Berau Deflasi Secara Bulanan, Inflasi Tahunan Justru Naik 2,88 Persen
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 21
- print Cetak

BERAU – Badan Pusat Statistik Kabupaten Berau mencatat inflasi tahunan sebesar 2,88 persen pada Juli 2026. Kenaikan harga terutama dipengaruhi kelompok makanan, transportasi, serta perawatan pribadi.
Kepala BPS Kabupaten Berau Yudi Wahyudin mengatakan, Indeks Harga Konsumen atau IHK meningkat dari 108,65 pada Juli 2025 menjadi 111,78 pada Juli 2026. Meski terjadi inflasi secara tahunan, Berau mengalami deflasi 0,18 persen apabila dibandingkan dengan Juni 2026. Adapun dibandingkan dengan Desember tahun 2025 tercatat inflasi 1,35 persen.
Angka inflasi tahunan pada Juli 2026 juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Inflasi Berau pada Juli 2025 tercatat 1,77 persen, sedangkan pada Juli 2024 sebesar 2,58 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,86 persen. Kelompok transportasi mengalami inflasi 5,57 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau 4,21 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 3,71 persen.
Namun, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi Berau dengan andil 1,27 persen. Kelompok transportasi memberikan andil 0,72 persen, diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,57 persen serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,25 persen.
Pada kelompok pangan, kenaikan harga ikan memberikan tekanan cukup besar. Ikan layang atau ikan benggol menyumbang inflasi sebesar 0,36 persen, disusul Sigaret Kretek Mesin 0,20 persen, beras 0,18 persen, ikan tongkol 0,15 persen, dan minyak goreng 0,13 persen.
Harga ikan bandeng memberikan andil 0,10 persen, sedangkan ikan kembung, sawi hijau, wortel, tempe, gula pasir, dan sejumlah kebutuhan pangan lainnya juga mengalami kenaikan.
Tekanan harga dari kelompok transportasi terutama berasal dari bensin. Komoditas ini memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,40 persen. Angkutan udara menyumbang 0,14 persen, sepeda motor 0,10 persen, pelumas atau oli mesin 0,05 persen, dan solar 0,03 persen.
Sementara pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, emas perhiasan menjadi pendorong utama dengan andil 0,54 persen. Kenaikan juga terjadi pada tarif gunting rambut pria, pembalut wanita, pasta gigi, tisu, pelembap wajah, dan parfum.
Biaya makan di luar rumah juga meningkat. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mengalami inflasi 3,71 persen. Nasi dengan lauk memberikan andil sebesar 0,10 persen, ikan bakar 0,07 persen, bakso siap santap 0,04 persen, ayam goreng 0,03 persen, dan mi 0,01 persen.
Di tengah kenaikan tersebut, harga sejumlah komoditas justru turun dan menahan laju inflasi. Tomat menjadi penyumbang deflasi tahunan terbesar pada kelompok pangan, yakni 0,29 persen. Penurunan juga terjadi pada daging ayam ras, bawang merah, terong, cabai merah, tahu mentah, telur ayam ras, dan cabai rawit.
Secara bulanan, deflasi Berau dipengaruhi penurunan harga tomat, bawang merah, cabai rawit, emas perhiasan, angkutan udara, ikan layang, telur ayam ras, serta sejumlah sayuran dan bahan pangan lainnya.
Namun, penurunan tersebut masih berhadapan dengan kenaikan harga daging ayam ras, bensin, beras, bahan bakar rumah tangga, seragam sekolah, minyak goreng, dan pelumas kendaraan. (*afn)
- Penulis: admin
