Sri Juniarsih Genjot Transformasi Digital Berau, Diskominfo Bentuk KIM hingga Tingkat Kampung
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Komitmen tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan digitalisasi sebagai salah satu fokus utama dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Berau Tahun 2027 di Ruang Pertemuan RPJPD Bapelitbang, Selasa (4/7/2026), Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik berbasis digital sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Musrenbang tahun ini mengusung tema “Tata Kelola Pemerintahan Kolaboratif-Inovatif Berbasis Digital untuk Peningkatan Layanan Publik dan Perwujudan Kesejahteraan Sosial yang Berkeadilan”. Tema tersebut menjadi pijakan dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Berau.
Menurut Sri Juniarsih, RKPD Tahun 2027 memiliki posisi strategis karena menjadi tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kabupaten Berau 2025–2029. Karena itu, setiap program pembangunan harus disusun secara terukur dan berorientasi pada kebutuhan prioritas masyarakat.
“Setiap usulan program harus disusun secara rasional, terukur, dan berbasis kebutuhan prioritas, sehingga setiap anggaran yang dikeluarkan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain fokus pada penurunan angka stunting dan penguatan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM serta peningkatan investasi, pemerintah daerah juga menempatkan digitalisasi layanan publik sebagai agenda utama pembangunan.
Di tingkat pelaksana, komitmen tersebut mulai diterjemahkan melalui berbagai program yang dijalankan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau. Salah satunya dengan membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai wadah literasi digital di tingkat kampung.
Kepala Dinas Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan pembentukan KIM dilakukan untuk mempercepat kesiapan masyarakat menghadapi perubahan sistem pelayanan publik yang kini semakin banyak berbasis digital.
Menurut Didi, KIM dirancang sebagai sarana edukasi dan literasi digital yang dikelola langsung oleh masyarakat kampung. Melalui wadah tersebut, warga akan didorong aktif mengelola media informasi berbasis digital yang dapat menjadi sumber informasi lokal sekaligus sarana komunikasi dengan pemerintah daerah.
Media yang dikelola masyarakat itu nantinya diharapkan menjadi pusat informasi kegiatan kampung, sekaligus kanal untuk menyampaikan aspirasi dan memperoleh informasi mengenai kebijakan maupun program pembangunan pemerintah.
“Melalui KIM, kami berharap terbentuk komunikasi yang timbal balik. Aspirasi masyarakat di kampung bisa tersampaikan dengan cepat melalui media KIM, dan sebaliknya, pemerintah juga dapat menyosialisasikan kebijakan pemerintahan serta pembangunan berbasis digital secara lebih efektif,” ujar Didi saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026).
Didi menilai keberadaan KIM menjadi semakin penting di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Berau mewujudkan konsep smart city. Melalui pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin siap memanfaatkan teknologi dalam berbagai layanan administrasi maupun pelayanan publik yang terintegrasi secara daring.
Diskominfo Berau optimistis program tersebut dapat membantu mengurangi kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan kampung. Dengan meningkatnya literasi digital masyarakat, proses transformasi layanan pemerintahan berbasis teknologi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Berau. (tnr/adv)
- Penulis: admin

