Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Hutan Mangrove Pulau Besing Terancam, Bekantan Bisa Tinggalkan Habitatnya

Hutan Mangrove Pulau Besing Terancam, Bekantan Bisa Tinggalkan Habitatnya

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 404
  • print Cetak

BERAU — Pemerintah daerah menaruh perhatian pada kelestarian hutan mangrove di Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur. Kawasan ini dikenal sebagai habitat utama bekantan, primata endemik yang menjadi ikon satwa khas Berau.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, menekankan pentingnya menjaga kondisi hutan bakau agar tetap alami dan tidak mengalami kerusakan. Menurut dia, keberlangsungan habitat menjadi kunci utama bagi kelestarian populasi bekantan di wilayah tersebut.

“Kita berharap Pulau Besing tidak merambah hutannya, supaya bekantan itu tetap betah di pulau itu,” ujarnya, Rabu (29/4/26).

Pulau Besing selama ini menjadi rumah bagi ratusan bekantan yang hidup di kawasan mangrove. Jumlah tersebut menjadikannya salah satu lokasi dengan populasi bekantan terbanyak di Kabupaten Berau.

Meski demikian, Samsiah menyebut keberadaan bekantan tidak hanya ditemukan di Pulau Besing. Satwa itu juga dapat dijumpai di kawasan lain, seperti wisata susur sungai mangrove di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, meskipun populasinya tidak sebanyak di Pulau Besing.

“Di beberapa tempat juga ada, seperti di Tembudan, tapi memang tidak sebanyak di Pulau Besing,” jelasnya.

Potensi wisata berbasis alam ini dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Aktivitas bekantan dapat disaksikan secara langsung, terutama saat sore hari melalui kegiatan susur sungai di kawasan mangrove.

“Kalau di Pulau Besing, saat senja itu biasanya cukup banyak terlihat,” tambahnya.

Namun, ia menegaskan bahwa kelestarian habitat tetap menjadi faktor penentu. Upaya masyarakat untuk menghindari penebangan hutan dinilai sangat berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Samsiah juga mengingatkan bahwa bekantan memiliki kemampuan berpindah habitat jika merasa terancam. Satwa tersebut bahkan dapat berenang menyeberangi sungai untuk mencari tempat tinggal yang lebih aman.

“Kalau kehilangan pohon-pohon besar sebagai tempat tinggal, bekantan bisa berpindah ke pulau lain untuk mencari habitat yang lebih layak,” ungkapnya.

Karena itu, menjaga kelestarian hutan mangrove di Pulau Besing tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga untuk mempertahankan keberadaan bekantan sebagai kekayaan hayati daerah. Pemerintah berharap kesadaran masyarakat terus meningkat agar kawasan tersebut tetap terjaga sekaligus mendukung pengembangan ekowisata di Berau. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Kesehatan dan Perusahaan Harus Bersinergi dalam Menyediakan Klinik Mandiri

    Dinas Kesehatan dan Perusahaan Harus Bersinergi dalam Menyediakan Klinik Mandiri

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Anggota DPRD Berau, Rudi P Mangunsong mendorong pihak perusahaan di daerah perkampungan untuk memiliki klinik mandiri. Pasalnya, keberadaan klinik sangat dibutuhkan khususnya bagi masyarakat di sekitar lokasi perkebunan. “Perusahaan harus punya klinik sendiri. Supaya kalau ada pekerja yang sakit bisa segera mendapat penanganan di klinik, tanpa menunggu atau turun ke kota yang […]

  • Dampak Kenaikan CPO Global Mulai Terasa di Pasar

    Dampak Kenaikan CPO Global Mulai Terasa di Pasar

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb– Harga minyak goreng di sejumlah pasar di Kabupaten Berau mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dirasakan pedagang maupun pembeli. Pantauan di Pasar Manunggal, Rabu, 8 April 2026, harga minyak goreng berada pada kisaran Rp20 ribu hingga Rp24 ribu per liter, tergantung merek. Salah satu pedagang, Elfiani, mengatakan belum menambah stok […]

  • KPU Berau Tegaskan Tidak Ada PSU di Berau

    KPU Berau Tegaskan Tidak Ada PSU di Berau

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.240
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada potensi pemungutan suara ulang (PSU) dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di daerah tersebut. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Berau, Budi Harianto, yang mengatakan bahwa rekapitulasi hasil pemungutan suara di seluruh kecamatan telah selesai dan berjalan sesuai dengan […]

  • BRIN Dukung Produk Temuan Berau Masuk Pasar Lewat Pendampingan HAKI

    BRIN Dukung Produk Temuan Berau Masuk Pasar Lewat Pendampingan HAKI

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 2.816
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Perkembangan teknologi harus dibarengi dengan inovasi. Hal ini juga dilakukan di Kabupaten Berau. Bahkan, inovasi terus digencarkan hingga ke kampung-kampung yang ada, karena banyaknya potensi yang masih bisa dikembangkan di setiap kampung. Dengan adanya potensi ini, pada Kamis (24/10/2024) lalu, Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau […]

  • Permintaan Melonjak, Pasokan Seret: Harga Bapok di Talisayan Tak Terkendali

    Permintaan Melonjak, Pasokan Seret: Harga Bapok di Talisayan Tak Terkendali

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    TALISAYAN – Bahan pokok dan sayur-mayur merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Ketersediaan serta kestabilan harga menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, terlebih saat memasuki bulan suci Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat. Memasuki hari ketiga puasa Ramadan 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok dan sayur-mayur di Kecamatan Talisayan terpantau belum mengalami […]

  • Eksekusi Putusan Inkrah, Kejari Samarinda Hancurkan Sabu, Ganja, dan Miras Ilegal

    Eksekusi Putusan Inkrah, Kejari Samarinda Hancurkan Sabu, Ganja, dan Miras Ilegal

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Tumpukan barang bukti dari puluhan perkara pidana dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda pada Rabu, 13 Mei 2026. Di halaman kantor kejaksaan, aparat penegak hukum itu mengeksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan memusnahkan narkotika, miras ilegal, hingga senjata tajam. Kepala Kejari Samarinda, Haedar, menjelaskan bahwa seluruh barang bukti yang dimusnahkan berasal […]

expand_less