Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pembangunan » Operasional Terganggu, BPBD dan KPU Berau Butuh Kantor Terpisah

Operasional Terganggu, BPBD dan KPU Berau Butuh Kantor Terpisah

  • account_circle Redaksi Beraunews
  • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
  • visibility 595
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Keberadaan beberapa instansi dalam satu gedung kantor ternyata tidak maksimal. Selain pelayanan yang tidak bisa efektif, faktor lainnya juga bisa menjadi pengganggu jalannya operasional suatu instansi. Seperti penggunaan kantor gedung KPU Berau, yang juga dipergunakan bersama dengan BPBD Berau.

“Bisa dibilang kantor ini tidak sehat karena saat ini ada dua instansi yang beroperasional di dalamnya, bahkan tahun depan bertambah satu dengan adanya pemisahan BPBD dan Damkar. Kita tidak bisa mengawasi secara intens operasional yang ada,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat ditemui beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, untuk saat ini saja sulit dilakukan pengawasan mana saja orang KPU dan mana saja orang BPBD. Belum lagi jika ada tamu yang datang, sulit untuk dilakukan pengawasan siapa saja yang keluar masuk baik dari kantor KPU maupun kantor BPBD.

“Mulai dari bangunan, infrastruktur dan orangnya, sehingga bedampak pada fungsi operasionalnya yang akhirnya kurang maksimal,” tambahnya.

Diketahui, saat ini BPBD Berau tengah mempersiapkan diri untuk pemisahan instansi menjadi BPBD Berau dan instansi Pemadam Kebakaran (Damkar) di awal tahun 2026 mendatang. Hal ini tentu saja akan menambah jumlah personel yang bekerja di dalamnya.

Unit pemadam kebakaran yang selama ini berada di bawah koordinasi BPBD, direncanakan akan resmi berdiri sebagai dinas mandiri bernama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan). Langkah ini sebagai upaya strategis untuk meningkatkan efektivitas, fokus kerja, dan profesionalitas layanan pemadaman kebakaran yang ada.

Terpisah, Kepala BPBD Berau Masyhadi menjelaskan jika pemisahan dua instansi ini juga sudah berproses. Koordinasi dengan Bapelitbang juga terus dilakukan secara intens khususnya dalam hal penganggaran. Karena untuk pembentukan instansi baru membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

“Kita optimistis anggaran daerah bisa mengakomodir pembentukan dinas baru ini. Apalagi ini juga sesuai dengan aturan yang ada, bahkan Berau menjadi kabupaten yang terbilang terlambat dalam melakukan pemisahan instansi ini,” ucapnya.

(MrX)

  • Penulis: Redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Kaltim Beri Hadiah Umroh untuk Marbot, Ziarah untuk Penjaga Rumah Ibadah Non-Muslim

    Pemprov Kaltim Beri Hadiah Umroh untuk Marbot, Ziarah untuk Penjaga Rumah Ibadah Non-Muslim

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 761
    • 0Komentar

    Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan program Gratispol sebagai bentuk apresiasi kepada marbot dan penjaga rumah ibadah. Program ini memberikan kesempatan bagi ribuan pekerja sosial keagamaan untuk menunaikan ibadah umroh dan perjalanan ke tempat ibadah bagi semua agama. “Pada tahun 2025, sebanyak 691 marbot dan 189 penjaga rumah ibadah non-Muslim akan diberangkatkan, dari total […]

  • Nelayan Tak Perlu ke Jakarta, Pemkab Berau Siapkan GREI

    Nelayan Tak Perlu ke Jakarta, Pemkab Berau Siapkan GREI

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 802
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan upaya Pemerintah Kabupaten Berau bersama berbagai pihak untuk mengatasi kendala yang selama ini dihadapi nelayan dalam mengurus surat kapal. Permasalahan administratif tersebut dinilai berdampak pada menurunnya pasokan ikan di sejumlah daerah Berau. “Kurangnya pasokan ikan itu karena banyak kapal pengantar dan kapal penangkap yang belum memiliki surat […]

  • Kematian Mandala Jadi Sorotan Nasional, Mensos Singgung Validitas Data Bansos

    Kematian Mandala Jadi Sorotan Nasional, Mensos Singgung Validitas Data Bansos

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Meninggalnya Mandala Rizky Syaputra, pelajar SMKN 4 Samarinda, Kalimantan Timur, mulai mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menilai kasus tersebut menjadi pengingat penting mengenai persoalan akurasi data masyarakat penerima bantuan sosial di Indonesia. Mandala, siswa kelas XI Pemasaran 2, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) dini hari setelah mengalami sakit […]

  • Sumber Agung Dorong UMKM Bahari

    Sumber Agung Dorong UMKM Bahari

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Meski kampung tak memiliki aset laut, potensi kekayaan laut menjadi harapan sekaligus masa depan yang baik untuk diolah sebagai sumber penghidupan. Hal ini pun diterapkan di Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih. Potensi mulai dari berbagai jenis ikan, potensi lain dari laut juga mulai dilirik. Kini mereka tengah mengembangkan rumput laut sebagai […]

  • Listrik Merata, Harapan Baru untuk Perekonomian dan Pendidikan Berau

    Listrik Merata, Harapan Baru untuk Perekonomian dan Pendidikan Berau

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 667
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Hingga kini, sejumlah wilayah di Kabupaten Berau masih belum menikmati aliran listrik. Kondisi ini mendapat sorotan dari DPRD Berau, yang mendesak pemerintah untuk segera mencari solusi agar cakupan listrik bisa merata. Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman, menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. “Banyak hal […]

  • Puluhan Pasien Antre Cuci Darah, Mesin Hemodialisis Masih Tersimpan di Gudang

    Puluhan Pasien Antre Cuci Darah, Mesin Hemodialisis Masih Tersimpan di Gudang

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Keterbatasan ruang pelayanan menjadi kendala utama dalam pengembangan layanan hemodialisis (HD) atau cuci darah di RSUD dr. Abdul Rivai, Kabupaten Berau. Akibatnya, puluhan pasien masih harus mengantre untuk mendapatkan layanan meski sejumlah mesin cuci darah yang siap digunakan masih tersimpan di gudang. Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan persoalan yang dihadapi rumah sakit […]

expand_less