Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » DPRD Berau Dorong Pemkab Perkuat Mitigasi Bencana

DPRD Berau Dorong Pemkab Perkuat Mitigasi Bencana

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 317
  • print Cetak

TANJUNG REDEB- Potensi peningkatan curah hujan dalam beberapa waktu mendatang kembali memunculkan kekhawatiran terhadap ancaman banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Berau.

Kondisi ini membuat upaya kesiapsiagaan pemerintah daerah menjadi sorotan, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga dalam memperkuat langkah mitigasi sejak dini.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menilai bahwa penanganan banjir tidak dapat dibebankan pada satu instansi saja. Ia menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif.

Menurutnya, koordinasi harus melibatkan berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari kabupaten hingga kecamatan dan kelurahan. Hal tersebut dinilai penting agar setiap potensi bencana bisa direspons secara cepat, khususnya di wilayah yang selama ini kerap terdampak genangan saat intensitas hujan meningkat.

“Penanganan banjir perlu dilakukan secara terpadu. Setiap instansi harus bergerak bersama, karena situasi di lapangan menuntut respons yang cepat dan terkoordinasi,” katanya.

Selain memperkuat koordinasi lintas sektor, ia juga mendorong agar peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau semakin dioptimalkan. Kesiapan peralatan, sumber daya manusia, hingga sistem tanggap darurat dinilai perlu terus ditingkatkan guna menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Di sisi lain, informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga dianggap penting untuk terus disosialisasikan kepada masyarakat. Penyampaian informasi secara intensif dinilai dapat membantu warga melakukan langkah antisipasi lebih awal saat terjadi peningkatan curah hujan.

Tak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, Waris juga mengingatkan perlunya perencanaan jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah relokasi warga yang bermukim di kawasan rawan banjir.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa rencana relokasi harus dipersiapkan dengan matang. Kejelasan status lahan, kesiapan infrastruktur dasar, serta pendataan warga terdampak perlu dipastikan terlebih dahulu agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Dengan langkah mitigasi yang lebih terencana dan koordinasi yang kuat antar pihak terkait, risiko banjir pasti bisa ditekan sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rp 20 Miliar untuk Perbaikan Jalan ke Kampung Buyung-Buyung

    Rp 20 Miliar untuk Perbaikan Jalan ke Kampung Buyung-Buyung

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 599
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemkab Berau kembali mengalokasikan anggaran signifikan untuk pembangunan infrastruktur desa. Pada tahun anggaran 2025, dana sebesar Rp20 miliar digelontorkan untuk memperbaiki jalan sepanjang 2,4 kilometer dari depan gapura menuju Kampung Buyung-Buyung. Proyek ini tidak berhenti di sana. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyatakan bahwa pembangunan jalan akan berlanjut hingga 2026, dengan tambahan anggaran sekitar […]

  • Aksi bersih sungai dengan sampah kayu dan sampah lainnya di tepian sungai

    Tiga Kapal Belum Cukup, DLHK Berau Akui Kesulitan Bersihkan Sampah Kayu di Sungai Segah dan Kelay

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle beraunews
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Sampah kayu berukuran besar menjadi kendala pembersihan Sungai Segah dan Sungai Kelay karena membutuhkan teknologi atau alat khusus.

  • Sutami: Warga Pulau Derawan Terbebani Biaya Tambat Kapal yang Tinggi

    Sutami: Warga Pulau Derawan Terbebani Biaya Tambat Kapal yang Tinggi

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 874
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Masyarakat Kampung Pulau Derawan kembali menyuarakan aspirasi mereka terkait pembangunan Pelabuhan Tambat di Tanjung Redeb. Pelabuhan ini dinilai krusial sebagai akses utama distribusi bahan pangan, sembako, serta kebutuhan pokok lainnya ke Pulau Derawan dan Kecamatan Maratua. Anggota DPRD Berau, Sutami, mengungkapkan bahwa kebutuhan akan pelabuhan khusus untuk tambat kapal sudah lama diusulkan […]

  • Perpres 81/2025: Pemkab Berau Siapkan Tunjangan Khusus untuk Dokter di Daerah Terpencil

    Perpres 81/2025: Pemkab Berau Siapkan Tunjangan Khusus untuk Dokter di Daerah Terpencil

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 886
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemkab Berau mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga medis yang bekerja di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Langkah ini selaras dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2025 yang memberikan tunjangan khusus bagi dokter spesialis, subspesialis, dan dokter gigi yang bertugas di wilayah-wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, […]

  • Kehadiran Kapal Lengkong di Perairan Talisayan Jadi Ancaman bagi Nelayan Kecil

    Kehadiran Kapal Lengkong di Perairan Talisayan Jadi Ancaman bagi Nelayan Kecil

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Di pesisir selatan, tepatnya di perairan Talisayan, pemandangan kapal-kapal lengkong yang beroperasi menangkap ikan kini menjadi pemandangan lazim. Fenomena yang berlangsung beberapa minggu terakhir ini membawa cerita lain bagi para nelayan kecil di wilayah tersebut. Ali Wardana, Kepala Kampung Talisayan, mengungkapkan keresahan yang dirasakan oleh masyarakat nelayan. Menurutnya, kehadiran kapal-kapal lengkong tidak hanya […]

  • Berau Masuk Empat Besar Nasional Titik Panas Berstatus Tinggi, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

    Berau Masuk Empat Besar Nasional Titik Panas Berstatus Tinggi, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    BERAU – Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) berstatus High terbanyak di Indonesia dalam 24 jam terakhir berdasarkan data Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan. Data SiPongi mencatat, Berau berada di peringkat keempat nasional untuk kategori hotspot berstatus High dari satelit NASA-MODIS, dengan tiga titik panas yang terdeteksi. […]

expand_less