Jelang Iduladha, Lapak Kurban di Berau Sepi Pembeli meski Stok Melimpah
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 22
- print Cetak

BERAU — Lima hari menjelang Hari Raya Iduladha, lapak-lapak hewan kurban di Jl. Diponegoro, Kabupaten Berau, belum seramai tahun lalu. Di salah satu lokasi penjualan, deretan kambing dan sapi tampak terikat rapi, namun lalu-lalang calon pembeli masih sepi.
Penjaga lapak hewan kurban, Rahim, mengakui penjualan tahun ini terasa lesu dibanding Iduladha sebelumnya. Ia menilai kenaikan harga hewan ikut menekan minat masyarakat untuk berkurban.
“Tahun ini beda dengan tahun lalu. Harga barang sekarang lebih mahal, jadi lebih sepi dibanding tahun lalu,” ujarnya saat ditemui di lokasi penjualan hewan kurban pada Sabtu (23/05/2026).
Menurut Rahim, hingga akhir pekan ini jumlah pembeli yang datang belum menunjukkan lonjakan berarti, padahal hari raya semakin dekat. Ia memperkirakan sebagian besar pembeli baru akan berdatangan di hari-hari terakhir sebelum Iduladha, seperti pola tahun-tahun sebelumnya.
Seluruh hewan kurban yang dijajakan di lapak tersebut didatangkan dari Sulawesi Barat. Sebelum masuk ke Berau, hewan-hewan itu lebih dulu melalui proses karantina kesehatan. Rahim menegaskan, aspek kesehatan menjadi perhatian utama.
“Kalau masalah kesehatannya dijamin, karena ini kan melalui karantina,” katanya.
Untuk kambing, Rahim menyediakan jenis Jawa Randu yang disebutnya paling banyak dicari pembeli. Sementara untuk sapi, stok didominasi sapi Bali yang sudah menjadi pilihan umum warga Berau.
“Kalau kambing jenisnya Jawa Randu, kalau sapi ya sapi Bali,” jelasnya.
Dari sisi harga, kambing dibanderol mulai Rp 3,5 juta hingga Rp 7,5 juta per ekor, bergantung ukuran dan bobot. Adapun sapi dijual di kisaran Rp 18 juta sampai Rp 30 juta per ekor, menyesuaikan jenis dan besar kecilnya hewan.
Saat ini, di lapak yang dijaga Rahim tersedia lebih dari 100 ekor kambing dan sekitar 50 ekor sapi. Beberapa di antaranya telah laku, namun sebagian besar masih menunggu pembeli yang biasanya memadati lapak mendekati hari H.
Rahim menuturkan, hewan-hewan itu sudah berada di Berau sekitar satu minggu setelah diturunkan di kawasan Kilometer 5. Meski penjualan belum seramai tahun lalu, ia memastikan kebutuhan pakan dan perawatan tetap terjaga selama masa penjualan.
“Alhamdulillah, untuk pakannya aman saja,” pungkasnya. (tnr)
- Penulis: admin
