Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Abrasi Gerus Pulau Kaniungan, Disbudpar Berau Sebut Penanganan Ada di Tangan Provinsi

Abrasi Gerus Pulau Kaniungan, Disbudpar Berau Sebut Penanganan Ada di Tangan Provinsi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 38
  • print Cetak

BERAU – Abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Pulau Kaniungan di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, mulai menjadi perhatian. Meski demikian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mengaku belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan masih menunggu informasi resmi dari pemerintah kampung maupun kecamatan sebelum mengusulkan langkah penanganan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Kondisi abrasi di Pulau Kaniungan dinilai berpotensi mengurangi luas daratan serta merusak ekosistem pesisir yang selama ini menjadi daya tarik wisata. Persoalan tersebut menambah daftar kawasan wisata pesisir Berau yang terdampak abrasi, setelah sebelumnya terjadi di Pulau Derawan dan Maratua.

Jika tidak segera ditangani, abrasi dikhawatirkan mengancam keberlanjutan salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah pesisir Berau. Selain berdampak pada lingkungan, kerusakan garis pantai juga berpotensi memengaruhi aktivitas wisata yang menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan Pulau Kaniungan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Karena itu, penanganan abrasi harus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi.

Menurut dia, pihaknya masih menunggu laporan dari pemerintah kampung maupun kecamatan sebelum melakukan kajian dan menyampaikan usulan penanganan kepada pemerintah provinsi.

“Kaniungan ini juga di bawah pengelolaan provinsi. Mungkin nanti kalau kami mendapatkan informasi dari pemerintah kampung atau kecamatan, nanti kami juga akan pelajari. Setelah itu, kita akan usulkan ke provinsi untuk mendapatkan penanganan abrasi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memunculkan sorotan terkait respons pemerintah terhadap ancaman abrasi yang terjadi di salah satu kawasan wisata unggulan Berau. Pasalnya, kerusakan pesisir yang terus berlangsung dinilai membutuhkan langkah cepat agar tidak semakin meluas dan berdampak pada sektor pariwisata.

Selain persoalan abrasi, pengelolaan sampah di kawasan wisata Pulau Kaniungan juga masih menjadi tantangan. Disbudpar Berau menyebut telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta pemerintah kecamatan untuk melakukan penanganan sementara.

Namun demikian, persoalan sampah dinilai tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada petugas kebersihan. Menurut Yudha, seluruh pihak yang memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas wisata perlu terlibat dalam menjaga kebersihan kawasan.

Ia menilai pemerintah kampung memiliki peran penting karena selama ini turut memungut retribusi dari kegiatan wisata. Selain itu, pelaku usaha yang beroperasi di kawasan tersebut juga diminta ikut bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan.

“Kita mengingatkan kepada resor dan pedagang-pedagang. Mereka kan mendapatkan manfaat ekonomi dan keuntungan. Nah itu juga harus bertanggung jawab. Jangan sepenuhnya menyerahkan hanya kepada beberapa orang petugas, tidak akan mampu,” tegasnya.

Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan, keberadaan pedagang musiman di Pulau Kaniungan juga menjadi perhatian. Hingga kini belum ada kepastian mengenai pola penataan maupun regulasi yang akan diterapkan bagi para pedagang.

Disbudpar Berau menyebut pembahasan terkait penataan kawasan masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Hal itu karena kewenangan pengelolaan Pulau Kaniungan berada di tingkat provinsi. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sistem Coretax Disorot, Purbaya Yudhi Sadewa Janji Hapus Ketergantungan Joki Pajak

    Sistem Coretax Disorot, Purbaya Yudhi Sadewa Janji Hapus Ketergantungan Joki Pajak

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Jakarta – Fenomena “joki pajak” mencuat di tengah keluhan wajib pajak soal rumitnya sistem digital Coretax. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui sistem perpajakan digital Coretax masih memiliki sejumlah kelemahan, yang memicu munculnya fenomena penggunaan jasa “joki” dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak yang dilansir pada Kompas.com. Isu ini mencuat seiring banyaknya keluhan wajib pajak […]

  • Peran Pihak Ketiga dalam Pendidikan: Rudi Mangunsong Tekankan Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas di Berau

    Peran Pihak Ketiga dalam Pendidikan: Rudi Mangunsong Tekankan Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas di Berau

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 563
    • 0Komentar

    (10/10/2023)  Beraunews.id, Tanjung Redeb — Melihat betapa pentingnya peran pihak ketiga dalam Pendidikan, Anggota Komisi I DPRD Berau, Rudi Mangunsong, menyoroti peran sentral pendidikan mulai dari anak usia dini hingga tingkat tinggi dalam pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan. Rudi Mangunsong berharap agar pihak ketiga turut berkontribusi dalam sektor pendidikan, terutama di daerah yang berdekatan dengan perusahaan, […]

  • ‎RLH Jadi Harapan Baru, Langkah Atasi Kemiskinan dari Akar Permasalahan

    ‎RLH Jadi Harapan Baru, Langkah Atasi Kemiskinan dari Akar Permasalahan

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 712
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Tinggal di rumah yang layak masih jadi mimpi bagi banyak warga Berau. Data terbaru mencatat lebih dari 4.200 keluarga masih menunggu giliran mendapatkan bantuan rumah layak huni dari pemerintah. ‎Sayangnya, kuota pembangunan rumah tahun ini justru mengalami penurunan. Kalau tahun lalu pemerintah berhasil membangun 345 unit rumah, tahun ini hanya 45 unit […]

  • Tak Terdampak WFA, Layanan KTP dan Dokumen di Berau Tetap Jalan

    Tak Terdampak WFA, Layanan KTP dan Dokumen di Berau Tetap Jalan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) tidak menghentikan layanan administrasi kependudukan di Kabupaten Berau. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung selama periode tersebut. Kepala Disdukcapil Berau, David Pamudji, mengatakan instansinya telah menetapkan sejumlah hari operasional selama masa penerapan WFA. Layanan tetap […]

  • Tambang Ilegal Bikin Target Pajak Meleset, Bapenda Berau Desak Pemungutan Tak Bergantung pada Izin

    Tambang Ilegal Bikin Target Pajak Meleset, Bapenda Berau Desak Pemungutan Tak Bergantung pada Izin

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 655
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Realisasi pajak sektor mineral bukan logam dan bantuan(MBLB) di Kabupaten Berau hingga akhir September 2025 jauh dari target. Dari total target Rp. 600 juta, baru sekitar Rp49,9 juta yanf berhasil masuk ke kas daerah. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, menyebut rendahnya pencapaian ini dipicu oleh maraknya aktivitas pertambagan tanpa […]

  • Disnakertrans Berau Ingatkan Tambang: Pengurangan RKAB Bukan Tiket PHK Massal

    Disnakertrans Berau Ingatkan Tambang: Pengurangan RKAB Bukan Tiket PHK Massal

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 212
    • 0Komentar

    BERAU – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau mengingatkan perusahaan tambang di Bumi Batiwakkal agar tidak menjadikan pengurangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebagai dalih mudah untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja lokal. Peringatan itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Berau, Sony, di ruang kerjanya, Senin, 18 Mei 2026. […]

expand_less