Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Dinas Pangan: Produksi Beras Berau Belum Mampu Kejar Kebutuhan Warga

Dinas Pangan: Produksi Beras Berau Belum Mampu Kejar Kebutuhan Warga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 97
  • print Cetak

BERAU – Kabupaten Berau masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan kemandirian pangan. Dari 12 komoditas pangan utama yang menjadi kebutuhan masyarakat, hanya jagung pipilan kering yang saat ini mampu dipenuhi dari produksi lokal. Sementara 11 komoditas lainnya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Data Dinas Pangan Kabupaten Berau menunjukkan kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat, terutama pada periode tertentu seperti menjelang hari besar keagamaan. Perhitungan kebutuhan tersebut mengacu pada metodologi dan petunjuk teknis yang ditetapkan Badan Pangan Nasional.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama Dinas Pangan Berau, Muhammad Arsyad, mengatakan kebutuhan beras masyarakat Berau mencapai sekitar 2.000 ton per bulan atau setara 24.000 ton sepanjang 2026. Selain beras, kebutuhan jagung pipilan kering berkisar 300–400 ton per bulan, kedelai 140–155 ton, bawang merah 73–81 ton, serta bawang putih 62–70 ton per bulan.

Komoditas lainnya juga mencatat kebutuhan yang cukup tinggi. Cabai besar atau cabai keriting dibutuhkan sekitar 27–30 ton per bulan, cabai rawit 63–72 ton, daging ayam ras 358–415 ton, telur ayam ras 327–384 ton, gula pasir 185–210 ton, dan minyak goreng 372–427 ton per bulan.

Menurut Arsyad, lonjakan kebutuhan paling signifikan terjadi pada komoditas daging sapi. Dalam kondisi normal, kebutuhan daging sapi berada di kisaran 50 ton per bulan. Namun pada Mei lalu, yang bertepatan dengan perayaan Iduladha, kebutuhan meningkat hingga 148 ton.

“Khusus di bulan Mei kemarin yang memang ada Iduladha hari raya kurban itu 148 ton, 3 kali lipat ya dari kebutuhan normalnya,” ujarnya, Kamis, 10 Juni 2026.

Berdasarkan proyeksi tahunan, kebutuhan jagung pipilan kering di Berau mencapai sekitar 5.400 ton. Adapun kebutuhan kedelai diperkirakan 1.800 ton, bawang merah 904 ton, bawang putih 787 ton, cabai besar 352 ton, cabai rawit 814 ton, serta daging sapi 741 ton per tahun.

Arsyad menjelaskan angka kebutuhan daging sapi tersebut belum memasukkan konsumsi pada periode Iduladha yang dapat mendorong kebutuhan tahunan melampaui 1.000 ton.

“Ini di luar Iduladha karena Iduladha sendiri kan dia sudah seribu lebih, karena memang itu situasi ya, pada saat memang orang berkurban, jadi tidak dihitung secara rata-rata,” jelasnya.

Sementara itu, kebutuhan tahunan daging ayam ras diperkirakan mencapai 4.601 ton, telur ayam ras 4.063 ton, gula pasir 2.377 ton, dan minyak goreng 4.774 ton.

Besarnya kebutuhan tersebut belum diimbangi kemampuan produksi lokal. Menurut Arsyad, sejumlah komoditas yang berpotensi diproduksi di Berau, termasuk beras, masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.

“Berarti produksi kita kurang di sini, belum mampu. Kalau bawang putih, gula, sama minyak goreng ya memang kita enggak ada sama sekali di sini,” katanya.

Ia menilai Berau sebenarnya memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan beras secara mandiri. Namun hingga kini produksi petani lokal belum mencapai tingkat yang dibutuhkan sehingga pasokan dari luar daerah masih menjadi penyangga utama.

Meski demikian, Dinas Pangan memastikan ketersediaan pangan di Berau masih dalam kondisi aman. Kebutuhan masyarakat dinilai dapat dipenuhi melalui kombinasi produksi lokal dan pasokan dari luar daerah.

“Dari produksi lokal yang ada ditambah memang lebih besar pemasokan dari luar itu sudah cukup sih untuk masyarakat dari perhitungan kita,” ujarnya.

Saat ini sebagian besar kebutuhan pangan Berau dipasok dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Komoditas daging ayam, telur ayam ras, dan daging sapi didatangkan dari Sulawesi serta sebagian dari Jawa melalui jalur peti kemas. Sementara komoditas sayuran dipasok dari Sulawesi melalui jalur laut Teluk Sulaiman, sedangkan minyak goreng berasal dari Samarinda maupun Jawa melalui jaringan distributor yang beroperasi di Berau. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantor Hingga Sekolah Diliburkan saat Pencoblosan Pilkada Serentak 2024

    Kantor Hingga Sekolah Diliburkan saat Pencoblosan Pilkada Serentak 2024

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 769
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Meskipun tak ada edaran resmi dari Dinas Pendidikan terkait libur sekolah di hari H pencoblosan Pilkada serentak 2024, namun dapat dipastikan jika semua sekolah akan libur pada 27 November 2024. “Benar itu aturan dari pusat, dimana pada hari pencoblosan menjadi libur nasional. Kami di daerah tinggal mengikuti saja,” ujar Kepala Disdik Berau, Mardiatul […]

  • Kasus Dugaan Pelecehan Perawat di RSUD Soemarno Diproses Polisi, Manajemen Tunggu Hasil Hukum

    Kasus Dugaan Pelecehan Perawat di RSUD Soemarno Diproses Polisi, Manajemen Tunggu Hasil Hukum

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 628
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR — Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Bulungan, dr. Widodo DS, Sp.Jp, angkat bicara terkait kasus dugaan pelecehan terhadap seorang perawat yang belakangan viral di media sosial. Widodo menegaskan manajemen rumah sakit berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi pasien maupun tenaga kesehatan. “Kami berkomitmen untuk menciptakan suasana kerja yang aman […]

  • Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan

    Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Program Bangga Kencana yang digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Berau mendapat apresiasi dari Penjabat (Pjs) Bupati Berau, Sufian Agus. Program ini diakui sebagai langkah strategis dalam pengentasan stunting, sebuah isu kesehatan yang mendesak di daerah ini. Bangga Kencana bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang […]

  • Pemulihan Pascabanjir Terkendala Listrik, Pemkab Diminta Turun Tangan

    Pemulihan Pascabanjir Terkendala Listrik, Pemkab Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 525
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kondisi pasca bencana banjir bandang di dua kampung terparah di Kecamatan Segah yakni Kampung Long Laai dan Long Ayap, memerlukan perhatian khusus. Hal ini diungkapkan Camat Segah, Noor Alam saat menghadiri rapat terbatas pembahasan penanganan bencana. “Yang jadi masalah saat ini di Kampung Long Laai dan Long Ayap, adalah kebutuhan penerangan atau […]

  • ‎Fermentasi Jadi Kunci, Petani Kakao Berau Didampingi Tingkatkan Mutu

    ‎Fermentasi Jadi Kunci, Petani Kakao Berau Didampingi Tingkatkan Mutu

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 897
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB – Pendampingan bagi petani kakao perlu diperhatingan agar mampu menghasilkan biji berkualitas ekspor. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong petani melakukan fermentasi secara mandiri. ‎Sekarang masih banyak petani yang memilih menjual biji basah karena dianggap cepat dapat uang. Padahal harga biji fermentasi bisa jauh lebih tinggi. ‎Untuk itu, Kepala Dinas Perkebunan Lita Handini […]

  • Percepatan Perhutanan Sosial untuk Perkuat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

    Percepatan Perhutanan Sosial untuk Perkuat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong percepatan program perhutanan sosial sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut diperkuat melalui penyusunan langkah strategis pengelolaan hutan untuk periode 2026–2030. Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan program perhutanan sosial memberikan manfaat tidak hanya bagi pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi […]

expand_less