Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kendala Bertumpuk di Damkar Berau, dari Gangguan Layanan Darurat hingga Minim Pelatihan Personel

Kendala Bertumpuk di Damkar Berau, dari Gangguan Layanan Darurat hingga Minim Pelatihan Personel

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 212
  • print Cetak

BERAU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring bertambahnya tugas pelayanan kepada masyarakat. Selain menangani kebakaran, petugas kini juga kerap menjalankan operasi penyelamatan non-kebakaran, mulai dari evakuasi ular hingga penanganan buaya yang masuk ke kawasan permukiman.

Di tengah meningkatnya tuntutan tersebut, Disdamkarmat Berau masih dihadapkan pada sejumlah kendala yang dinilai memengaruhi efektivitas penanganan di lapangan. Persoalan itu meliputi keterlambatan laporan masyarakat, gangguan layanan pengaduan, keterbatasan pelatihan personel, hingga minimnya alat pelindung diri (APD).

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan salah satu hambatan yang paling sering ditemui petugas adalah lambatnya informasi yang diterima saat terjadi kebakaran. Kondisi itu menyebabkan petugas baru tiba ketika api telah membesar dan sulit dikendalikan.

Menurut dia, kecepatan pelaporan sangat menentukan keberhasilan penanganan kebakaran. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang petugas mencegah api menjalar ke bangunan lain.

“Kadang-kadang saat informasi masuk, apinya sudah besar. Kalau yang dekat seperti di Sambaliung, ada warga yang langsung datang ke kantor menyampaikan laporan,” ungkapnya pada Senin, 1 Juni 2026.

Rakhmadi menjelaskan layanan pengaduan yang digunakan saat ini juga belum berjalan optimal. Nomor telepon darurat 0554-211113 yang menjadi saluran utama pelaporan masih kerap mengalami gangguan jaringan.

Selain itu, sistem panggilan yang masih bergantung pada pulsa sering menjadi kendala tersendiri. Dalam sejumlah kasus, sambungan telepon terputus sebelum pelapor menyampaikan informasi secara lengkap mengenai lokasi maupun kondisi kebakaran yang terjadi.

“Kadang masyarakat menelepon, tetapi belum selesai menjelaskan, teleponnya sudah terputus karena pulsanya habis atau ada kendala jaringan,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdamkarmat Berau berencana mengalihkan layanan pelaporan menggunakan nomor telepon seluler. Upaya itu diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan saat kondisi darurat.

Di sisi lain, permintaan bantuan penyelamatan non-kebakaran terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Petugas tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai situasi darurat lain yang memerlukan respons cepat dan kemampuan khusus.

Meski demikian, kemampuan personel dalam menjalankan berbagai jenis operasi penyelamatan masih menghadapi keterbatasan. Rakhmadi mengakui belum seluruh anggota mendapatkan pelatihan yang memadai, baik terkait penanggulangan kebakaran maupun penyelamatan khusus.

Ia mengatakan sebagian besar kemampuan personel selama ini diperoleh melalui pengalaman di lapangan dan pembelajaran mandiri. Untuk meningkatkan kapasitas anggota, personel yang pernah mengikuti pelatihan diminta membagikan pengetahuan dan keterampilannya kepada rekan kerja lainnya.

“Masih ada anggota yang belum mengikuti pelatihan. Akhirnya kami melakukan pelatihan mandiri dengan memanfaatkan pengalaman teman-teman yang sudah pernah mendapat pelatihan,” jelasnya.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah keterbatasan alat pelindung diri. Ketersediaan APD dinilai masih belum mencukupi untuk mendukung seluruh personel yang bertugas dalam operasi berisiko tinggi.

Kondisi tersebut, kata dia, terlihat saat petugas menangani satwa liar seperti ular dan buaya. Tidak semua anggota memiliki perlengkapan keselamatan yang memadai ketika harus berhadapan langsung dengan hewan berbahaya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, personel Damkar Berau tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Namun, menurut Rakhmadi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penambahan sarana dan prasarana pendukung masih menjadi kebutuhan yang perlu dipenuhi agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gagal Diangkat, Ratusan Guru Honorer Berau Bertahan dengan Skema Darurat Disdik

    Gagal Diangkat, Ratusan Guru Honorer Berau Bertahan dengan Skema Darurat Disdik

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    BERAU — Dinas Pendidikan Kabupaten Berau berupaya menjaga kesejahteraan tenaga honorer di tengah keterbatasan kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Langkah ini ditempuh menyusul regulasi pemerintah pusat yang membatasi rekrutmen tenaga non-ASN baru. Kepala Bidang P2TK Dinas Pendidikan Berau, Mustaring, mengatakan ratusan tenaga honorer belum dapat diakomodasi menjadi ASN. Sebelumnya, sekitar 146 tenaga […]

  • Resensi Lima Penelitian tentang Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

    Resensi Lima Penelitian tentang Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) PENDIDIKAN AGAMA Tema: Resensi Lima Penelitian tentang Kerukunan Umat Beragama di Indonesia Identitas Mahasiswa Mata Kuliah : Pendidikan Agama Nama : MUHAMMAD TAUFIK WAHYUDI NIM : 240101010019 Program Studi : Sistem Informasi Universitas : Universitas Siber Asia (UNSIA) Dosen Pengampu : Muhammad Nur Ichsan, S.I.Kom., M.I.Kom. Tahun Akademik : Semester Antara […]

  • BLT Dikebut Demi Pemerataan, Tahap Tiga Tuntas dan Tahap Empat Menyusul Desember

    BLT Dikebut Demi Pemerataan, Tahap Tiga Tuntas dan Tahap Empat Menyusul Desember

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.985
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) non-tunai terus dipercepat agar tidak ada warga rentan yang tertinggal menerima haknya. Setelah sempat terhambat akibat belum turunnya pengesahan anggaran perubahan APBD, proses distribusi kini kembali digenjot. ‎Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi, mengungkapkan bahwa saat ini penyaluran BLT telah memasuki tahap ketiga, mencakup 10 kelurahan, sementara […]

  • ‎Dispora Minta Kampung Fokus pada Pembangunan Lapangan Sesuai Skala Kebutuhan

    ‎Dispora Minta Kampung Fokus pada Pembangunan Lapangan Sesuai Skala Kebutuhan

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 675
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pembangunan Lapangan Sepak Bola tingkat Kampung sebaiknya menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Kampung (ADK). Hal itu disampaikan Kepala Dispora Berau, Amiruddin, menanggapi adanya usulan dari beberapa Kampung yang ingin membangun fasilitas olahraga. ‎Amiruddin menyampaikan, Dispora Berau hanya fokus melakukan pembangunan di tingkat ibu kota kecamatan, karena asetnya tercatat milik pemerintah kabupaten, sedangkan […]

  • Hasil Uji 24 Jam Keluar, Kualitas Udara Berau Masuk Kategori Tidak Sehat

    Hasil Uji 24 Jam Keluar, Kualitas Udara Berau Masuk Kategori Tidak Sehat

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 373
    • 0Komentar

    BERAU– Kualitas udara di Kabupaten Berau masuk kategori tidak sehat berdasarkan hasil pengukuran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau selama 24 jam, pada 28-29 Agustus 2026. Pengukuran dilakukan di halaman Kantor DLHK Berau, Tanjung Redeb, sejak pukul 14.00 WITA pada Jumat hingga waktu yang sama pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Pemeriksaan dilakukan UPTD Laboratorium […]

  • Nurung Soroti BBM hingga Pasar Ikan: Produksi Harus Naik, Tapi Serapan dan Budidaya Juga Wajib Dikuatkan

    Nurung Soroti BBM hingga Pasar Ikan: Produksi Harus Naik, Tapi Serapan dan Budidaya Juga Wajib Dikuatkan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, mendesak Pemerintah Kabupaten Berau, khususnya Dinas Perikanan, untuk bekerja lebih agresif mengejar target produksi ikan 35 ribu ton per tahun. Dorongan itu muncul setelah ia menelaah capaian semester pertama 2025 yang baru menyentuh 13.027,66 ton, atau belum mencapai separuh dari target tahunan. Menurut Nurung, angka tersebut seharusnya […]

expand_less