Stok Aman, Harga Stabil! DPRD Berau Dorong Pasar Murah Lebih Luas
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
- visibility 175
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb – Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk memperbanyak gelaran bazar pasar murah atau pangan murah selama bulan Ramadan.
Langkah ini dinilai krusial dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memastikan masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah, tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Kami berharap pasar murah tidak hanya digelar di pusat kota, tetapi juga menjangkau kampung-kampung hingga ke daerah terpencil,” ungkap Sri Kumalasari.
Menurutnya, penyelenggaraan pasar murah di wilayah pedesaan dan pesisir, seperti Kecamatan Kelay dan daerah terpencil lainnya, sangat penting agar masyarakat yang jauh dari pusat kota juga merasakan manfaatnya.
Dengan demikian, mereka memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih stabil selama bulan Ramadan.
“Masyarakat di pedesaan juga perlu mendapatkan akses terhadap harga bahan pokok yang lebih terjangkau, tidak hanya mereka yang berada di perkotaan,” ujarnya.
Dalam upaya menjaga kestabilan harga pangan, Sri Kumalasari menegaskan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus lebih proaktif dalam memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pokok selama Ramadan.
Ia juga meminta Pemkab Berau untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi dan pasokan bahan pangan guna menghindari kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak terkendali.
“Beberapa komoditas pangan masih sangat bergantung pada distribusi dari luar daerah. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan kelancaran distribusi agar harga tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap distribusi bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, ayam, daging, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.
Menurutnya, pemantauan yang lebih intensif dapat mencegah praktik spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.
“Pemerintah harus meningkatkan pengawasan distribusi agar tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga yang tidak terkendali. Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan di tengah situasi yang sulit bagi masyarakat,” tegasnya.
Sri Kumalasari berharap, dengan langkah konkret dari pemerintah daerah, kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi dengan baik, harga bahan pokok tetap stabil, dan daya beli masyarakat tetap terjaga. (*adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar