Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Harga TBS Mulai Turun, FPKS Kaltim Soroti Dampak Kebijakan Ekspor Sawit

Harga TBS Mulai Turun, FPKS Kaltim Soroti Dampak Kebijakan Ekspor Sawit

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 354
  • print Cetak

SAMARINDA – Forum Petani Kelapa Sawit Kalimantan Timur meminta pemerintah pusat menerapkan kebijakan tata niaga ekspor sawit secara hati-hati dan bertahap. Hal itu disampaikan menyusul kebijakan pemerintah terkait penguatan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam, termasuk crude palm oil (CPO).

Ketua FPKS Kaltim, Asbudi, menilai Indonesia memang memiliki posisi strategis sebagai produsen sawit terbesar dunia. Namun menurutnya, kekuatan produksi saja belum cukup untuk menjaga dominasi Indonesia di pasar internasional.

Ia menegaskan stabilitas kebijakan, kepercayaan buyer global, kepastian kontrak, hingga kesiapan sistem perdagangan juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan industri sawit nasional.

“Dalam perdagangan internasional, kekuatan produksi saja tidak cukup. Stabilitas kebijakan dan kepercayaan pasar internasional juga sangat menentukan,” ujar Asbudi dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

FPKS Kaltim mengaku memahami semangat pemerintah untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dan memperbaiki tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Namun di sisi lain, pihaknya melihat adanya kekhawatiran di tingkat petani dan pelaku usaha terkait dampak implementasi kebijakan tersebut.

Menurut Asbudi, sejumlah persoalan mulai dirasakan di lapangan, mulai dari potensi terganggunya rantai pasok, ketidakstabilan harga, hingga menurunnya kepercayaan buyer internasional terhadap mekanisme perdagangan sawit Indonesia.

FPKS Kaltim juga menyoroti penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang disebut terjadi cukup cepat dalam beberapa hari terakhir setelah munculnya kebijakan baru tersebut.

“Kondisi ini menunjukkan pasar merespons bukan hanya dari sisi niat baik pemerintah, tetapi juga dari sisi kesiapan implementasi dan kepastian mekanisme teknis,” katanya.

Karena itu, FPKS Kaltim meminta pemerintah pusat, kementerian terkait, regulator, hingga seluruh pemangku kepentingan industri sawit duduk bersama melakukan evaluasi terbuka dan dialog konstruktif agar kebijakan yang diterapkan tidak justru membebani petani di daerah.

Asbudi menegaskan, tujuan memperkuat industri sawit nasional harus tetap memperhatikan keberlangsungan ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.

Ia menilai kekuatan industri sawit Indonesia justru akan semakin besar apabila dibangun melalui tata kelola yang kuat, transisi kebijakan yang matang, komunikasi yang terbuka, dan keseimbangan antara kepentingan negara dengan stabilitas dunia usaha.

“FPKS Kaltim siap menjadi mitra dialog yang konstruktif demi menjaga keberlanjutan sawit Indonesia,” pungkasnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT BBA: Lahan Sengketa di Gunung Sari, Bukan Pandan Sari

    PT BBA: Lahan Sengketa di Gunung Sari, Bukan Pandan Sari

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.326
    • 0Komentar

    Segah — Konflik lahan antara PT Berau Bara Abadi (BBA) dan warga Kampung Pandan Sari, Kecamatan Segah, memasuki babak baru. Perusahaan tambang batu bara ini menegaskan bahwa lahan yang menjadi sumber perselisihan adalah bagian dari wilayah Gunung Sari, bukan Pandan Sari, sebagaimana diklaim oleh warga. Wanda Hatirindah, Kuasa Hukum PT BBA, menyatakan bahwa lahan tersebut […]

  • Bawa Parang dan Kejar Petugas, Pelaku Pengancaman di PN Tanjung Redeb Ditangkap Polisi

    Bawa Parang dan Kejar Petugas, Pelaku Pengancaman di PN Tanjung Redeb Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 739
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Satuan Reserse Kriminal Polres Berau mengamankan seorang pria yang diduga melakukan pengancaman dan perusakan di area Kantor Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, Senin, 9 Maret 2026. Pelaku ditangkap pada malam hari setelah tim Resmob melakukan penyelidikan. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Berau AKP Jodhy Rahman mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.41 Wita […]

  • BMKG Deteksi 87 Titik Panas di Kaltim

    BMKG Deteksi 87 Titik Panas di Kaltim

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Kabupaten Berau mencatat jumlah titik panas terbanyak di Kalimantan Timur. Berdasarkan data terbaru BMKG Kalimantan Timur, terdapat 47 titik panas di wilayah Berau dari total 87 titik panas yang terdeteksi di provinsi ini. Sebaran titik panas terbanyak berada di Kecamatan Pulau Derawan, yakni mencapai 29 titik. Titik panas lainnya tersebar di Kecamatan […]

  • Kemitraan Pemerintah dan Media Jadi Kunci Keterbukaan Informasi di Berau

    Kemitraan Pemerintah dan Media Jadi Kunci Keterbukaan Informasi di Berau

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemkab Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar sosialisasi regulasi komunikasi publik pada Senin (25/8/2025), di Ruang Rapat Sangalaki, Tanjung Redeb. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola informasi dan keterbukaan publik di daerah. Acara tersebut membahas Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 84 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan […]

  • Anggaran Pegawai Tembus Rp1,3 Triliun

    Anggaran Pegawai Tembus Rp1,3 Triliun

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Bupati Berau Sri Juniarsih memastikan tidak ada rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan pemerintah daerah. Ia menyatakan hingga kini belum ada informasi maupun kebijakan yang mengarah pada langkah tersebut. “Sampai saat ini kami belum mendengar informasi terkait PHK massal PPPK. Semua kebijakan tetap […]

  • Transparansi Keuangan Diutamakan, DPRD Berau Gunakan Sistem At Cost

    Transparansi Keuangan Diutamakan, DPRD Berau Gunakan Sistem At Cost

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.133
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – DPRD Berau periode 2024-2029 telah tuntas membahas tata tertib (tatib). Dari pembahasan yang dilakukan selama beberapa hari itu, tidak ada perubahan signifikan hanya ada penambahan penyesuaian dengan aturan baru. “Tidak ada perubahan, hasil pembahasannya hampir sama dengan tatib periode DPRD sebelumnya. Kalau untuk penambahan tatibnya disesuaikan dengan aturan baru yang ada saat […]

expand_less