Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » Pria Tewas Usai Diduga Curi Mangga di Bontang, Polisi Telusuri Jejak Pengeroyokan

Pria Tewas Usai Diduga Curi Mangga di Bontang, Polisi Telusuri Jejak Pengeroyokan

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 343
  • print Cetak

BONTANG — Kematian seorang pria berinisial Ri di kawasan permukiman padat Jalan KS Tubun Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, kini resmi masuk meja penyidik. Peristiwa yang terjadi pada malam hari itu mendadak menyedot perhatian publik setelah potongan video keributan warga beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman yang viral, tampak kegaduhan di salah satu rumah warga. Di balik gambar yang beredar itulah polisi kini menelusuri dua dugaan tindak pidana sekaligus: penganiayaan yang berujung kematian dan pengeroyokan.

Kanit Pidum Polres Bontang, IPDA Markus Sihotang, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima dan memproses dua laporan berbeda terkait insiden tersebut.

“Saat ini ada dua laporan yang sedang kami proses, yakni dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan dugaan pengeroyokan,” ujar Markus, Senin (11/5/2026).

Dari rangkaian penyelidikan awal, Ri disebut datang ke lokasi bersama seorang rekan berinisial M. Keduanya diduga berniat mengambil mangga milik warga pada malam hari. Situasi berubah kacau ketika pemilik rumah memergoki aktivitas mereka.

Begitu aksinya diketahui, M disebut lebih dulu kabur. Ri yang masih berada di atas pohon memilih melompat untuk melarikan diri.

“Korban yang berada di atas pohon berusaha lompat, tetapi pijakannya tidak kuat sehingga jatuh ke belakang,” kata Markus.

Polisi menduga, saat terjatuh bagian belakang kepala Ri menghantam struktur beton di dekat parit yang berada tak jauh dari lokasi.

“Kepalanya terbentur ujung fondasi beton yang cukup tajam,” jelasnya.

Teriakan maling membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah dan menuju sumber suara. Namun perhatian massa saat itu lebih tertuju mengejar satu orang lain yang berhasil meloloskan diri.

Ri baru diketahui tergeletak beberapa saat kemudian. Warga yang menyisir area gelap di sekitar tempat kejadian perkara mendengar suara mirip dengkuran dari dekat parit.

“Setelah dicari menggunakan senter, ternyata ada seseorang tergeletak di lokasi,” ujarnya.

Markus menuturkan, warga sempat ragu untuk memindahkan tubuh Ri. Mereka khawatir upaya itu justru memperparah kondisi korban.

“Ada yang menyarankan agar korban jangan langsung disentuh dan meminta polisi segera dipanggil,” katanya.

Sekitar 10 menit kemudian, aparat kepolisian bersama petugas keamanan lingkungan tiba di lokasi. Ri lalu dievakuasi ke rumah sakit menggunakan kendaraan milik warga.

Meski temuan awal mengarah pada dugaan korban meninggal akibat jatuh saat berusaha kabur, penyidik tidak menutup mata terhadap laporan adanya pengeroyokan. Seluruh rangkaian kejadian masih dipetakan.

Untuk merangkai kronologi secara utuh, polisi telah menggelar prarekonstruksi di lokasi dan bersiap melanjutkannya ke tahap rekonstruksi.

“Prarekonstruksi kami lakukan supaya alur kejadiannya bisa terlihat lebih jelas,” ucap Markus.

Sampai saat ini, sedikitnya empat saksi telah dimintai keterangan. Penyidik juga tengah mengidentifikasi sejumlah orang yang terekam dalam video yang beredar di media sosial.

“Semua yang ada di video akan kami panggil dan dimintai keterangan terlebih dahulu,” katanya.

Markus menambahkan, peluang penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice tetap dipertimbangkan, dengan catatan seluruh pihak sepakat dan syarat hukum terpenuhi.

“Namun tetap kami pertimbangkan dulu apakah kasus ini memiliki dampak sosial yang luas atau tidak,” pungkasnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tawaran Pekerjaan Palsu, Dokter Gadungan di Berau Berakhir di Jeruji Besi

    Tawaran Pekerjaan Palsu, Dokter Gadungan di Berau Berakhir di Jeruji Besi

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.745
    • 0Komentar

    Sambaliung – H (25) Dokter gadungan terpaksa harus digiring ke Mapolres Berau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. H diringkus jajaran Satreskrim Polres Berau bukan lantaran melakukan mal praktik. Namun, karena adanya aksi cabul terhadap seorang wanita berinisial K (22). Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Ardian Rahayu Priyatna mengatakan kronologis kejadiannya. Dimana, pada hari Minggu, 18 Agustus 2024 […]

  • KPU Berau Terima Permohonan Gugatan PHPU dari Paslon Madri Pani dan Agus Wahyudi

    KPU Berau Terima Permohonan Gugatan PHPU dari Paslon Madri Pani dan Agus Wahyudi

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 805
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau telah menerima permohonan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Berau 2024, Madri Pani dan Agus Wahyudi (MPAW). Gugatan tersebut diajukan pada detik-detik terakhir masa permohonan yang diberikan oleh KPU Berau, yaitu sejak 4 Desember hingga 6 Desember 2024. Gugatan ini […]

  • Rp 20 Miliar untuk Perbaikan Jalan ke Kampung Buyung-Buyung

    Rp 20 Miliar untuk Perbaikan Jalan ke Kampung Buyung-Buyung

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 586
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemkab Berau kembali mengalokasikan anggaran signifikan untuk pembangunan infrastruktur desa. Pada tahun anggaran 2025, dana sebesar Rp20 miliar digelontorkan untuk memperbaiki jalan sepanjang 2,4 kilometer dari depan gapura menuju Kampung Buyung-Buyung. Proyek ini tidak berhenti di sana. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyatakan bahwa pembangunan jalan akan berlanjut hingga 2026, dengan tambahan anggaran sekitar […]

  • Makdendang 2026: Kolaborasi Musik, UMKM, dan Tradisi Pesisir di Jantung Tanjung Redeb

    Makdendang 2026: Kolaborasi Musik, UMKM, dan Tradisi Pesisir di Jantung Tanjung Redeb

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Berau — Event Organizer Matasanggam bersiap menggelar festival bertajuk Makdendang di Tanjung Redeb. Acara ini dirancang tidak hanya sebagai konser musik, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan ekonomi lokal serta ajang pelestarian budaya pesisir Berau. Perwakilan EO Matasanggam, Morten, mengatakan konsep Makdendang menggabungkan hiburan dengan aktivitas ekonomi melalui kehadiran puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah […]

  • Dukungan Anggaran Siap, Asal DLHK Transparan: DPRD Berau Soroti Pengelolaan Sampah

    Dukungan Anggaran Siap, Asal DLHK Transparan: DPRD Berau Soroti Pengelolaan Sampah

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 623
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Berau yang telah mendapatkan peringatan dari pemerintah pusat kini menjadi sorotan serius Komisi II DPRD Berau. Minimnya koordinasi antara legislatif dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dinilai menjadi salah satu hambatan utama dalam mencari solusi yang berkelanjutan. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menyatakan kekecewaannya […]

  • DPRD Berau Minta Lahan Menganggur Segera Dioptimalkan Sumadi Dorong Percepatan Produksi Pangan untuk Kemandirian Daerah

    DPRD Berau Minta Lahan Menganggur Segera Dioptimalkan Sumadi Dorong Percepatan Produksi Pangan untuk Kemandirian Daerah

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan perlunya percepatan pemanfaatan lahan-lahan menganggur sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, potensi pertanian di Berau masih besar namun belum terkelola maksimal sehingga pemerintah perlu memberikan perhatian lebih serius. “Ada banyak lahan yang sebenarnya bisa produktif, hanya belum digarap dengan optimal,” kata Sumadi. Ia mendorong […]

expand_less