Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Lembaga Adat Dayak Berau dan Paguyuban Deklarasi Pilkada Damai 2024

Lembaga Adat Dayak Berau dan Paguyuban Deklarasi Pilkada Damai 2024

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
  • visibility 561
  • print Cetak

Beraunews.id, Tanjung Redeb – Lembaga Adat Dayak Kabupaten Berau bersama beberapa paguyuban menggelar deklarasi Pilkada damai 2024, di Family Cafe, Tanjung Redeb, Rabu (31/7/2024). Acara tersebut digelar usai rekonsiliasi antara berbagai paguyuban di Berau, bertujuan untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini.

Deklarasi tersebut dibacakan oleh Yang Bith, Ketua Lembaga Adat Dayak Besar Kabupaten Berau. Dalam deklarasinya, ia menegaskan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian selama Pilkada berlangsung.

“Deklarasi ini bertujuan untuk mengawal Pilkada tahun 2024 yang damai dan kondusif, guna mewujudkan demokrasi yang bermartabat,” ujar Yang Bith.

Ada tiga poin penting dalam deklarasi tersebut. Diantaranya; Mendukung Pilkada tahun 2024 yang damai dan kondusif untuk mewujudkan demokrasi yang bermartabat.

Kemudian menolak upaya yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat dan menghindari kegiatan yang bersifat provokatif, menghasut, ujaran kebencian serta tidak menggunakan isu SARA dalam pelaksanaan Pilkada 2024.

Selain itu, deklarasi juga menunjukkan dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara dan komitmen untuk menjaga situasi yang kondusif di wilayah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Berau.

Yang Bith berharap deklarasi ini dapat menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat meskipun ada perbedaan pilihan politik.

“Kebersamaan itu yang paling kita harapkan. Karena jangan sampai dengan adanya Pilkada ini terjadi perpecahan, entah kelompok, entah suku, dan lain sebagainya. Walaupun berbeda pilihan, tapi kita tetap harus menjaga persatuan,” lanjutnya.

Ia juga berharap bahwa setelah Pilkada selesai, siapapun yang terpilih sebagai kepala daerah harus merangkul semua pihak untuk membangun Kabupaten Berau bersama-sama.

“Kita harapkan setelah selesai Pilkada, kita saling merangkul, siapapun mereka kandidat yang menang, atau siapapun mereka yang terpilih, rangkul semua warga itu. Jangan melihat ini partai ini, ini suku ini, dan lain sebagainya,” tandasnya.

Senada dengan Yang Bith, Agustinus, Ketua Ikatan Kerukunan Nusa Tenggara Timur (Ikantin) Berau, turut menyampaikan harapannya agar seluruh masyarakat menjadi ujung tombak perdamaian. Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk perpecahan.

“Kita berharap melalui deklarasi ini bisa menimbulkan semangat persatuan dan kesatuan meski berbeda pilihan. Karena yang terpenting dari Pilkada adalah terjaganya keutuhan masyarakat Berau sendiri. Jangan sampai kita berpecah belah hanya karena momentum Pilkada saja,” pungkasnya.

Deklarasi ini menunjukkan komitmen masyarakat Berau dalam menjaga kedamaian dan harmoni, serta memastikan bahwa Pilkada 2024 berjalan dengan damai dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah. (*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenkes Turun Langsung, RSD Soemarno Diuji Naik ke Tipe B

    Kemenkes Turun Langsung, RSD Soemarno Diuji Naik ke Tipe B

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 690
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Upaya Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor, untuk naik kelas dari rumah sakit Tipe C ke Tipe B memasuki tahap krusial. Tim gabungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan visitasi lapangan guna memastikan kesiapan rumah sakit tersebut. Visitasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi […]

  • Rumah Singgah untuk Warga Kampung Perlu Diperbanyak

    Rumah Singgah untuk Warga Kampung Perlu Diperbanyak

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 648
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Masih banyaknya keluhan masyarakat saat melakukan pengurusan kependudukan atau berobat, yang harus ke kota kabupaten maka diperlukan tempat singgah sementara. “Rumah singgah bagi warga kampung kalau bisa diperbanyak dalam kota, karena ini juga bisa meringankan atau menekan biaya pengeluaran. Mereka datang ke kota itu bukan sedikit uang yang harus dikeluarkan, apalagi kalau harus […]

  • HGU Mangkrak dan Batas Kabur: RDP DPRD Berau Bedah Masalah Perbatasan Gunung Tabur

    HGU Mangkrak dan Batas Kabur: RDP DPRD Berau Bedah Masalah Perbatasan Gunung Tabur

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    BERAU — Persoalan lama di garis batas Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dengan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, kembali mengemuka di ruang rapat DPRD Berau, Senin, 18 Mei 2026. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu, RT 17 Kelurahan Gunung Tabur—wilayah yang bersisian dengan eks permukiman Kelompok Adat Terpencil (KAT) Kampung Birang—dipotret sebagai contoh nyata bagaimana sengketa tapal […]

  • Dekranasda Berau Upayakan Peningkatan Ekonomi Untuk Pengrajin Batik

    Dekranasda Berau Upayakan Peningkatan Ekonomi Untuk Pengrajin Batik

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Upaya untuk membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bumi Batiwakkal terus digalakkan. Salah satunya terhadap pengrajin batik Berau. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau menggelar Pesona Batik Berau tahun 2022. Ketua Dekranasda Berau, Sri Aslinda mengatakan, kegiatan itu merupakan agenda tahunan yang terus dilaksanakan. Dimana, kegiatan itu dilaksanaka sebagai wujud […]

  • Sepi Peminat, SLB Kekurangan Guru

    Sepi Peminat, SLB Kekurangan Guru

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 752
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tanjung Redeb hingga kini masih sangat kekurangan guru pengajar. Bahkan, jumlah guru yang mengajar hanya 22 orang, dengan jumlah siswa sebanyak 239 orang. “Kalau dengan total jumlah segitu harusnya jumlah gurunya 50-60 orang, itu idealnya. Karena satu guru itu maksimal memegang 3 siswa saja. Saat ini mau tidak […]

  • Madri Pani: Kurangnya Infrastruktur di Teluk Sumbang Harus Segera Ditangani

    Madri Pani: Kurangnya Infrastruktur di Teluk Sumbang Harus Segera Ditangani

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb — Dalam kunjungan kerjanya ke Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan-biduk-biduk beberapa waktu lalu, Ketua DPRD Berau, Madri Pani menampung sejumlah Aspirasi dari Masyarakat setempat. Salah satunya terkait Ketersediaan Listrik di Kecamatan paling ujung di Pesisir Selatan Berau tersebut. Dikatakan Madri, sejak 17 hari lalu Listrik di Teluk Sumbang padam. Hal itu membuat sejumlah Aktivitas Warga tidak berjalan maksimal. “Saya kunjungan ke Teluk Sumbang, beberapa hari di sana ternyata Listrik mereka mati sudah lebih dari dua minggu,” ungkap Pai, […]

expand_less