Kenaikan Harga Bahan Pokok, Berau Luncurkan Program Pangan Murah
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

BERAU — Di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok yang terjadi di Kabupaten Berau, pemerintah setempat berkolaborasi dengan Bank Indonesia meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Kegiatan ini digelar untuk mengatasi kondisi pasar yang semakin mengkhawatirkan akibat kenaikan harga bahan pangan dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Basri, mengungkapkan bahwa harga beberapa komoditas telah melampaui batas yang ditetapkan oleh pemerintah. Ia menekankan pentingnya respons cepat untuk mencegah kenaikan harga semakin meluas.
“Rata-rata harga naik, bahkan di atas harga yang ditetapkan pemerintah. Karena itu perlu diantisipasi supaya tidak terjadi kenaikan lebih jauh,” ujarnya pada Sabtu (09/05/2026).
GPM ini merupakan hasil kerja sama antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Berau, dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Diskoperindag, dan Bulog.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai bahan pokok yang berkontribusi terhadap inflasi, seperti beras, minyak goreng, telur, ikan, dan sayuran. Menurut Basri, inflasi yang terjadi pada bulan April lalu didorong oleh meningkatnya harga ikan dan sayuran, sehingga pemerintah memprioritaskan penjualan komoditas tersebut dalam pasar murah.
“Target utama kita menstabilkan harga. Karena yang mengalami kenaikan itu terutama ikan dan sayuran,” jelasnya.
Meski warga diperbolehkan berbelanja, terdapat batasan pembelian untuk mencegah penumpukan barang. Setiap warga, misalnya, hanya diperbolehkan membeli dua karung beras, dua liter minyak goreng, dan satu piring telur.
Basri juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berlangsung sekali. Dinas Pangan akan melanjutkan program GPM secara berkala di berbagai kampung dan kecamatan di Berau.
“Sampai sekarang kami sudah melaksanakan 12 kali GPM yang diinisiasi Dinas Pangan,” tuturnya.
Di antara komoditas yang dijual, beras SPHP menjadi salah satu produk unggulan, di samping beras lokal yang dicampur dengan stok lainnya. Kebutuhan telur dipasok dari produksi lokal melalui kerja sama dengan perusahaan daerah.
Kasmiatu, seorang warga dari Mangga 3, mengaku mengetahui pasar murah ini melalui grup pesan singkat. Ia merasa sangat terbantu oleh adanya kegiatan ini, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah terbantu, karena sekarang kebetulan semuanya naik,” ucapnya.
Ia berharap agar Gerakan Pangan Murah dapat dilaksanakan secara rutin agar masyarakat dapat terus memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Semoga bisa berlanjut,” pungkasnya. (tnr/)
- Penulis: admin
