Kenaikan Harga TBS Sawit Berlanjut, Petani Plasma Kaltim Dapat Angin Segar
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak

SAMARINDA — Harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun mitra di Kalimantan Timur kembali naik pada periode I Juli 2026. Kenaikan dipicu menguatnya harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil atau CPO) di pasar global serta meningkatnya permintaan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengatakan harga rata-rata tertimbang CPO pada periode tersebut ditetapkan sebesar Rp14.938,62 per kilogram, sedangkan harga kernel mencapai Rp12.603,14 per kilogram.
“Harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp 14.938,62 per kilogram, sedangkan harga kernel mencapai Rp 12.603,14 per kilogram,” ujar Muzakkir dalam keterangan resmi, Kamis, 16 Juli 2026.
Berdasarkan hasil penetapan tim, harga TBS untuk tanaman berumur tiga tahun mencapai Rp3.053,46 per kilogram dan terus meningkat seiring usia produktif tanaman. Harga tertinggi tercatat pada tanaman berumur 10 hingga 20 tahun, yakni Rp3.477,55 per kilogram.
Sementara itu, TBS dari tanaman berumur 21 tahun ditetapkan sebesar Rp3.426,62 per kilogram. Harga kemudian menurun menjadi Rp3.357,23 per kilogram untuk umur 22 tahun, Rp3.282,28 per kilogram pada umur 23 tahun, Rp3.244,92 per kilogram untuk umur 24 tahun, dan Rp3.214,22 per kilogram pada tanaman berumur 25 tahun.
Menurut Muzakkir, daftar harga tersebut berlaku sebagai acuan bagi pekebun kelapa sawit yang bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Timur, terutama petani plasma.
Ia berharap pola kemitraan antara kelompok tani dan perusahaan dapat menjaga stabilitas harga TBS di tingkat petani sehingga tidak mudah dipengaruhi praktik permainan harga oleh tengkulak.
Dengan stabilitas harga tersebut, kesejahteraan petani kelapa sawit di Kalimantan Timur diharapkan terus meningkat. (Provkt/afn)
- Penulis: admin
