Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Berau Growth 2035: Jalan Baru Menuju Ekonomi yang Menciptakan Lebih Banyak Pekerjaan

Berau Growth 2035: Jalan Baru Menuju Ekonomi yang Menciptakan Lebih Banyak Pekerjaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 41
  • print Cetak

Oleh: Mupit Datusahlan, Sekretaris DPD PSI Berau

Di setiap pembahasan mengenai pembangunan daerah, ada satu kekeliruan yang kerap berulang. Banyak orang berbicara tentang seperti apa wajah daerah yang ideal, tetapi jauh lebih sedikit yang membahas bagaimana fondasi menuju ke sana dibangun.

Membangun daerah, seperti membangun rumah, bukan hanya soal menggambar desain yang indah. Dibutuhkan bahan yang kuat, tenaga kerja yang terampil, pembiayaan yang memadai, dan keberanian mengambil keputusan ketika tantangan datang.

Di sisi lain, kritik memang penting sebagai pengingat arah. Namun pelaksana kebijakan di lapangan dihadapkan pada kenyataan yang jauh lebih kompleks: keterbatasan anggaran, birokrasi yang panjang, kualitas sumber daya manusia yang belum merata, hingga tuntutan masyarakat yang terus berkembang.

Karena itu, persoalan terbesar pembangunan bukanlah perbedaan pandangan antara pengkritik dan pemerintah. Musuh sesungguhnya adalah kebuntuan—ketika ekonomi melambat, investasi berjalan di tempat, lapangan kerja semakin sempit, dan pemerintah hanya sibuk mempertahankan keadaan tanpa keberanian melakukan terobosan.

Berau hari ini masih bertumpu pada sektor pertambangan, perkebunan, dan belanja pemerintah. Ketiga sektor tersebut memang menjadi penopang ekonomi daerah selama bertahun-tahun. Namun ketergantungan terhadap sektor primer menyimpan risiko besar. Harga komoditas selalu berfluktuasi, kapasitas fiskal pemerintah memiliki batas, sementara jumlah pencari kerja terus bertambah setiap tahun.

Apabila pola pembangunan tidak berubah, lima hingga sepuluh tahun ke depan tekanan terhadap ekonomi daerah diperkirakan akan semakin besar. Karena itu, Berau memerlukan mesin pertumbuhan ekonomi baru, bukan sekadar menambah daftar program pembangunan.

Salah satu peluang terbesar adalah hilirisasi sawit berbasis masyarakat. Selama ini sebagian besar hasil sawit masih keluar sebagai bahan baku sehingga nilai tambah dinikmati daerah lain. Berau memiliki peluang mendorong lahirnya industri minyak goreng lokal, pakan ternak berbahan limbah sawit, pupuk organik, hingga biomassa dan energi terbarukan. Hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru.

Potensi lain yang belum dimaksimalkan adalah sektor pariwisata. Selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada kawasan Kepulauan Derawan. Padahal Berau memiliki bentang alam, budaya, sungai, hutan tropis, hingga kekayaan kuliner yang tersebar hampir di setiap kecamatan. Apabila setiap wilayah mampu mengembangkan satu destinasi unggulan berbasis masyarakat, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, tetapi juga pedagang kecil, nelayan, petani, hingga pelaku UMKM.

Di sisi lain, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) seharusnya dipandang sebagai pasar ekonomi baru, bukan ancaman. Berau memiliki peluang memasok kebutuhan pangan, hasil perikanan, produk perkebunan, jasa konstruksi, tenaga kerja terampil, hingga paket wisata akhir pekan. Tantangannya bukan pada ada atau tidaknya peluang, melainkan kesiapan daerah membangun ekosistem usaha yang mampu menjadi bagian dari rantai pasok IKN.

Pembangunan infrastruktur juga perlu bergeser dari pendekatan fisik menuju pendekatan produktif. Jalan, pelabuhan, maupun fasilitas publik semestinya diukur dari dampaknya terhadap penurunan biaya distribusi, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja. Infrastruktur yang tidak menghubungkan sentra produksi dengan pasar hanya akan menjadi aset fisik tanpa nilai tambah ekonomi yang signifikan.

Demikian pula dengan investasi. Keberhasilan tidak cukup diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk. Yang lebih penting adalah berapa banyak tenaga kerja lokal yang terserap, seberapa besar keterlibatan UMKM, serta seberapa panjang rantai ekonomi yang tercipta bagi masyarakat.

Berangkat dari kondisi tersebut, Berau memerlukan arah pembangunan jangka panjang yang lebih terintegrasi melalui gagasan “Berau Growth 2035”. Konsep ini menempatkan lima prioritas utama sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah, yakni hilirisasi sawit dan pertanian, pariwisata berbasis komunitas, integrasi ekonomi dengan IKN, pembangunan infrastruktur produktif, serta investasi padat karya yang melibatkan UMKM.

Tujuan akhirnya bukan semata mengejar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, menjaga daya beli masyarakat, melahirkan kelas menengah baru, dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif.

Pada akhirnya, Berau tidak kekurangan gagasan maupun orang-orang yang mampu mengidentifikasi persoalan. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengubah arah ketika pola pembangunan lama mulai kehilangan daya dorong.

Dengan kekayaan sumber daya alam, posisi strategis di Kalimantan Timur, serta peluang yang lahir dari pembangunan IKN, masa depan Berau sesungguhnya masih sangat terbuka. Pertanyaannya bukan lagi apakah Berau mampu maju, melainkan apakah seluruh pemangku kepentingan berani membangun mesin ekonomi baru yang mampu menghadirkan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, dan memberi harapan bagi lebih banyak keluarga di Bumi Batiwakkal.(*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Listrik Merata, Harapan Baru untuk Perekonomian dan Pendidikan Berau

    Listrik Merata, Harapan Baru untuk Perekonomian dan Pendidikan Berau

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 635
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Hingga kini, sejumlah wilayah di Kabupaten Berau masih belum menikmati aliran listrik. Kondisi ini mendapat sorotan dari DPRD Berau, yang mendesak pemerintah untuk segera mencari solusi agar cakupan listrik bisa merata. Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman, menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. “Banyak hal […]

  • Atlet Muda Berau Bersinar di Kejurda Catur Junior Kaltim 2024

    Atlet Muda Berau Bersinar di Kejurda Catur Junior Kaltim 2024

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Keikutsertaan Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Kabupaten Berau dalam Kejuaraan Open Turnamen Catur Junior Piala Gubernur KALTIM 2024 dan Kejurda Catur Junior Kaltim tahun 2024 di Samarinda terus menunjukkan hasil yang membanggakan. Memasuki hari kedua kompetisi, delegasi Berau kembali meraih prestasi gemilang di nomor Catur Cepat. Asqalani, atlet muda asal SMPN 3 Tanjung […]

  • Gunung Tabur Hadirkan Pedestrian Ikonik Bernuansa Kesultanan di Depan Museum Batiwakkal

    Gunung Tabur Hadirkan Pedestrian Ikonik Bernuansa Kesultanan di Depan Museum Batiwakkal

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 688
    • 0Komentar

    BERAU — Wajah baru kawasan depan Museum Batiwakkal di Kelurahan Gunung Tabur kini menarik perhatian. Sebuah pedestrian megah dengan sentuhan arsitektur budaya Melayu dan kejayaan Kesultanan Gunung Tabur resmi hadir sebagai ikon baru ruang publik di wilayah pesisir bersejarah ini. Dibangun menghadap langsung ke Sungai Berau, jalur pedestrian ini memadukan unsur heritage dan keindahan tata […]

  • Yovandi Pamit dari Kejari Berau, Sri Juniarsih Titip Sinergi pada Gusti Hamdani

    Yovandi Pamit dari Kejari Berau, Sri Juniarsih Titip Sinergi pada Gusti Hamdani

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 534
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Berau berlangsung dalam suasana haru dan penuh kehangatan di Hotel Bumi Segah, Selasa, 29 Juli 2025. Jabatan strategis itu kini resmi berpindah tangan dari Yovandi Yazid kepada Gusti Hamdani. Yovandi Yazid, yang telah memimpin Kejari Berau selama beberapa tahun terakhir, mendapat amanah baru sebagai Asisten […]

  • Bupati Sri Juniarsih Mau Budaya Berau Tetap Hidup Lewat Pelatihan Gambus

    Bupati Sri Juniarsih Mau Budaya Berau Tetap Hidup Lewat Pelatihan Gambus

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menggelar pelatihan alat musik tradisional gambus selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor Disbudpar Berau dan diikuti oleh sekitar 20 pelajar tingkat SLTA dari beberapa sekolah di Berau. Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan […]

  • Dinkes Berau Disorot DPRD, Jawab dengan Anggaran Fantastis untuk Layanan Kesehatan

    Dinkes Berau Disorot DPRD, Jawab dengan Anggaran Fantastis untuk Layanan Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    BERAU — Dinas Kesehatan Kabupaten Berau berupaya mengoptimalkan penggunaan anggaran daerah guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Langkah ini diambil menyusul sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap kinerja pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengatakan pihaknya memandang kritik dari legislatif sebagai bentuk perhatian sekaligus dorongan untuk memperbaiki kinerja layanan […]

expand_less