Hujan Mulai Redam Kebakaran di Berau, BPBD Kaltim Minta Warga Tetap Waspada
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur mulai mereda pada Oktober 2026. Berkurangnya luas lahan terbakar terjadi seiring meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Berau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mencatat luas kebakaran pada Oktober sekitar 1.223 hektare. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Agustus dan September, ketika luas lahan terbakar rata-rata mencapai 3.000 hingga 4.000 hektare.
Pelaksana Harian Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, mengatakan perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang membantu menekan kejadian kebakaran.
“Ini sesuai dengan prediksi kita bahwa pada akhir Oktober mulai memasuki musim penghujan,” ujarnya dalam diskusi bertajuk Sampai Kapan Kaltim di Bawah Bayangan Karhutla, Senin, 19 Oktober 2026.
Meski luas kebakaran berkurang, persoalan kabut asap belum sepenuhnya teratasi. Kondisi udara di sejumlah daerah masih mengkhawatirkan, terutama di Kutai Barat dan Samarinda yang dilaporkan memiliki kualitas udara tidak sehat.
Tresna menjelaskan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), asap yang tertahan di atmosfer memerlukan kondisi cuaca yang mendukung agar dapat berkurang. Turunnya hujan diharapkan mempercepat proses tersebut.
BPBD pun meminta masyarakat tidak mengabaikan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan menjadi langkah pencegahan yang dianjurkan.
“Kami mengharapkan masyarakat dapat menggunakan masker sebagai langkah pencegahan dan menghindari aktivitas di luar rumah atau kantor karena kondisi udara kita masih kurang sehat,” katanya.
Berau Mulai Mereda, Paser Masih Rawan
Di tengah penurunan kejadian karhutla, Kabupaten Berau termasuk wilayah yang menunjukkan perbaikan cukup signifikan. Memasuki musim hujan, jumlah kejadian kebakaran di daerah tersebut mulai berkurang.
Namun, situasi berbeda masih terjadi di sejumlah kawasan lain. Kabupaten Paser disebut sebagai salah satu daerah dengan kejadian karhutla tertinggi di Kalimantan Timur.
Kebakaran juga tercatat di Penajam Paser Utara, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Samarinda.
Menurut Tresna, sebagian besar kejadian merupakan kebakaran lahan. Penanganannya tidak selalu mudah karena petugas harus menghadapi kondisi geografis dan medan yang berbeda-beda.
Tiupan angin kencang kerap membuat api menjalar lebih cepat. Di sisi lain, lokasi kebakaran yang sulit dijangkau serta keterbatasan sumber air menjadi hambatan dalam proses pemadaman.
Tantangan semakin besar ketika api membakar lahan gambut atau kawasan dengan vegetasi tinggi. Petugas harus memastikan seluruh titik api benar-benar padam untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
BPBD Kaltim bersama unsur terkait tetap melakukan penanganan di lapangan. Meski hujan mulai membantu mengurangi kebakaran, kewaspadaan dinilai masih diperlukan, terutama terhadap potensi munculnya titik api dan dampak kabut asap bagi masyarakat.(afn)
- Penulis: admin
