Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Api Berkobar di Long Peso, 3 Rumah Warga Tak Terselamatkan

Api Berkobar di Long Peso, 3 Rumah Warga Tak Terselamatkan

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNG SELOR – Musibah kebakaran hebat terjadi di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Rabu sore. Sedikitnya tiga unit rumah warga dan satu Balai Adat (Lamin Adat Peso) ludes terbakar dilahap si jago merah sekitar pukul 17.10 WITA.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp700 juta.

Peristiwa kebakaran tersebut sempat membuat panik warga setempat. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain karena sebagian besar rumah terbuat dari material kayu.

Kobaran api juga menghanguskan Lamin Adat Peso, yang selama ini menjadi tempat berkumpul dan pelaksanaan kegiatan adat masyarakat setempat.

Berdasarkan video amatir yang beredar luas di media sosial, terdengar suara seorang warga dengan nada gemetar menyebutkan rumah-rumah yang terbakar.

“Habis sudah punya Anton Elias, milik Jalung Usat (alm), dan Lamin Adat habis. Mudah-mudahan tidak sampai ke belakang,” ucap warga tersebut dalam video singkat.

Dalam video lainnya, terlihat warga berbondong-bondong berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Namun besarnya api membuat sebagian besar bangunan tidak dapat diselamatkan dan akhirnya hangus terbakar.

Pihak Polresta Bulungan melalui P.S. Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo, membenarkan terjadinya kebakaran tersebut.

Ia mengatakan bahwa api telah berhasil dipadamkan berkat upaya bersama masyarakat dibantu aparat TNI dan Polri.

“Benar telah terjadi kebakaran pada pukul 17.10 WITA. Saat ini kondisi api sudah berhasil dipadamkan oleh masyarakat dan aparat dengan menggunakan air profil dan air selokan di sekitar rumah,” jelas Aipda Hadi.

Ia menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus listrik pada sebuah rumah yang sudah lama tidak berpenghuni.

Kondisi bangunan yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat menjalar ke rumah di sekitarnya.

“Diperkirakan total kerugian mencapai kurang lebih Rp700 juta, dan dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa,” tambahnya.

Adapun bangunan yang terbakar habis meliputi:

1. Rumah milik Jalung Usat (1 KK, 5 jiwa), petani, warga RT 2 Desa Long Peso

2. Rumah milik Anton Elias (3 jiwa), petani, warga RT 2 Desa Long Peso

3. Lamin Adat Peso

4. Satu unit rumah tidak berpenghuni (rumah dinas bidan)

Selain itu, terdapat tiga rumah lainnya yang terdampak, masing-masing milik:

• Novelianus (3 jiwa dewasa, 2 anak sekolah)

• Pius (3 jiwa dewasa)

• Agustin Utam (3 jiwa)

• Desi Lilin (2 jiwa)

Kronologis kejadian berdasarkan keterangan saksi menyebutkan, Anton Elias pertama kali melihat kebakaran saat pulang dari kebun. Ia mendapati rumah kosong yang berada di samping rumahnya sudah terbakar.

Dalam kondisi panik, ia bersama keluarga segera menyelamatkan barang-barang berharga dan meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman.

Sementara saksi lainnya, Jalung, mengaku merasakan hawa panas dan asap masuk ke dalam rumahnya. Karena batuk akibat asap, ia keluar rumah dan melihat bangunan di sebelahnya sudah terbakar.

Api dengan cepat menyambar bagian atas rumahnya sehingga ia tidak sempat menyelamatkan barang berharga, dan langsung berteriak meminta keluarganya menyelamatkan diri.

Proses pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat Desa Long Peso, Long Bia, dan Muara Pangean, dibantu personel Koramil Peso dan Polsek Long Peso hingga api benar-benar padam.

Sementara itu, Camat Peso, Jhoni Kuleh, turut membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan pemerintah daerah akan segera menyalurkan bantuan kepada para korban.

“Benar telah terjadi kebakaran yang menghanguskan tiga rumah dan satu balai adat. Puji tuhan tidak ada korban jiwa. Besok BPBD dan Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak,” tutupnya dengan singkat.(*)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Dorong UMKM Kampung Naik Kelas, Pemkab Berau Kembangkan Batik sebagai Identitas dan Sumber Ekonomi

    ‎Dorong UMKM Kampung Naik Kelas, Pemkab Berau Kembangkan Batik sebagai Identitas dan Sumber Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 199
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pengembangan batik dan tenun khas di setiap kampung, bukan hanya sebagai simbol identitas, tetapi juga sebagai produk ekonomi yang dapat menjadi andalan masyarakat. ‎ ‎Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai batik kampung memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi warga, terutama di tingkat UMKM. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, […]

  • Peran Krusial BPK Diperpanjang, Sri Juniarsih Serukan Kolaborasi Demi Kemajuan Kampung

    Peran Krusial BPK Diperpanjang, Sri Juniarsih Serukan Kolaborasi Demi Kemajuan Kampung

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Total 556 Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) di 100 kampung se-Kabupaten Berau dikukuhkan perpanjangan masa jabatannya menjadi 8 tahun pada Jumat (13/9/2024). Dalam pengukuhan itu, Bupati Berau Sri Juniarsih dengan tegas meminta agar BPK bisa lebih intens membangun komunikasi. “Khususnya komunikasi dengan Kepala Kampung (kakam). Anggota BPK berasal dari wakil penduduk kampung, berdasarkan […]

  • Sri Juniarsih: PSHT Berau Berkontribusi Positif dalam Pembinaan Karakter Masyarakat

    Sri Juniarsih: PSHT Berau Berkontribusi Positif dalam Pembinaan Karakter Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Bupati Berau Sri Juniarsih menyempatkan hadir dalam gelaran Tabligh Akbar dalam rangka HUT ke-30 Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Berau Tahun 2024 di lapangan Pemuda Tanjung Redeb, Jumat (20/9/2024) malam. Melihat semangat para anggota PSHT, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Berau ini pun ikut merasakan berjalan di bawah guyuran hujan. Saat […]

  • Jelang Imlek, Harga Kebutuhan Pokok Kian Menjerit. Warga Minta Pemkab Tekan Inflasi

    Jelang Imlek, Harga Kebutuhan Pokok Kian Menjerit. Warga Minta Pemkab Tekan Inflasi

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 534
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Menjelang perayaan Imlek, sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami lonjakan harga yang signifikan di pasaran. Di antaranya, harga ayam potong yang mencapai Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram, cabai tiung yang melambung hingga Rp150.000 hingga Rp180.000 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih yang masing-masing dijual dengan harga sekitar Rp48.000 per kilogram. Selain itu, […]

  • Jokowi: RSUD Abdul Rivai Segera Dapat Pembaruan Alkes dari Pemerintah Pusat

    Jokowi: RSUD Abdul Rivai Segera Dapat Pembaruan Alkes dari Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pasca kunjungan Presiden RI Joko Widodo di RSUD Abdul Rivai pada Kamis (26/9/2024) siang, kabar gembira pun langsung disampaikan di hadapan masyarakat. “Jadi kita sudah lihat tadi beberapa Alkes, misalnya CT Scan itu sudah berusia 14 tahun, sehingga perlu pembaruan. Kita usahakan tahun ini, tapi kalau tidak bisa, kita usahakan di tahun […]

  • Dinkes Berau Awasi Pelayanan Dokter Anak Agar Lebih Humanis

    Dinkes Berau Awasi Pelayanan Dokter Anak Agar Lebih Humanis

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pelayanan ramah dan humanis kini menjadi sorotan dalam praktik kedokteran anak di Kabupaten Berau. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menekankan pentingnya dokter anak membangun kepercayaan pasien sejak dini, terutama pada rentang usia 0 hingga 6 tahun. Menurut Sri Juniarsih, perlakuan baik terhadap anak-anak bukan hanya soal etika pelayanan, melainkan juga bagian dari […]

expand_less