Dari Tangis Perpisahan hingga Bakti Anak, Pelepasan Haji Samarinda Penuh Kisah Menyentuh
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

SAMARINDA — Suasana haru menyelimuti pelepasan jemaah haji asal Samarinda. Isak tangis keluarga pecah saat para jemaah bersiap berangkat menuju Tanah Suci, menandai awal perjalanan ibadah yang telah lama dinantikan.
Sebanyak 360 jemaah bersama 4 petugas haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 resmi dilepas dari halaman GOR Segiri. Mereka diberangkatkan menuju Balikpapan sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi pada keesokan harinya.
Sejak pagi, kawasan pelepasan dipadati keluarga pengantar. Tangis haru pecah saat doa bersama dipanjatkan. Para jemaah terlihat saling berpamitan, sebagian berusaha tegar, namun tak sedikit yang larut dalam suasana emosional setelah penantian panjang.
Banyak jemaah mengaku telah menunggu belasan tahun untuk bisa berangkat. Momen ini menjadi sangat berharga, sebagai panggilan ibadah sekaligus puncak harapan yang selama ini diperjuangkan.
Sejumlah jemaah lanjut usia tampak didampingi keluarga hingga ke dalam bus. Dengan langkah perlahan, mereka dibantu menaiki kendaraan. Lambaian tangan dan pelukan erat menjadi momen terakhir sebelum rombongan diberangkatkan.
Di antara para jemaah, kisah mengharukan datang dari Mulyono yang memberangkatkan ibunya menggunakan kursi roda. Ia telah mempersiapkan fisik sejak lama agar mampu mendampingi sang ibu selama menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.
“Saya sudah persiapkan fisik sejak lama. Insyaallah saya akan menjaga dan mendampingi ibu selama ibadah. Ini sudah jadi niat saya untuk membawa beliau haji,” ujarnya saat di wawancarai Sabtu (25/4/2026).
Mulyono mengaku rutin berlatih fisik dan menjaga kesehatan agar tetap kuat selama berada di Tanah Suci, terutama dalam membantu mobilitas sang ibu. Tekadnya menjadi gambaran kuat tentang bakti seorang anak kepada orang tua.
Selain itu, sejumlah jemaah lain juga mengungkapkan rasa syukur karena akhirnya mendapat kesempatan berangkat. Ada yang menyebut keberangkatan ini sebagai jawaban atas doa panjang, bahkan ada yang tak kuasa menahan tangis saat harus berpisah sementara dengan keluarga.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang turut hadir dalam pelepasan, berpesan agar seluruh jemaah menjaga kesehatan dan fokus dalam beribadah.
“Saya berpesan kepada seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, mengikuti petunjuk petugas, dan fokus dalam menjalankan ibadah. Semoga kembali menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kota Samarinda juga memberikan santunan sebesar 100 riyal kepada setiap jemaah yang berangkat untuk membantu kebutuhan selama di Tanah Suci.
Perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan panggilan spiritual yang telah lama dinanti. Harapan, doa, dan air mata mengiringi langkah para jemaah dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Rombongan kloter 1 ini dijadwalkan beristirahat di Balikpapan sebelum melanjutkan penerbangan menuju Arab Saudi pada pagi hari. Diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur. (TNR)
- Penulis: admin
