Maratua Musik Festival 2026 Ditutup, Disbudpar Berau Dorong Event Jadi Pengungkit Pariwisata
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 24
- print Cetak

MARATUA – Rangkaian Maratua Musik Festival (M2F) 2026 resmi berakhir pada Sabtu malam, 4 Juli 2026. Penampilan penyanyi Stevan Pasaribu menjadi penutup festival yang berlangsung selama lima hari di Pulau Maratua.
Pemerintah Kabupaten Berau menilai penyelenggaraan M2F menjadi bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata melalui perpaduan potensi alam dan hiburan. Festival ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke salah satu destinasi unggulan di Berau tersebut.
Mewakili Bupati Berau, Sri Juniarsih, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan M2F dirancang agar wisatawan tidak hanya menikmati panorama Pulau Maratua, tetapi juga memperoleh hiburan melalui pertunjukan musik.
“Acara ini dihadirkan bukan hanya untuk menikmati pemandangan alamnya, tapi juga menghadirkan pertunjukan atraksi dalam bentuk musik festival.”
Menurut Yudha, pemerintah daerah akan terus menghadirkan berbagai agenda yang dapat memperkaya aktivitas wisata selama pengunjung berada di Maratua.
“Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk mengisi kegiatan-kegiatan bagi wisatawan. Setelah mereka berkeliling destinasi wisata Maratua, mereka dapat menikmati musik pada malam harinya. Inilah kegiatan yang terus kami upayakan.”
Keberlanjutan penyelenggaraan M2F, kata dia, akan dibahas bersama berbagai elemen masyarakat di Maratua. Pemerintah daerah membuka ruang evaluasi dan masukan dari pemerintah kampung, pengelola resort, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha pariwisata mengenai konsep penyelenggaraan festival ke depan.
“Ke depan kami meminta masukan apakah kegiatan seperti M2F ini terus diadakan, hanya sekali, atau bahkan dua kali dalam setahun. Ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan dan menyemarakkan pariwisata di Kabupaten Berau, khususnya Maratua, sehingga wisatawan lokal, luar daerah hingga mancanegara dapat semakin terhibur.”
Yudha juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan lancar.
“Kami bersyukur dari awal kegiatan hingga penutupan M2F dapat berjalan lancar. Kami juga menyambut baik komitmen Pemprov Kaltim untuk terus mendukung Kabupaten Berau, khususnya di bidang pariwisata. Kehadiran tim percepatan Maratua diharapkan menjadi langkah agar pengelolaan pariwisata semakin baik dan berjangka panjang.”
Ia menilai peningkatan jumlah kunjungan wisatawan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan festival tersebut.
“Kami berharap ke depan kegiatan ini dapat menguatkan kembali seni dan budaya daerah sebagai bagian dari daya tarik wisata Maratua.”
Sementara itu, Direktur EO Mata Sanggam Production, Morten, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat selama pelaksanaan festival menunjukkan minat terhadap agenda wisata berbasis hiburan di Maratua terus bertumbuh. Menurut dia, peningkatan jumlah pengunjung menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan kegiatan yang diminati wisatawan.
“Selama lima hari pelaksanaan, total pengunjung mencapai 9.502 orang atau meningkat sekitar 38 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang mencatat 5.800 pengunjung,” terangnya.
Morten berharap capaian tersebut dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan M2F pada tahun-tahun mendatang, baik dari sisi konsep acara, pelayanan bagi pengunjung, maupun dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Pulau Maratua. (ADV/TNR)
- Penulis: admin

