Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Dinas Pangan: Produksi Beras Berau Belum Mampu Kejar Kebutuhan Warga

Dinas Pangan: Produksi Beras Berau Belum Mampu Kejar Kebutuhan Warga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 158
  • print Cetak

BERAU – Kabupaten Berau masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan kemandirian pangan. Dari 12 komoditas pangan utama yang menjadi kebutuhan masyarakat, hanya jagung pipilan kering yang saat ini mampu dipenuhi dari produksi lokal. Sementara 11 komoditas lainnya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Data Dinas Pangan Kabupaten Berau menunjukkan kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat, terutama pada periode tertentu seperti menjelang hari besar keagamaan. Perhitungan kebutuhan tersebut mengacu pada metodologi dan petunjuk teknis yang ditetapkan Badan Pangan Nasional.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama Dinas Pangan Berau, Muhammad Arsyad, mengatakan kebutuhan beras masyarakat Berau mencapai sekitar 2.000 ton per bulan atau setara 24.000 ton sepanjang 2026. Selain beras, kebutuhan jagung pipilan kering berkisar 300–400 ton per bulan, kedelai 140–155 ton, bawang merah 73–81 ton, serta bawang putih 62–70 ton per bulan.

Komoditas lainnya juga mencatat kebutuhan yang cukup tinggi. Cabai besar atau cabai keriting dibutuhkan sekitar 27–30 ton per bulan, cabai rawit 63–72 ton, daging ayam ras 358–415 ton, telur ayam ras 327–384 ton, gula pasir 185–210 ton, dan minyak goreng 372–427 ton per bulan.

Menurut Arsyad, lonjakan kebutuhan paling signifikan terjadi pada komoditas daging sapi. Dalam kondisi normal, kebutuhan daging sapi berada di kisaran 50 ton per bulan. Namun pada Mei lalu, yang bertepatan dengan perayaan Iduladha, kebutuhan meningkat hingga 148 ton.

“Khusus di bulan Mei kemarin yang memang ada Iduladha hari raya kurban itu 148 ton, 3 kali lipat ya dari kebutuhan normalnya,” ujarnya, Kamis, 10 Juni 2026.

Berdasarkan proyeksi tahunan, kebutuhan jagung pipilan kering di Berau mencapai sekitar 5.400 ton. Adapun kebutuhan kedelai diperkirakan 1.800 ton, bawang merah 904 ton, bawang putih 787 ton, cabai besar 352 ton, cabai rawit 814 ton, serta daging sapi 741 ton per tahun.

Arsyad menjelaskan angka kebutuhan daging sapi tersebut belum memasukkan konsumsi pada periode Iduladha yang dapat mendorong kebutuhan tahunan melampaui 1.000 ton.

“Ini di luar Iduladha karena Iduladha sendiri kan dia sudah seribu lebih, karena memang itu situasi ya, pada saat memang orang berkurban, jadi tidak dihitung secara rata-rata,” jelasnya.

Sementara itu, kebutuhan tahunan daging ayam ras diperkirakan mencapai 4.601 ton, telur ayam ras 4.063 ton, gula pasir 2.377 ton, dan minyak goreng 4.774 ton.

Besarnya kebutuhan tersebut belum diimbangi kemampuan produksi lokal. Menurut Arsyad, sejumlah komoditas yang berpotensi diproduksi di Berau, termasuk beras, masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.

“Berarti produksi kita kurang di sini, belum mampu. Kalau bawang putih, gula, sama minyak goreng ya memang kita enggak ada sama sekali di sini,” katanya.

Ia menilai Berau sebenarnya memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan beras secara mandiri. Namun hingga kini produksi petani lokal belum mencapai tingkat yang dibutuhkan sehingga pasokan dari luar daerah masih menjadi penyangga utama.

Meski demikian, Dinas Pangan memastikan ketersediaan pangan di Berau masih dalam kondisi aman. Kebutuhan masyarakat dinilai dapat dipenuhi melalui kombinasi produksi lokal dan pasokan dari luar daerah.

“Dari produksi lokal yang ada ditambah memang lebih besar pemasokan dari luar itu sudah cukup sih untuk masyarakat dari perhitungan kita,” ujarnya.

Saat ini sebagian besar kebutuhan pangan Berau dipasok dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Komoditas daging ayam, telur ayam ras, dan daging sapi didatangkan dari Sulawesi serta sebagian dari Jawa melalui jalur peti kemas. Sementara komoditas sayuran dipasok dari Sulawesi melalui jalur laut Teluk Sulaiman, sedangkan minyak goreng berasal dari Samarinda maupun Jawa melalui jaringan distributor yang beroperasi di Berau. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketahanan Pangan Lokal Diuji

    Ketahanan Pangan Lokal Diuji

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    BERAU — Di tengah tekanan inflasi dan kenaikan harga bahan pokok, pemerintah daerah mulai mendorong masyarakat untuk mengadopsi pola konsumsi alternatif. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengusulkan agar warga menanam singkong dan beternak lele sebagai langkah menjaga ketahanan pangan rumah tangga. Usulan tersebut dinilai sebagai langkah sederhana namun strategis, mengingat tingginya ketergantungan Berau terhadap […]

  • Jejak Karya Berau di Panggung INACRAFT 2025

    Jejak Karya Berau di Panggung INACRAFT 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.642
    • 0Komentar

    JAKARTA- Sorotan lampu-lampu pameran memantulkan kilau keemasan dari anyaman rotan yang tersusun rapi di salah satu stan di Jakarta Convention Center (JCC). Di balik meja pajangan, Sri Aslinda Gamalis, Ketua Dekranasda Kabupaten Berau, menyapa pengunjung dengan senyum hangat. Hari itu, Berau hadir dalam perhelatan akbar industri kerajinan, INACRAFT 2025, dengan harapan besar, membawa warisan budaya […]

  • BNPB Kirim Peralatan untuk Kaltim, Pemprov Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

    BNPB Kirim Peralatan untuk Kaltim, Pemprov Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 59
    • 0Komentar

    PPU — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menerima bantuan peralatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di tengah status siaga darurat karhutla. Bantuan tersebut diserahkan di kawasan Bukit Tengkorak, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa, 15 September 2026. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim […]

  • Ketika Leluhur Menuntun Alam: Manugal Dayak Merabu Pikat Wisatawan

    Ketika Leluhur Menuntun Alam: Manugal Dayak Merabu Pikat Wisatawan

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Di balik pesona karst dan danau-danau cantik di Kampung Merabu, terdapat satu tradisi yang hingga kini tetap dijaga dan menjadi identitas budaya masyarakat Dayak Lebo: Manugal. Tradisi ini bukan sekadar cara bertani, tetapi juga menjadi atraksi budaya yang menarik minat wisatawan untuk melihat langsung kearifan lokal yang terus diwariskan lintas generasi. Manugal […]

  • Anggaran Jadi Kendala, Pembangunan Sekolah Rakyat Berau Gagal 2026

    Anggaran Jadi Kendala, Pembangunan Sekolah Rakyat Berau Gagal 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

      Tanjung Redeb – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Berau belum dapat direalisasikan pada 2026 akibat belum tuntasnya persiapan lahan. Proyek yang bersumber dari dana pemerintah pusat itu mensyaratkan lahan siap bangun dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, mengatakan kendala utama terletak pada proses pembersihan lahan (land clearing) yang belum selesai karena […]

  • Berau Jadi Contoh Nasional, 99 Ribu Hektare Hutan Sosial Dikelola Masyarakat

    Berau Jadi Contoh Nasional, 99 Ribu Hektare Hutan Sosial Dikelola Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 671
    • 0Komentar

    Jakarta — Komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam mendukung program perhutanan sosial mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kabupaten yang dipimpin Bupati Sri Juniarsih Mas itu dinobatkan sebagai salah satu dari tiga daerah terbaik di Indonesia dalam penerapan perhutanan sosial. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar, kepada Bupati Berau dalam acara puncak Festival […]

expand_less