Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Berau Mulai Ajarkan Bahasa Banua di SMP, SD Ditargetkan Menyusul pada 2027

Berau Mulai Ajarkan Bahasa Banua di SMP, SD Ditargetkan Menyusul pada 2027

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 469
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menerapkan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Peluncuran penerapan kurikulum muatan lokal Bahasa Banua dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kabupaten Berau, Kamis, 2 Juli 2026.

Program tersebut menjadi langkah pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan Bahasa Banua atau Bahasa Berau yang merupakan bagian dari identitas masyarakat Bumi Batiwakkal. Pemerintah menilai pelestarian bahasa daerah perlu diperkuat agar tidak semakin tergerus oleh arus globalisasi dan perkembangan teknologi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau mengatakan penerapan kurikulum muatan lokal Bahasa Banua memiliki dasar hukum melalui Peraturan Bupati Berau Nomor 28 Tahun 2025 tentang Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Daerah.

Menurut dia, kurikulum tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, tenaga pendidik, budayawan, hingga tim penyusun materi pembelajaran.

“Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2025 menjadi dasar pelaksanaan kurikulum muatan lokal bahasa daerah di Kabupaten Berau. Berkat kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, budayawan, hingga para penyusun materi pembelajaran, kurikulum ini dapat dilaksanakan pada tahun ini,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah telah menyiapkan pengembangan program tersebut ke jenjang pendidikan yang lebih rendah. Mulai 2027, muatan lokal Bahasa Banua ditargetkan diterapkan di Sekolah Dasar (SD).

“Insyaallah pada tahun 2027 penerapan kurikulum muatan lokal Bahasa Banua akan diperluas ke jenjang Sekolah Dasar. Harapannya, pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini sehingga generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya,” tambahnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, menegaskan bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Bahasa adalah identitas. Ketika bahasa daerah mulai ditinggalkan, maka sebagian dari jati diri dan budaya kita juga ikut hilang. Karena itu, kami berharap penerapan muatan lokal Bahasa Banua ini menjadi langkah strategis untuk menjaga warisan budaya yang kita miliki,” katanya.

Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah masyarakat Banua atau Suku Berau saat ini sekitar 11.200 jiwa dari total penduduk Kabupaten Berau yang mencapai sekitar 300 ribu jiwa. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui jalur pendidikan.

Melalui penerapan kurikulum muatan lokal tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengembangan kemampuan akademik, tetapi juga menjadi ruang pewarisan bahasa, budaya, dan nilai-nilai lokal kepada generasi muda.

“Semoga dengan upaya yang dilakukan ini, Bahasa Berau tetap lestari, terus digunakan oleh generasi muda, dan menjadi kebanggaan masyarakat Berau. Ini juga merupakan bagian dari menjaga identitas budaya daerah yang kita cintai bersama,” tutup Muhammad Said.(tnr/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyembuhkan Luka, Mengembalikan Senyum: Upaya DPPKBP3A Berau Dampingi Korban Kebakaran

    Menyembuhkan Luka, Mengembalikan Senyum: Upaya DPPKBP3A Berau Dampingi Korban Kebakaran

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 827
    • 0Komentar
  • Rusdi Masse Gantikan Sahroni di Komisi III

    Rusdi Masse Gantikan Sahroni di Komisi III

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 936
    • 0Komentar

    JAKARTA — Politikus Partai NasDem, Rusdi Masse Mappasessu, kini resmi menempati kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ia ditunjuk menggantikan Ahmad Sahroni yang sebelumnya menduduki posisi tersebut. Penetapan dilakukan dalam rapat internal Komisi III DPR Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, (4/9/2025). Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad “Dengan ini, dalam […]

  • Kunjungi Polresta Samarinda, Komisi III DPR RI Nilai Pelayanan Baik dan Fasilitas Memadai

    Kunjungi Polresta Samarinda, Komisi III DPR RI Nilai Pelayanan Baik dan Fasilitas Memadai

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    SAMARINDA,— Anggota Komisi III DPR RI, Nabil Husein, melakukan kunjungan kerja ke Mapolresta Samarinda, Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kualitas pelayanan publik yang diberikan jajaran kepolisian kepada masyarakat. Dalam kunjungan itu, Nabil meninjau sejumlah unit layanan yang menjadi garda terdepan pelayanan kepolisian. Di antaranya layanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Sentra Pelayanan […]

  • ‎Berau Didorong Jadi Pelopor “Blue Food” Indonesia, Angkat Produk Ikan Lokal Bernilai Global

    ‎Berau Didorong Jadi Pelopor “Blue Food” Indonesia, Angkat Produk Ikan Lokal Bernilai Global

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.214
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau berpeluang besar menjadi daerah pertama di Indonesia yang mengembangkan konsep Blue Food, sebuah inisiatif yang menonjolkan produk perikanan lokal sebagai pangan sehat bernilai ekonomi tinggi. ‎Gagasan tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Niko Barito, saat berkunjung ke Berau. Ia menilai potensi perikanan dan kreativitas pelaku UMKM di Bumi […]

  • Maksimalkan Program Ketahanan Pangan

    Maksimalkan Program Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    (11/10/2023)  Beraunews.id, Tanjung Redeb — Anggota Komisi II DPRD Berau menekankan perlunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk mengambil pendekatan yang lebih serius terhadap program ketahanan pangan, mengingat program ini merupakan fokus dari pemerintah pusat. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Wendy Lie Jaya, menyerukan kepada Pemkab Berau agar memberikan prioritas pada program yang langsung […]

  • PT BBA: Lahan Sengketa di Gunung Sari, Bukan Pandan Sari

    PT BBA: Lahan Sengketa di Gunung Sari, Bukan Pandan Sari

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.142
    • 0Komentar

    Segah — Konflik lahan antara PT Berau Bara Abadi (BBA) dan warga Kampung Pandan Sari, Kecamatan Segah, memasuki babak baru. Perusahaan tambang batu bara ini menegaskan bahwa lahan yang menjadi sumber perselisihan adalah bagian dari wilayah Gunung Sari, bukan Pandan Sari, sebagaimana diklaim oleh warga. Wanda Hatirindah, Kuasa Hukum PT BBA, menyatakan bahwa lahan tersebut […]

expand_less