Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » TRC PPA Ungkap Fakta Baru Kasus Pencabulan Anak di Samarinda: Korban Idap Penyakit Kelamin

TRC PPA Ungkap Fakta Baru Kasus Pencabulan Anak di Samarinda: Korban Idap Penyakit Kelamin

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 1.621
  • print Cetak

Samarinda – Kasus dugaan pencabulan terhadap seorang anak dibawah umur di Kota Tepian (julukan Samarinda) kembali menguak fakta memilukan.

Korban, sebut saja Bunga (bukan nama aslinya) diketahui mengalami penyakit kelamin yang diduga kuat ditularkan dari perbuatan bejat para pelaku.

Temuan tersebut diungkap setelah Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kaltim intens mendampingi kondisi psikologis dan kesehatan korban.

Saat dikonfirmasi, kuasa hukum korban, Sudirman, memastikan bahwa saat ini kondisi Bunga mulai membaik karena mendapat perhatian khusus dari tim pendamping.

“Alhamdulillah, korban saat ini aman bersama anggota TRC. Kondisinya ceria karena sering diajak beraktivitas yang membuatnya bahagia,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).

Ia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan UPTD PPA Samarinda. Hasil asesmen menyebut korban akan mendapat perlakuan lanjutan, termasuk rencana pemindahan sekolah agar lebih aman.

“Nanti dipindahkan sekolahnya oleh dinas terkait bersama UPTD. Saat ini prosesnya sedang berjalan,” jelas Sudirman.

Sementara itu, Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, membenarkan adanya dugaan penyakit kelamin yang dialami korban. Saat ini, Bunga tengah menjalani perawatan medis secara intensif.

“Korban sudah dibawa ke dokter dan mendapat obat. Kami pastikan perawatan terus dilakukan, karena ada dugaan penyakit kelamin akibat pencabulan tersebut,” ungkap Rina.

Untuk diketahui bahwa TRC PPA sebelumnya telah bertemu dengan korban pada Jumat (19/9/2025). Dari pengakuannya, Bunga telah menjadi korban pencabulan sejak duduk dibangku kelas I SD hingga kini kelas III.

Diduga, tiga orang pria dewasa terlibat, termasuk ayah tiri, seorang pria paruh baya, serta seorang kakek.

Kasus ini pun resmi dilaporkan ke Polresta Samarinda. TRC PPA menegaskan akan terus mengawal agar para pelaku mendapat hukuman setimpal.

“Beberapa hari lalu korban kembali dipaksa melayani nafsu ayah tirinya. Ini jelas tidak bisa dibiarkan, dan kami harap segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum,” tandasnya. (*akml/)

 

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Udara Berau Memburuk, Alat Pemantau Dipasang 24 Jam

    Udara Berau Memburuk, Alat Pemantau Dipasang 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB, Beraunews.id — Pemerintah Kabupaten Berau melakukan pemantauan kondisi kualitas udara menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat dalam beberapa hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan memasang alat untuk mengukur konsentrasi partikulat PM2.5 dan PM10. Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, pemantauan tersebut dilakukan karena kondisi udara yang sebelumnya masih tergolong baik, kini terlihat semakin pekat. […]

  • DPR dan Pemerintah Finalisasi Skema Guru PPPK Jadi PNS Mulai 2027

    DPR dan Pemerintah Finalisasi Skema Guru PPPK Jadi PNS Mulai 2027

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    JAKARTA — DPR RI bersama pemerintah memfinalisasi status dan jumlah guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik paruh waktu maupun penuh waktu, yang berpeluang mengikuti seleksi untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 2027. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan aspirasi agar guru berstatus PPPK dapat diangkat menjadi PNS menjadi salah […]

  • Cuma 7 Petugas, Dishub Berau Kewalahan Tertibkan Parkir Kota

    Cuma 7 Petugas, Dishub Berau Kewalahan Tertibkan Parkir Kota

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    BERAU — Dinas Perhubungan Kabupaten Berau menyatakan penataan parkir di wilayah perkotaan belum berjalan optimal. Keterbatasan jumlah personel lapangan menjadi kendala utama dalam pengawasan dan pengelolaan parkir. Kepala Bidang Parkir Dishub Berau, Mahmuddin, mengatakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran saat ini hanya didukung tujuh personel untuk mengawasi seluruh wilayah Kabupaten Berau. Dengan jumlah tersebut, petugas […]

  • Dinilai Membebani, Iccang Dorong Komunikasi Intensif Antara Guru dan Wali Murid Soal Kurikulum Merdeka

    Dinilai Membebani, Iccang Dorong Komunikasi Intensif Antara Guru dan Wali Murid Soal Kurikulum Merdeka

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 758
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Kurikulum Merdeka yang diterapkan di sekolah-sekolah di Kabupaten Berau menuai kritik dari orangtua murid. Banyak orangtua merasa terbebani dengan jumlah tugas yang harus diselesaikan oleh anak-anak mereka, yang membuat mereka juga ikut sibuk dalam mendampingi proses belajar di rumah. Anggota DPRD Berau, Ichsan Rapi mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini. Menurutnya, meskipun kurikulum ini […]

  • Pentingnya Pendidikan Politik

    Pentingnya Pendidikan Politik

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 363
    • 0Komentar

    (1/10/2023) Beraunews.id, Tanjung Redeb –Kesehatan demokrasi bergantung pada kualitas partai politik. Kader politik perlu dibekali dengan kompetensi, kapabilitas, dan integritas agar dapat menjalankan fungsinya sebagai agen demokrasi. Ketua DPRD Berau, Madri Pani, menegaskan bahwa pendidikan politik sangat penting bagi seluruh partai politik, tanpa terkecuali. Pendidikan politik dapat memberikan pencerahan dan kecerdasan kepada masyarakat, serta menjaga […]

  • Gerakan Hijau Berau: Bupati Ajak Warga Tanam Pohon Demi Anak Cucu

    Gerakan Hijau Berau: Bupati Ajak Warga Tanam Pohon Demi Anak Cucu

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengajak seluruh sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMP untuk aktif melakukan gerakan menanam pohon “Satu Orang Satu Pohon”. Langkah ini dinilai sangat penting demi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana banjir yang akhir-akhir ini semakin sering terjadi di Kabupaten Berau. Dalam pernyataannya, Sri Juniarsih menegaskan bahwa gerakan […]

expand_less