Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » Dari Emas Hitam ke Hijau Sawah: Berau Siapkan Transisi Ekonomi

Dari Emas Hitam ke Hijau Sawah: Berau Siapkan Transisi Ekonomi

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
  • visibility 711
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk lebih serius dalam mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan. Langkah ini dinilai krusial guna mempersiapkan masa depan ekonomi daerah pasca berakhirnya era pertambangan di Bumi Batiwakkal.

“Saat ini, sektor tambang masih menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah. Namun, kita harus realistis bahwa industri ini tidak akan bertahan selamanya. Oleh karena itu, Pemkab perlu menyiapkan strategi agar perekonomian tetap stabil saat masa pasca-tambang tiba,” ujar Sumadi, belum lama ini.

Menurutnya, salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan memperkuat sektor pertanian dan perkebunan agar mampu menjadi penopang ekonomi daerah. Sumadi menegaskan bahwa kemandirian pangan harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Kita harus mendorong sektor pertanian menuju swasembada pangan. Kabupaten Berau memiliki potensi besar dalam mengembangkan berbagai komoditas, mulai dari hortikultura, tanaman pangan, hingga perkebunan seperti kelapa sawit dan kakao. Potensi ini harus dimaksimalkan dengan dukungan kebijakan yang tepat,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa perhatian pemerintah terhadap sektor ini harus lebih merata dan tidak hanya terfokus pada beberapa komoditas tertentu. Menurutnya, langkah ini penting agar seluruh potensi yang dimiliki Kabupaten Berau dapat berkembang secara optimal.

“Selama ini, perhatian terhadap sektor pertanian dan perkebunan cenderung hanya terpusat pada beberapa komoditas. Padahal, ada banyak potensi lain yang bisa dikembangkan. Pemerintah harus memiliki visi yang lebih luas dalam mengelola sektor ini,” katanya.

Sumadi juga menilai bahwa dengan pengelolaan yang serius dan terarah, sektor pertanian dan perkebunan dapat menjadi sumber pendapatan utama yang berkelanjutan bagi daerah, sekaligus menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal.

“Jika kita benar-benar serius menggarap sektor ini, maka kita bisa menciptakan masa depan yang lebih mandiri tanpa bergantung pada industri tambang. Sudah saatnya kita memikirkan keberlanjutan ekonomi daerah dengan cara yang lebih progresif dan berorientasi jangka panjang,” pungkasnya. (*/adv)

 

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPKBP3A Berau Bongkar Pola Pendatangan Anak dari Luar Daerah untuk Berjualan Saat Lebaran

    DPKBP3A Berau Bongkar Pola Pendatangan Anak dari Luar Daerah untuk Berjualan Saat Lebaran

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BERAU – Menjelang Idul Fitri, keberadaan anak-anak yang berjualan dan berkeliaran di jalanan kembali mencuat di Kabupaten Berau. Fenomena musiman ini menjadi sorotan serius Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPKBP3A) Berau, yang mengingatkan bahwa aktivitas membantu orang tua tidak boleh mengorbankan hak-hak dasar anak. Plt. Kepala Dinas PPKBP3A, Warji, melalui […]

  • Disdik Berau Kombinasikan BOSP dan Tamsil untuk Amankan Gaji Guru Honorer

    Disdik Berau Kombinasikan BOSP dan Tamsil untuk Amankan Gaji Guru Honorer

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    BERAU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau menyiapkan skema alternatif untuk menjamin pembayaran gaji guru non-ASN, khususnya mereka yang memiliki masa kerja di bawah dua tahun. Langkah ini ditempuh setelah perubahan kebijakan yang membuat pembayaran langsung dari anggaran daerah tidak lagi dimungkinkan. Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Disdik Berau, Mustaring, mengatakan persoalan […]

  • Jelang Iduladha, Lapak Kurban di Berau Sepi Pembeli meski Stok Melimpah

    Jelang Iduladha, Lapak Kurban di Berau Sepi Pembeli meski Stok Melimpah

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    BERAU — Lima hari menjelang Hari Raya Iduladha, lapak-lapak hewan kurban di Jl. Diponegoro, Kabupaten Berau, belum seramai tahun lalu. Di salah satu lokasi penjualan, deretan kambing dan sapi tampak terikat rapi, namun lalu-lalang calon pembeli masih sepi. Penjaga lapak hewan kurban, Rahim, mengakui penjualan tahun ini terasa lesu dibanding Iduladha sebelumnya. Ia menilai kenaikan […]

  • Keluhan Drainase Terus Mengemuka

    Keluhan Drainase Terus Mengemuka

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Genangan air bahkan hingga menyebabkan banjir masih menjadi keluhan hampir di setiap reses para anggota DPRD Berau. Seperti reses yang dilakukan anggota DPRD Berau, Oktavia di Kelurahan Karang Ambun beberapa waktu lalu. “Beberapa keluhan masyarakat yang selalu saya temui itu masih soal permasalahan banjir. Padahal anggaran daerah kita cukup besar. Harusnya untuk […]

  • Polemik Tarif Air Bersih di Berau: Pemkab Kembalikan Tarif Sesuai Kebijakan Awal 2011

    Polemik Tarif Air Bersih di Berau: Pemkab Kembalikan Tarif Sesuai Kebijakan Awal 2011

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 770
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Polemik mengenai tarif air bersih di Kabupaten Berau akhirnya menemui titik terang. Pemerintah Kabupaten Berau melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Berau Nomor 10/2025 kembali menetapkan tarif air minum sesuai dengan tarif awal yang berlaku pada tahun 2011. Keputusan ini mulai berlaku pada 14 Januari 2025 dan menghapuskan SK sebelumnya yang telah mengatur tarif […]

  • DPRD Berau Soroti SiLPA Rp 893 Miliar, Tuding Lemahnya Perencanaan dan Serapan Anggaran

    DPRD Berau Soroti SiLPA Rp 893 Miliar, Tuding Lemahnya Perencanaan dan Serapan Anggaran

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Komisi II DPRD Kabupaten Berau menyoroti membengkaknya angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Berau Tahun Anggaran 2024 yang mencapai Rp 893 miliar. Angka ini dinilai terlalu besar dan mencerminkan lemahnya koordinasi, perencanaan, serta rendahnya serapan anggaran oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Ketua Komisi II DPRD […]

expand_less