialog tersebut disampaikan karena rencana aksi bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau. Aliansi menerima tawaran itu, tetapi tetap membawa seluruh tuntutan yang sebelumnya disiapkan untuk aksi.
Dengan demikian, perubahan bentuk penyampaian aspirasi tidak mengurangi materi yang dibawa kelompok tersebut.
Salah satu persoalan yang disorot adalah tarif Perumda Air Minum atau PDAM. Aliansi menolak kenaikan tarif yang dinilai dapat menambah beban masyarakat dan meminta pemerintah membuka dasar serta pertimbangan kebijakan tersebut.
Aliansi juga meminta kejelasan penyelesaian hukum terkait dugaan penggunaan atau pemalsuan tanda tangan Bupati Berau.
Persoalan bahan bakar minyak turut masuk dalam daftar tuntutan. Mereka meminta keterbukaan data kuota BBM untuk Kabupaten Berau serta pengawasan distribusi agar pasokan dapat diterima masyarakat secara adil dan tepat sasaran.
Di sektor pariwisata, aliansi menyoroti masih terbatasnya infrastruktur dasar di sejumlah wilayah, antara lain jaringan komunikasi, air bersih, serta penanganan abrasi pantai.
Pemerintah juga diminta mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan, termasuk yang menghubungkan wilayah terpencil.
Untuk sektor kesehatan, Aliansi Masyarakat Berau meminta peningkatan mutu layanan, pemerataan tenaga medis, ketersediaan obat, serta perbaikan fasilitas kesehatan.
Tuntutan lainnya menyangkut pemerataan listrik dan energi, perlindungan tenaga kerja, konflik agraria, kejelasan status lahan, serta perlindungan hak masyarakat atas tanah dan sumber daya alam.
Aliansi juga menuntut transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD.
Mereka meminta informasi mengenai APBD, pengelolaan perusahaan daerah, kuota BBM, hingga sejumlah kebijakan strategis pemerintah daerah dapat dibuka kepada publik.
Di bidang hukum, mereka meminta perlindungan dan kepastian hukum dapat dirasakan seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
Pengelolaan sumber daya alam menjadi persoalan lain yang disorot. Aliansi meminta kekayaan alam Berau memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
Kelompok tersebut juga meminta pemerintah memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.
Pemerataan jaringan komunikasi, akses air bersih, penanganan abrasi, hingga peningkatan infrastruktur kawasan wisata disebut sebagai kebutuhan yang masih harus diselesaikan.
Pengembangan pariwisata, menurut aliansi, juga harus dibarengi pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha lokal agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada peningkatan jumlah kunjungan.
Momentum Hari Jadi Kabupaten Berau turut menjadi bagian dari tuntutan.
Aliansi meminta peringatan hari jadi tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi dijadikan momentum mengevaluasi pembangunan dan kondisi kesejahteraan masyarakat.
Tuntutan terakhir mengarah pada pembangunan yang mereka harapkan dapat menciptakan kemaslahatan rakyat secara adil, merata, dan berkelanjutan.
Dengan perubahan agenda itu, 18 tuntutan yang sebelumnya akan disampaikan melalui aksi massa akhirnya dibahas langsung dalam forum antara Aliansi Masyarakat Berau dan Pemkab Berau.
Dialog tersebut menjadi ruang bagi pemerintah mendengar secara langsung persoalan yang dibawa masyarakat sekaligus memberikan respons terhadap tuntutan yang diajukan.
“Kita bukan hanya penonton, kita adalah perubahan,” menjadi salah satu seruan yang sebelumnya disiapkan Aliansi Masyarakat Berau dalam aksi tersebut. (AFN)
- Penulis: admin
