Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Abrasi Gerus Pulau Kaniungan, Disbudpar Berau Sebut Penanganan Ada di Tangan Provinsi

Abrasi Gerus Pulau Kaniungan, Disbudpar Berau Sebut Penanganan Ada di Tangan Provinsi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 154
  • print Cetak

BERAU – Abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Pulau Kaniungan di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, mulai menjadi perhatian. Meski demikian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mengaku belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan masih menunggu informasi resmi dari pemerintah kampung maupun kecamatan sebelum mengusulkan langkah penanganan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Kondisi abrasi di Pulau Kaniungan dinilai berpotensi mengurangi luas daratan serta merusak ekosistem pesisir yang selama ini menjadi daya tarik wisata. Persoalan tersebut menambah daftar kawasan wisata pesisir Berau yang terdampak abrasi, setelah sebelumnya terjadi di Pulau Derawan dan Maratua.

Jika tidak segera ditangani, abrasi dikhawatirkan mengancam keberlanjutan salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah pesisir Berau. Selain berdampak pada lingkungan, kerusakan garis pantai juga berpotensi memengaruhi aktivitas wisata yang menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan Pulau Kaniungan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Karena itu, penanganan abrasi harus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi.

Menurut dia, pihaknya masih menunggu laporan dari pemerintah kampung maupun kecamatan sebelum melakukan kajian dan menyampaikan usulan penanganan kepada pemerintah provinsi.

“Kaniungan ini juga di bawah pengelolaan provinsi. Mungkin nanti kalau kami mendapatkan informasi dari pemerintah kampung atau kecamatan, nanti kami juga akan pelajari. Setelah itu, kita akan usulkan ke provinsi untuk mendapatkan penanganan abrasi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memunculkan sorotan terkait respons pemerintah terhadap ancaman abrasi yang terjadi di salah satu kawasan wisata unggulan Berau. Pasalnya, kerusakan pesisir yang terus berlangsung dinilai membutuhkan langkah cepat agar tidak semakin meluas dan berdampak pada sektor pariwisata.

Selain persoalan abrasi, pengelolaan sampah di kawasan wisata Pulau Kaniungan juga masih menjadi tantangan. Disbudpar Berau menyebut telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta pemerintah kecamatan untuk melakukan penanganan sementara.

Namun demikian, persoalan sampah dinilai tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada petugas kebersihan. Menurut Yudha, seluruh pihak yang memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas wisata perlu terlibat dalam menjaga kebersihan kawasan.

Ia menilai pemerintah kampung memiliki peran penting karena selama ini turut memungut retribusi dari kegiatan wisata. Selain itu, pelaku usaha yang beroperasi di kawasan tersebut juga diminta ikut bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan.

“Kita mengingatkan kepada resor dan pedagang-pedagang. Mereka kan mendapatkan manfaat ekonomi dan keuntungan. Nah itu juga harus bertanggung jawab. Jangan sepenuhnya menyerahkan hanya kepada beberapa orang petugas, tidak akan mampu,” tegasnya.

Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan, keberadaan pedagang musiman di Pulau Kaniungan juga menjadi perhatian. Hingga kini belum ada kepastian mengenai pola penataan maupun regulasi yang akan diterapkan bagi para pedagang.

Disbudpar Berau menyebut pembahasan terkait penataan kawasan masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Hal itu karena kewenangan pengelolaan Pulau Kaniungan berada di tingkat provinsi. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyu Raksasa Ditemukan Mati di Derawan, Diduga Terkena Baling-Baling Speedboat

    Penyu Raksasa Ditemukan Mati di Derawan, Diduga Terkena Baling-Baling Speedboat

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 726
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Derawan – Seekor penyu hijau raksasa ditemukan mati terdampar di pantai Pulau Derawan, Sabtu (13/7/2024). Diduga, penyu tersebut mati akibat terluka parah akibat baling-baling speedboat. Penemuan ini mengejutkan para staf Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau – BKSDA Kaltim yang tiba di lokasi. Diperkirakan penyu tersebut telah mati selama 4 hari, dilihat dari kondisinya […]

  • Satgas IKN Gerebek Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Pelaku Kabur Tinggalkan Batu Bara

    Satgas IKN Gerebek Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Pelaku Kabur Tinggalkan Batu Bara

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 3.737
    • 0Komentar

    Samarinda – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan komitmennya menjaga ketertiban dan kelestarian lingkungan dengan menindak tegas berbagai aktivitas ilegal yang mengancam kawasan konservasi. Dalam operasi terbaru, Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Aktivitas Ilegal Otorita IKN berhasil mengungkap sejumlah praktik terlarang di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto dan sekitarnya, termasuk tambang batu bara ilegal, […]

  • Bupati Berau Tegaskan Komitmen Perlindungan JKK dan JKM bagi Pekerja Rentan

    Bupati Berau Tegaskan Komitmen Perlindungan JKK dan JKM bagi Pekerja Rentan

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 608
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau menggelar kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Surat Edaran Bupati Berau tentang Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan pada Kamis (24/7/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, yang membacakan sambutan Bupati Berau, Sri Juniarsih. Acara ini dihadiri oleh […]

  • Pemkab Berau Pastikan Perda Tenaga Kerja Tak Sekadar Administrasi

    Pemkab Berau Pastikan Perda Tenaga Kerja Tak Sekadar Administrasi

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 649
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemkab Berau menegaskan komitmennya untuk melindungi tenaga kerja lokal melalui implementasi Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur secara khusus soal perlindungan dan pemberdayaan tenaga kerja asli daerah. Kebijakan ini diarahkan sebagai respons terhadap minimnya representasi warga lokal dalam pasar kerja, meskipun pembangunan ekonomi terus tumbuh di Berau. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan bahwa […]

  • JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

    JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Samarinda — Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur (Kaltim), menilai dampak aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Berau telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.   Ancaman tersebut tidak lagi sebatas pencemaran air, melainkan perubahan bentang alam ekstrem yang berisiko langsung terhadap keselamatan masyarakat.   Sorotan publik kemudian menguat, setelah beredar luas di media sosial foto lubang […]

  • Kasus Kebakaran Meningkat, BPBD Berau Dorong Kesiapsiagaan Rumah Tangga

    Kasus Kebakaran Meningkat, BPBD Berau Dorong Kesiapsiagaan Rumah Tangga

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    BERAU — Rentetan kebakaran yang terjadi di Tanjung Redeb dalam sebulan terakhir mendorong peningkatan kewaspadaan di tingkat masyarakat. Sedikitnya tiga kasus tercatat, memicu kekhawatiran sekaligus dorongan penguatan langkah pencegahan, terutama di lingkungan rumah tangga. Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Menurut dia, keberadaan […]

expand_less