Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Bau Menyengat TPS Jalan Milono, Ganggu Pengendara hingga Turunan Jembatan Sambaliung

Bau Menyengat TPS Jalan Milono, Ganggu Pengendara hingga Turunan Jembatan Sambaliung

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 165
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Aroma tidak sedap dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan Jalan Milono, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, mulai dikeluhkan warga dan pengguna jalan sejak beberapa hari terakhir. Bau menyengat itu bahkan tercium hingga turunan Jembatan Sambaliung, terutama setelah hujan.

Sejumlah pengendara mengaku terganggu saat melintas di jalur tersebut. Abay, salah seorang pengguna jalan, mengatakan bau sampah kerap menyengat saat kendaraan menuruni jembatan menuju arah Tanjung redeb.

“Kalau turun dari Jembatan Sambaliung itu kadang tidak tahan dengan baunya. Apalagi setelah hujan, mungkin karena sampah lembap jadi baunya semakin kuat,” kata Abay pada Senin, 23 Februari 2026.

TPS yang berada di tepi Jalan Milono itu menampung limbah rumah tangga dari kawasan sekitar. Namun, pengelolaan dan pengangkutan yang dinilai tidak optimal diduga menjadi pemicu timbulnya polusi udara di lokasi tersebut. Warga menyebut bau paling terasa ketika volume sampah meningkat dan tidak segera diangkut.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Irwadi, membenarkan bahwa TPS tersebut kerap menimbulkan bau sejak lama. Menurut dia, keterlambatan pengangkutan sampah dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi faktor cuaca.

“Memang ada keterlambatan pengangkutan karena hujan, sehingga proses dumping ke lokasi pembuangan akhir tidak bisa dilakukan seperti biasa. Namun sejauh ini tidak ada laporan serius yang masuk,” ujar Irwadi.

Ia menyatakan pihaknya tetap berupaya melakukan pengangkutan secara berkala agar tumpukan sampah tidak meluap. DLHK, kata dia, juga akan mengevaluasi mekanisme pengangkutan saat musim hujan untuk meminimalkan dampak bau.

Meski begitu, kondisi yang berlangsung cukup lama ini memunculkan pertanyaan warga terkait solusi jangka panjang. Mereka menilai kendala cuaca seharusnya sudah diantisipasi dengan sistem pengelolaan yang lebih adaptif, agar bau tidak mengganggu aktivitas publik.

Di sisi lain, DLHK mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah melebihi kapasitas bak penampungan. Sampah yang tercecer di luar TPS dinilai memperparah bau sekaligus berpotensi menimbulkan penyakit.

Persoalan kebersihan di Jalan Milono menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan akses utama warga Tanjung Redeb dan Sambaliung. Sinergi antara pemerintah daerah dan kedisiplinan warga dinilai menjadi kunci untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan di Bumi Batiwakkal.(akti)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imbas Krisis Global, Harga Plastik Naik dan Tekan Biaya Usaha Warung Kecil di Berau

    Imbas Krisis Global, Harga Plastik Naik dan Tekan Biaya Usaha Warung Kecil di Berau

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Kenaikan harga plastik mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Kabupaten Berau. Sejumlah pedagang mengaku lonjakan harga kantong plastik memengaruhi biaya operasional usaha mereka. Ida, 48 tahun, pemilik toko kelontong di Berau, mengatakan harga plastik kresek meningkat cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir. “Dulu satu ikat kresek Rp40 ribu, sekarang sudah Rp60 ribu,” […]

  • BPJS Kesehatan Tak Bisa Digunakan di IGD? Ini Alasan dan Kriterianya

    BPJS Kesehatan Tak Bisa Digunakan di IGD? Ini Alasan dan Kriterianya

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 968
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Seorang warga mengeluhkan layanan BPJS Kesehatan yang tidak bisa digunakan pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Abdul Rivai. Diana Sari mengatakan dirinya mengajukan penggunaan BPJS untuk perawatan saat masuk IGD. Namun tidak disetujui pihak RSUD dikarenakan tidak termasuk gawat darurat. “Saya belum paham aturan penggunaan BPJS ini, apakah kondisi saya saat […]

  • Berkat ASN, Beras Lokal Berpeluang Terserap Lebih Baik di Berau

    Berkat ASN, Beras Lokal Berpeluang Terserap Lebih Baik di Berau

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.245
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Berau diwajibkan untuk mengonsumsi beras produksi lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pertanian setempat. Namun, jumlah beras yang wajib dikonsumsi mengalami penyesuaian, dari sebelumnya 10 kilogram menjadi 5 kilogram per bulan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan bahwa perubahan kebijakan ini diambil […]

  • Penataan Kawasan Kumuh di Berau: Empat Kecamatan Jadi Fokus Utama

    Penataan Kawasan Kumuh di Berau: Empat Kecamatan Jadi Fokus Utama

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

    BERAU– Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperum KPP) Kabupaten Berau kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk menangani kawasan permukiman kumuh. Inisiatif ini dimulai dengan penerbitan Surat Keputusan Kumuh terbaru dan penyusunan kajian teknis yang lebih mendalam. Dahri, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperum Berau, menjelaskan bahwa upaya penanganan tahun ini berlandaskan pada SK Kumuh Nomor 700 […]

  • Harga Bawang Merah hingga Kopi Dongkrak Inflasi Berau Agustus 2025 ke 1,87 Persen

    Harga Bawang Merah hingga Kopi Dongkrak Inflasi Berau Agustus 2025 ke 1,87 Persen

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.182
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Laju inflasi di Kabupaten Berau pada Agustus 2025 tercatat sebesar 1,87 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Angka ini terlihat dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang bergerak dari 106,69 pada Agustus 2024 menjadi 108,69 pada Agustus 2025. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, Yudi Wahyudin, menyebut pergerakan harga sejumlah komoditas masih menjadi faktor […]

  • Berau Masuk Empat Besar Nasional Titik Panas Berstatus Tinggi, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

    Berau Masuk Empat Besar Nasional Titik Panas Berstatus Tinggi, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    BERAU – Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) berstatus High terbanyak di Indonesia dalam 24 jam terakhir berdasarkan data Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan. Data SiPongi mencatat, Berau berada di peringkat keempat nasional untuk kategori hotspot berstatus High dari satelit NASA-MODIS, dengan tiga titik panas yang terdeteksi. […]

expand_less