Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Kemarau Mengganas, Petani Labanan Jaya Tetap Panen Padi

Kemarau Mengganas, Petani Labanan Jaya Tetap Panen Padi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 56
  • print Cetak

TELUK BAYUR — Kemarau panjang dan cuaca panas ekstrem tengah menguji sektor pertanian di Kabupaten Berau. Namun, di tengah keterbatasan air, petani di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, masih mampu memanen padi.

Syukuran panen padi digelar di Kampung Labanan Jaya, Kamis, (20/8). Panen ini menjadi kabar baik di tengah musim tanam 2026 yang dibayangi kekeringan.

Sejumlah wilayah sentra pertanian Berau bahkan mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air. Wilayah tersebut antara lain Buyung-Buyung, Semurut, Merancang, dan Melati Jaya.

Di Labanan Jaya, kondisi serupa mulai terlihat. Dari total 118,7 hektare lahan yang telah dibuka, sekitar 75 hektare masih dapat dipanen. Adapun 11,5 hektare lainnya gagal panen akibat kekeringan.

Persoalan bukan hanya pada luas lahan yang gagal dipanen. Produktivitas sawah yang masih menghasilkan padi pun ikut turun.

Rata-rata produksi hanya sekitar 3,19 ton per hektare. Padahal, varietas padi premium yang ditanam petani memiliki potensi produksi hingga sekitar 8 ton per hektare dalam kondisi normal.

Saat ini, luas lahan sawah di Kampung Labanan Jaya mencapai sekitar 336 hektare. Luasan itu terdiri atas 268 hektare luas baku sawah dan 68 hektare hasil cetak sawah baru.

Namun, sebagai salah satu sentra produksi padi di Berau, Labanan Jaya mulai menghadapi tekanan terhadap produktivitas. Salah satu persoalan paling krusial adalah ketersediaan air.

Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Perubahan cuaca dan kekeringan, menurut dia, mulai memberikan dampak langsung terhadap hasil pertanian.

Menurut Gamalis, keberlanjutan sektor pertanian membutuhkan dukungan yang lebih kuat, terutama pada sarana dan prasarana, ketersediaan air, serta pola tanam yang menyesuaikan kondisi iklim.

“Petani kita menghadapi tantangan yang cukup berat akibat kemarau. Karena itu, dukungan terhadap petani harus terus diperkuat agar produksi pangan tetap terjaga,” ujarnya.

Gamalis juga mengapresiasi petani Labanan Jaya yang tetap mampu menghasilkan panen meski menghadapi kemarau. Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan ketangguhan petani sekaligus pentingnya membangun sistem pertanian yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

Di sisi lain, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas memberikan apresiasi kepada para petani yang tetap mempertahankan produksi pangan di tengah cuaca yang tidak menentu.

“Para petani adalah pahlawan ketahanan pangan. Di tengah tantangan yang tidak mudah, mereka tetap bekerja dan berusaha agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terus terpenuhi,” ujarnya.

Sri Juniarsih mengatakan pertanian merupakan salah satu pilar penting pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan sektor tersebut, termasuk melalui dukungan terhadap usaha dan produktivitas petani.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah regenerasi petani. Pemerintah mendorong generasi muda melihat pertanian sebagai sektor usaha yang memiliki prospek, bukan semata pekerjaan tradisional.

Teknologi dan sistem pertanian modern dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan sektor tersebut, terutama ketika perubahan iklim semakin memberi tekanan terhadap produksi.

“Tantangan ke depan tidak mudah, terutama dengan adanya perubahan iklim. Karena itu, kita harus mendorong sistem pertanian yang lebih modern dan memastikan usaha para petani mendapat dukungan,” katanya.

Panen di Labanan Jaya menjadi gambaran bahwa produksi pangan masih dapat bertahan di tengah kemarau. Namun, angka produktivitas yang turun menunjukkan tantangan yang dihadapi petani tidak ringan. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hoaks dan Penolakan Vaksin Picu Kekhawatiran Dinkes Berau soal Campak

    Hoaks dan Penolakan Vaksin Picu Kekhawatiran Dinkes Berau soal Campak

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 556
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak menyusul laporan Kementerian Kesehatan mengenai peningkatan kasus secara nasional. Pada 2025, jumlah temuan kasus suspek campak di Indonesia dilaporkan meningkat hingga 147 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Berau, Suhartini, mengatakan pemerintah pusat telah mengeluarkan surat edaran terkait […]

  • PT BBA: Lahan Sengketa di Gunung Sari, Bukan Pandan Sari

    PT BBA: Lahan Sengketa di Gunung Sari, Bukan Pandan Sari

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.269
    • 0Komentar

    Segah — Konflik lahan antara PT Berau Bara Abadi (BBA) dan warga Kampung Pandan Sari, Kecamatan Segah, memasuki babak baru. Perusahaan tambang batu bara ini menegaskan bahwa lahan yang menjadi sumber perselisihan adalah bagian dari wilayah Gunung Sari, bukan Pandan Sari, sebagaimana diklaim oleh warga. Wanda Hatirindah, Kuasa Hukum PT BBA, menyatakan bahwa lahan tersebut […]

  • Tragedi di Perbatasan Indonesia: Pesawat Pengangkut BBM Terbakar, Satu Pilot Gugur

    Tragedi di Perbatasan Indonesia: Pesawat Pengangkut BBM Terbakar, Satu Pilot Gugur

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 819
    • 0Komentar

    KALTARA — Sebuah pesawat kargo pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pelita Air jatuh di wilayah Gunung Pa’belaban, Desa Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis, 19 Februari 2026, sekitar pukul 12.15 WITA. Pilot pesawat ditemukan meninggal dunia di dalam badan pesawat yang terbakar. Pesawat dengan nomor penerbangan PAS 7101 dan registrasi […]

  • Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, BDR di Berau Diperpanjang hingga 10 September

    Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, BDR di Berau Diperpanjang hingga 10 September

    • calendar_month 19 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau kembali memperpanjang penerapan Belajar Dari Rumah atau BDR bagi peserta didik hingga 10 September 2026. Kebijakan tersebut diambil karena kualitas udara di wilayah Berau masih berada dalam kategori tidak sehat. Keputusan itu tertuang dalam surat Sekretariat Daerah Kabupaten Berau Nomor 800/3187/Umpeg-Disdik tertanggal 7 September 2026 tentang Belajar Dari Rumah. Surat […]

  • Konsumsi Pangan Berau Masih Didominasi Beras dan Terigu

    Konsumsi Pangan Berau Masih Didominasi Beras dan Terigu

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 899
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, menyoroti skor Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat yang masih tertinggal dari rata-rata nasional. Pada 2024, skor PPH Berau tercatat 85,7, sementara angka nasional sudah mencapai 93,5. “Semakin tinggi skor PPH, semakin beragam jenis pangan yang dikonsumsi masyarakat. Skor PPH Berau sudah bagus, tetapi masih di […]

  • SraGam Berkomitmen Kembangkan Pariwisata Pulau Derawan Menuju Destinasi Unggulan

    SraGam Berkomitmen Kembangkan Pariwisata Pulau Derawan Menuju Destinasi Unggulan

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb, Kaltim (OKEGAS.ID) – Dalam kampanye yang berlangsung di Kampung Pulau Derawan, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Berau nomor urut 2, Sri Juniarsih Mas dan Gamalis (SraGam), mengungkapkan komitmen mereka untuk memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pariwisata di kawasan tersebut. Dalam sambutannya, Sri Juniarsih menegaskan pentingnya potensi wisata Pulau […]

expand_less