Asap Berau Kembali Pekat, Pengukuran Udara Terhenti karena Alat Penyaring Habis
- account_circle beraunews
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

Petugas memeriksa alat pengukur kualitas udara di halaman Kantor Bupati Berau.
BERAU — Kondisi udara di Kabupaten Berau disebut memburuk ketika pengukuran kualitas udara belum dapat dilakukan pada pekan ini karena persediaan bahan penyaring alat pemantau habis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan pengukuran terakhir belum bisa dilanjutkan. “Pantauan kualitas udara kemarin kehabisan alat saringannya. Jadi, minggu ini belum ada pengukuran lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurut Zulkifli, kondisi udara yang terlihat memburuk tidak sejalan dengan jumlah titik panas yang disebut menurun. Titik panas yang sebelumnya mencapai sekitar 600 titik kini berada di kisaran 40 titik dan didominasi titik berskala kecil.
“Kalau dilihat dari monitor titik apinya, kita sangat minim. Kemarin dari 600-an turun menjadi 40, itu pun titik panas biasa yang kecil,” kata dia.
Tanpa pengukuran terbaru, kondisi kualitas udara Berau pada pekan ini belum dapat dipastikan melalui hasil pemantauan langsung. DLHK Berau berharap pemantauan dapat dilakukan secara rutin setiap hari.
Zulkifli mengatakan DLHK telah mengusulkan kerja sama dengan kementerian terkait agar pembaruan data kualitas udara bisa dilakukan secara berkala. “Kami sudah mengusulkan ke kementerian, meminta agar bisa bekerja sama untuk memperbarui ukuran kualitas udara setiap hari. Sebab, untuk melakukan pengukuran setiap saat memang membutuhkan biaya besar. Jadi, kami menginginkan pengukuran harian,” ujarnya. (AFN)
- Penulis: beraunews
