Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Dana Karbon untuk Kampung: Madu Kelulut dan Kompos Jadi Mesin Ekonomi Hijau Berau

Dana Karbon untuk Kampung: Madu Kelulut dan Kompos Jadi Mesin Ekonomi Hijau Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 463
  • print Cetak

Tanjung Redeb— Di tengah luasnya lanskap hutan Kalimantan Timur, Kabupaten Berau mulai menata model ekonomi baru yang lebih hijau dan lebih berpihak pada masyarakat. Pemerintah daerah memajukan program perhutanan sosial bukan hanya sebagai kebijakan lingkungan, tetapi sebagai jalan agar masyarakat sekitar hutan dapat hidup sejahtera tanpa menebang hutan yang menjadi pelindung mereka sendiri.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menyebut luas lahan perhutanan sosial di Berau kini mencapai sekitar 98 ribu hektare—hamparan besar yang diharapkan menjadi laboratorium ekonomi hijau. Di lahan ini, warga didorong mengembangkan berbagai usaha produktif, mulai dari budi daya madu kelulut hingga produksi pupuk kompos, yang semuanya dirancang tanpa menimbulkan jejak merusak ekosistem.

“Lahan perhutanan sosial menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat untuk memanfaatkan hutan secara bijaksana,” ucap Said di Tanjung Redeb.

Di atas prinsip keberlanjutan yang sama, Pemkab Berau juga menjalankan Program Karbon Hutan Berau, upaya menekan emisi karbon sekaligus menjaga tegaknya pohon-pohon tua yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati. Program ini digerakkan bersama Pemerintah Provinsi Kaltim, Kementerian Kehutanan, NGO, serta lembaga pendonor internasional—sebuah kolaborasi yang fokus pada pencegahan deforestasi dan degradasi ekosistem hutan.

Program ini tak berhenti pada kertas. Perlindungan diberikan pada lebih dari 400 ribu hektare kawasan Sungai Kelay dan Sungai Segah—dua bentang alam yang bukan hanya kaya spesies, tetapi juga habitat orang utan Kalimantan. Di zona itulah, masa depan konservasi dan ekonomi hijau diuji.

Tahun ini, sebanyak 77 kampung di Berau menerima dana karbon rata-rata Rp350 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperluas usaha-usaha hijau desa—mulai menambah koloni kelulut, hingga merancang unit ekonomi baru yang tak perlu menebang hutan untuk bertahan hidup.

“Dana karbon mendorong kampung membangun ekonomi tanpa merusak lingkungan,” ujar Said.

Namun, keberhasilan tidak datang dari satu pintu. Said mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor. Karena itu, forum seperti sosialisasi dokumen final Integrated Area Development (IAD) dan pembagian peran Kelompok Kerja (Pokja) Perhutanan Sosial terus digelar. Semua pihak bergerak bersama, tidak hanya menjalankan program tetapi juga saling menguatkan.

“Konsep perhutanan sosial memberi hak kelola kepada masyarakat. Kolaborasi menjaga agar hak ini berjalan bertanggung jawab,” tegasnya.

Dengan tata kelola yang serius, Kabupaten Berau membayangkan masa depan di mana hutan tetap berdiri, ekonomi tetap tumbuh, dan warga kampung tidak lagi harus memilih antara kesejahteraan dan kelestarian.

Jika berhasil, ini bukan hanya kisah tentang pohon dan konservasi. Ini adalah kisah tentang manusia, ruang hidup, dan harapan — bahwa hijau bisa menjadi mata pencaharian, bukan sekadar warna dalam lanskap yang perlahan menghilang. (yfadv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina Akan Distribusikan Gas LPG 3 Kilogram Non Subsidi

    Pertamina Akan Distribusikan Gas LPG 3 Kilogram Non Subsidi

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.561
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Keluhan masyarakat terkait kesulitan mengangkut tabung LPG 5,5 kilogram (kg) yang dinilai terlalu berat, khususnya bagi pedagang keliling yang menggunakan kendaraan roda dua, akhirnya mendapatkan perhatian. Untuk mengatasi masalah ini, Pertamina kini telah menyiapkan tabung gas LPG 3 kg non-subsidi yang lebih ringan dan praktis. Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Dinas Koperasi, Perdagangan, […]

  • DPRD Berau Soroti Hasil Razia Miras yang Minim, Minta Dugaan Kebocoran Dievaluasi

    DPRD Berau Soroti Hasil Razia Miras yang Minim, Minta Dugaan Kebocoran Dievaluasi

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    BERAU – Hasil operasi gabungan yang menyasar sejumlah tempat hiburan malam (THM) dan hotel di Kabupaten Berau menjadi sorotan. Meski melibatkan berbagai unsur dalam skala besar, razia tersebut hanya mengamankan sekitar 30 botol minuman keras (miras). Minimnya barang bukti yang ditemukan memunculkan dugaan adanya kebocoran informasi sebelum operasi digelar. Dugaan itu dinilai perlu menjadi perhatian agar […]

  • Revitalisasi Kawasan Tepian: Sinergi Antara Keindahan Alam dan Ekonomi Kreatif

    Revitalisasi Kawasan Tepian: Sinergi Antara Keindahan Alam dan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 848
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Setelah sukses mengubah kawasan Tepian Ahmad Yani menjadi destinasi wisata kuliner, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini berfokus pada revitalisasi kawasan Tepian di Jalan Pulau Derawan. Langkah ini bertujuan untuk menjadikan kawasan tersebut lebih tertata, rapi, dan indah, sebagai tempat bersantai bagi masyarakat Kabupaten Berau. Kawasan […]

  • Soroti Aksi Tak Pantas Pemuda di Jalan Gelap, DPRD Berau Dorong Satpol PP Rutin Patroli

    Soroti Aksi Tak Pantas Pemuda di Jalan Gelap, DPRD Berau Dorong Satpol PP Rutin Patroli

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Wakil Ketua DPRD Berau, Sumadi, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam pelaksanaan Reses III yang digelar pada Rabu (3/12/2025) di rumah dinas jabatannya. Salah satu keluhan utama yang disampaikan warga berkaitan dengan masih maraknya pemuda dan pemudi yang memanfaatkan ruas jalan gelap untuk melakukan tindakan yang dinilai tidak pantas. Warga menyebut, beberapa titik jalan […]

  • KKP Antisipasi Terebutnya Wilayah Kedaulatan, Dua Resor di Maratua Disegel

    KKP Antisipasi Terebutnya Wilayah Kedaulatan, Dua Resor di Maratua Disegel

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Maratua – Pemeriksaan resor tak berizin atau yang izinnya kadaluwarsa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Kamis (19/9/2024), menemukan dua resor yang bermasalah terkait administrasi. Dikutip dari tempo.co, KKP menyegel dua resor milik asing yakni di Pulau Maratua dan Pulau Nabucco. Resor yang berada di Pulau Maratua dikelola oleh PT MID dan tidak memiliki […]

  • Perpustakaan Berau Siap Jadi Ruang Publik yang Diminati Semua Kalangan

    Perpustakaan Berau Siap Jadi Ruang Publik yang Diminati Semua Kalangan

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.252
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang dijalankan di Kabupaten Berau, bisa menjadi salah satu upaya mengubah perpustakaan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat. Membuka sosialisasi Program TPBIS dalam mengembangkan perpustakaan, Sekda Berau Muhammad Said menyebut jika program ini dapat meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat melalui perpustakaan. “Saya berharap program ini […]

expand_less