Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » Antrean BBM Tak Kunjung Selesai, DPRD Kaltara Gerakkan Satgas Terpadu di Bulungan

Antrean BBM Tak Kunjung Selesai, DPRD Kaltara Gerakkan Satgas Terpadu di Bulungan

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 287
  • print Cetak

TANJUNG SELOR – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bulungan kembali memantik reaksi keras dari para pemangku kebijakan di Kalimantan Utara. Masalah klasik distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi itu kini resmi diangkat ke meja Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kalimantan Utara pada Senin (11/5) sore.

Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, menyampaikan bahwa rapat bersama lintas institusi tersebut menyepakati pembentukan satuan tugas (Satgas) terpadu untuk mengawal distribusi BBM, khususnya di Bulungan, yang selama ini kerap dilanda antrean panjang.

RDP itu menghadirkan unsur Kejaksaan, Kepolisian, TNI, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dari forum itulah mengemuka kebutuhan akan satu tim pengawas bersama yang bekerja secara terkoordinasi di lapangan.

“Kita akan membuat tim terpadu yang melibatkan aparat penegak hukum dan OPD terkait, khususnya di Bulungan,” ujar Achmad Djufrie usai RDP.

Menurut Djufrie, antrean BBM di Bulungan bukan lagi persoalan insidental. Fenomena serupa, kata dia, berulang dalam beberapa tahun terakhir sehingga menimbulkan kecurigaan adanya praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi. DPRD pun mendesak agar pengawasan diperketat, terutama terhadap pola-pola distribusi yang selama ini rawan dimanipulasi.

Salah satu sorotan utama ialah dugaan aktivitas “pengetap” – kendaraan yang berulang kali mengisi BBM dengan berbagai cara demi meraup keuntungan pribadi. Praktik semacam ini diduga kuat menjadi salah satu faktor pemicu mengularnya antrean di SPBU.

Djufrie mengungkapkan, dari hasil penelusuran, muncul beragam modus penyalahgunaan barcode pembelian BBM subsidi. Di permukaan, barcode tampak sesuai dengan nomor kendaraan, namun ketika dicocokkan, data di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) berbeda.

“Modus seperti ini cukup banyak ditemukan. Barcode cocok dengan plat kendaraan, tetapi STNK berbeda. Ini yang akan menjadi perhatian serius,” katanya.

Ia menjelaskan, Satgas terpadu saat ini tinggal menunggu pemetaan teknis yang tengah disusun biro ekonomi dan OPD terkait. Menurut Djufrie, Polda Kaltara, Kejaksaan, dan Korem sudah menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan tim tersebut.

Satgas tidak hanya akan bertugas mengawasi, tetapi juga melakukan pembinaan serta penindakan terhadap pelanggaran distribusi BBM subsidi. Pemerintah Provinsi Kaltara akan menjadi koordinator utama, yang kemudian berjejaring dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Dalam RDP itu, perwakilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltara menegaskan dukungan terhadap langkah pembentukan Satgas. Kejaksaan menilai, pengawasan distribusi BBM harus dilakukan secara serius agar kuota subsidi tepat sasaran dan benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.

Kejaksaan juga menekankan, jika ditemukan pelanggaran dalam pendataan maupun distribusi, sanksi dapat dijatuhkan. Evaluasi kuota BBM bagi pihak-pihak yang terindikasi menyimpang pun menjadi opsi yang disiapkan.

Dukungan serupa datang dari Kepolisian melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kaltara. Kepolisian berharap, Satgas terpadu mampu memperkuat pengawasan di lapangan dan pada akhirnya mengurai antrean panjang BBM di Kalimantan Utara, terutama di Bulungan.

Di sisi lain, publik menaruh harapan besar pada Satgas ini. Antrean berkepanjangan di SPBU selama ini bukan hanya menghabiskan waktu warga, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan transportasi di daerah.

Dengan keterlibatan DPRD, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga TNI dalam satu pola pengawasan terpadu, diharapkan distribusi BBM subsidi menjadi lebih tepat sasaran dan ruang bagi praktik penyalahgunaan semakin sempit.

“Kami akan memastikan agar pesoalan antrian BBM dapat diselesaikan dengan terbentuknya tim terpadu” tutupnya Djufrie. (Lia)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsumsi Pangan Berau Masih Didominasi Beras dan Terigu

    Konsumsi Pangan Berau Masih Didominasi Beras dan Terigu

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 871
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, menyoroti skor Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat yang masih tertinggal dari rata-rata nasional. Pada 2024, skor PPH Berau tercatat 85,7, sementara angka nasional sudah mencapai 93,5. “Semakin tinggi skor PPH, semakin beragam jenis pangan yang dikonsumsi masyarakat. Skor PPH Berau sudah bagus, tetapi masih di […]

  • Integritas Jadi Penentu, Pemkab Berau Minta OPD Tak Sepelekan Pengelolaan Anggaran

    Integritas Jadi Penentu, Pemkab Berau Minta OPD Tak Sepelekan Pengelolaan Anggaran

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemkab Berau mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih cermat dalam mengelola anggaran, terutama menyangkut pengeluaran kas dinas. Ketidakhati-hatian, apalagi disertai niat menyimpang, dinilai bisa berujung pada proses hukum. Peringatan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan keuangan daerah yang berlangsung di Ballroom Tokyo, […]

  • Curanmor di Berau Terungkap, Pelaku Gadaikan Motor Rp2 Juta per Unit

    Curanmor di Berau Terungkap, Pelaku Gadaikan Motor Rp2 Juta per Unit

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 886
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Satuan Reserse Kriminal Polsek Tanjung Redeb, Polres Berau, berhasil membekuk seorang pria berinisial NI (27) yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah Tanjung Redeb. Penangkapan dilakukan pada Rabu malam, 1 Oktober 2025, sekitar pukul 20.00 Wita, menyusul laporan masyarakat yang resah dengan maraknya kasus curanmor. Kepala Seksi Humas […]

  • Musim Mudik, Ketua DPRD Berau Minta Kolaborasi Masyarakat dan Petugas Keamanan

    Musim Mudik, Ketua DPRD Berau Minta Kolaborasi Masyarakat dan Petugas Keamanan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 788
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Menjelang musim mudik, masyarakat Kabupaten Berau diingatkan untuk lebih memperhatikan keamanan rumah yang ditinggalkan. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengimbau warga agar memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum bepergian dalam waktu lama. Menurut Dedy, tradisi mudik yang biasanya meningkat menjelang hari besar kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak […]

  • Bidik Sektor Perikanan, Investor Asal Tiongkok Janjikan Teknologi Canggih untuk Berau

    Bidik Sektor Perikanan, Investor Asal Tiongkok Janjikan Teknologi Canggih untuk Berau

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 527
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Potensi besar sektor perikanan di Kabupaten Berau kembali menarik perhatian investor asing. Kali ini, investor asal Tiongkok menyatakan minat untuk menanamkan modalnya di wilayah pesisir Berau, dengan membawa teknologi pengolahan hasil laut yang diklaim mampu menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan ikan tangkapan. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, […]

  • Takut Salah Berujung Mandek, Sekda Berau Bongkar Penyebab ASN Enggan Bertindak

    Takut Salah Berujung Mandek, Sekda Berau Bongkar Penyebab ASN Enggan Bertindak

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau menyoroti sikap ragu aparatur sipil negara dalam menjalankan pengadaan barang dan jasa. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat pelaksanaan program serta berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari. Sekretaris Daerah Berau, M Said, mengatakan masih terdapat pejabat yang enggan menjalankan tugas karena kekhawatiran berlebihan, terutama terkait risiko hukum dalam proses pengadaan. Ia […]

expand_less