Tiga Kapal Belum Cukup, DLHK Berau Akui Kesulitan Bersihkan Sampah Kayu di Sungai Segah dan Kelay
- account_circle beraunews
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

BERAU – Pembersihan Sungai Segah dan Sungai Kelay di Kabupaten Berau tidak hanya menghadapi sampah plastik. Sampah kayu berukuran besar juga menjadi kendala karena membutuhkan alat khusus untuk mengangkatnya dari sungai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan penambahan kapal pengangkut sampah belum cukup untuk menangani seluruh jenis sampah yang ditemukan di sungai.
“Untuk menangani masalah itu, bukan kapal saja, tapi bagaimana teknologi untuk mengambil sampah di sana. Sampah di Sungai Segah, Sungai Kelay itu bukan hanya sampah plastik atau sedimentasi, tapi juga sampah-sampah kayu yang besar-besar,” ungkapnya, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, dibutuhkan teknologi atau peralatan yang mampu mengangkat sampah kayu berukuran besar. Kapal pengangkut yang tersedia selama ini lebih banyak digunakan untuk membersihkan sampah, terutama sampah plastik.
Saat ini, DLHK Berau mengoperasikan tiga kapal pengangkut sampah. Namun, operasional armada tersebut juga bergantung pada ketersediaan sumber daya manusia.
“Untuk kapal pengangkut sampah sebenarnya bukan hanya kapal yang kita butuhkan, tapi juga kita butuhkan SDM yang menggerakkan itu. Kita baru tiga orang dengan kapal tiga,” ujarnya.
Sampah yang berhasil diangkut kemudian dibawa ke tempat pemrosesan sampah dan sebagian diolah.
Zulkifli mengatakan DLHK telah mengajukan sejumlah kebutuhan untuk mendukung penanganan sampah sungai, termasuk kebutuhan yang berkaitan dengan operasional. Namun, belum seluruhnya dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
“Kita berharap dukungan. Banyak yang saya minta, cuma belum dikabulkan, keterbatasan anggaran,” katanya.
Selain mengangkut sampah yang sudah berada di sungai, DLHK juga menekankan pentingnya pencegahan. Masyarakat dan pelaku usaha di sekitar sungai diminta tidak membuang sampah maupun limbah langsung ke sungai.
“Kita bukan hanya membersihkan sampahnya, tapi mencegah bagaimana sampahnya tidak masuk ke sungai,” ujarnya.(afn)
- Penulis: beraunews
