Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » daerah. Padi Gogo Jadi Komoditas Strategis Berau, Optimalisasi Lahan Perkebunan Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kampung

daerah. Padi Gogo Jadi Komoditas Strategis Berau, Optimalisasi Lahan Perkebunan Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kampung

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 415
  • print Cetak

BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau resmi mengangkat padi gogo sebagai komoditas strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi kampung-kampung yang berada di kawasan perkebunan. Melalui Dinas Perkebunan (Disbun), pemkab menyiapkan pemanfaatan 300 hektare lahan pada area kelapa sawit dan kakao untuk ditanami padi gogo sebagai sistem tumpangsari.

Langkah ini selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang mendorong peningkatan produksi pangan berbasis lahan non-irigasi, terutama di wilayah pedalaman yang memiliki potensi lahan luas dan kelompok tani aktif.

Kepala Disbun Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa padi gogo dipilih karena kemampuannya beradaptasi di lahan perkebunan tanpa perlu mengubah struktur lahan secara signifikan.

“Padi gogo memiliki karakter yang memungkinkan tumbuh di sela tanaman perkebunan. Ini menjadi peluang bagi petani untuk menambah hasil panen dari lahan yang sama,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan padi gogo, pemerintah mempersiapkan bantuan budidaya mulai dari benih unggul, pupuk bersubsidi, pendampingan teknis, hingga sarana lapangan. Pemerintah pusat juga menyalurkan dukungan berupa benih tambahan, herbisida, dan pestisida yang langsung didistribusikan ke kelompok tani.

Dengan ketersediaan sarana produksi yang lengkap, petani diharapkan bisa fokus pada proses budidaya sambil meningkatkan kapasitas melalui pendampingan lapangan.

Program ini diarahkan pada empat kecamatan yang dinilai paling siap, yakni Gunung Tabur, Tabalar, Teluk Bayur, dan Kelay—wilayah yang memiliki kombinasi lahan produktif, kelompok tani aktif, dan kedekatan dengan pusat kegiatan perekonomian kampung.

“Kami memilih wilayah yang lahannya produktif dan kelompok taninya telah terbiasa mengelola komoditas perkebunan,” kata Lita.

Ia menegaskan bahwa padi gogo berpotensi menjadi tulang punggung ketahanan pangan di daerah tanpa jaringan irigasi teknis. Selain itu, pola tumpangsari dengan perkebunan membuka peluang pendapatan tambahan, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani, hingga mendorong berkembangnya UMKM berbasis hasil tani di kampung.

“Ketika petani bisa memperoleh hasil lebih banyak dari lahan yang sama, manfaat ekonominya langsung dirasakan. Itu yang ingin kita dorong,” tegasnya.

Dengan strategi ini, Berau berharap padi gogo tidak hanya menjadi komoditas pangan alternatif, tetapi juga pendorong investasi hijau, penguatan ekonomi kampung, serta bagian dari transformasi sektor perkebunan menuju sistem yang lebih produktif dan berkelanjutan.

(Adv/Akm)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daya Beli Masyarakat Mulai Menurun Seiring Kenaikan Harga Bahan Pokok

    Daya Beli Masyarakat Mulai Menurun Seiring Kenaikan Harga Bahan Pokok

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 109
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Induk Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah bawang merah yang kini dijual hingga Rp65 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut mulai dirasakan masyarakat saat berbelanja kebutuhan sehari-hari. Salah seorang warga, Ria, mengaku terkejut […]

  • ‎Bukan Sekadar Produksi Dinas Perikanan Membantu, Agar Pelaku Usaha Tak Lagi Gagal Jual Hasil

    ‎Bukan Sekadar Produksi Dinas Perikanan Membantu, Agar Pelaku Usaha Tak Lagi Gagal Jual Hasil

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.822
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB — Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Berau, Maulidiyah mengatakan banyak pelaku usaha Perikanan telah mampu menghasilkan produk berkualitas, namun pemasarannya masih menjadi kendala. ‎Ia juga menjelaskan bahwa tidak sedikit pelaku usaha yang mengalami kesulitan menjual hasil budidaya maupun olahannya, meski produksi telah berjalan baik. ‎“Tantangan terbesar adalah memasarkan. karena pasar ikan air […]

  • Pemkab Berau Siapkan Penertiban PSAD, Portal Parkir hingga Pasar Subuh Jadi Sorotan

    Pemkab Berau Siapkan Penertiban PSAD, Portal Parkir hingga Pasar Subuh Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau berencana menata ulang Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) setelah perayaan Idulfitri 2026. Penataan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi pasar agar lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan pasar tersebut perlu dikelola kembali secara optimal, mengingat sebelumnya pernah meraih predikat pasar tradisional […]

  • Berawal dari Percakapan Tak Senonoh, Sopir Taksi Online Nekat Lakukan Pencabulan

    Berawal dari Percakapan Tak Senonoh, Sopir Taksi Online Nekat Lakukan Pencabulan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 296
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kepolisian mengungkap kasus pencabulan yang dilakukan seorang sopir taksi online berinisial Wendy Arif Harjanto (39) terhadap penumpangnya di kawasan Jakarta Pusat. Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui positif mengonsumsi narkotika jenis sabu sejak November 2025. Direktur Reserse Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (ResPPA) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rita Wulandari Wibowo, mengatakan penggunaan narkoba […]

  • DPRD Berau Soroti SiLPA Rp 893 Miliar, Tuding Lemahnya Perencanaan dan Serapan Anggaran

    DPRD Berau Soroti SiLPA Rp 893 Miliar, Tuding Lemahnya Perencanaan dan Serapan Anggaran

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Komisi II DPRD Kabupaten Berau menyoroti membengkaknya angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Berau Tahun Anggaran 2024 yang mencapai Rp 893 miliar. Angka ini dinilai terlalu besar dan mencerminkan lemahnya koordinasi, perencanaan, serta rendahnya serapan anggaran oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Ketua Komisi II DPRD […]

  • Jejak Perang Dunia II di Berau: Bom Peninggalan Jepang Kembali Ditemukan

    Jejak Perang Dunia II di Berau: Bom Peninggalan Jepang Kembali Ditemukan

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.294
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb– Tim Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim berhasil melaksanakan peledakan terhadap satu unit bom peninggalan Jepang yang ditemukan oleh warga di Jalan Sungai Buntu, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau. Komandan Kompi 3 Batalyon C, Hendro, mengungkapkan bahwa bom yang ditemukan tersebut diduga merupakan sisa dari Perang Dunia II. Penemuan bom tersebut bermula […]

expand_less