Warga Jalan STM Aminuddin Berau Dihebohkan Biawak Besar Nyasar ke Dalam Rumah
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 14
- print Cetak

BERAU — Suasana tenang di kawasan padat penduduk Jalan STM Aminuddin, RT 10, Kelurahan Sambaliung, Kabupaten Berau, mendadak berubah riuh pada Minggu sore, 17 Mei. Bukan ular besar yang selama ini dikhawatirkan warga, melainkan seekor biawak berukuran cukup besar yang tiba-tiba sudah berada di dalam rumah salah satu warga.
Hewan liar itu diketahui menyelinap ke rumah bernomor 21 milik Nursikin ketika cuaca sedang cerah. Tanpa disadari penghuni, reptil tersebut sudah bergerak bebas di dalam ruangan dan membuat seisi rumah panik.
Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Disdamkarmat Berau, Alimi, menceritakan kepanikan yang muncul saat biawak itu terlihat berada di dalam rumah dan dikhawatirkan membahayakan penghuni.
“Biawak itu tiba-tiba saja sudah ada di dalam ruangan dan bergerak bebas. Karena takut dan khawatir nanti malah menyerang atau menggigit anggota keluarga, saya memilih tidak bertindak sendiri dan langsung menelepon pihak Damkar untuk meminta bantuan evakuasi,” ungkap Alimi.
Laporan yang dikategorikan sebagai penyelamatan non-kebakaran itu diterima petugas pada pukul 16.15 WITA di markas komando utama. Tak lama setelah laporan masuk, petugas piket langsung mengaktifkan prosedur penanganan darurat.
Operator pusat komando segera mengerahkan tim rescue yang tengah bersiaga menuju titik koordinat kejadian di Kecamatan Sambaliung. Sebanyak lima personel gabungan dari Regu 1 dan Regu 4 Disdamkarmat Berau diturunkan ke lokasi dengan satu unit mobil khusus berisi peralatan penanganan kedaruratan dan evakuasi satwa liar.
“Begitu menerima informasi penyelamatan non-kebakaran ini, tim rescue yang sedang bersiaga langsung kami instruksikan untuk bergerak cepat menuju lokasi kejadian dengan peralatan lengkap,” ujar Alimi, Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Disdamkarmat Berau.
Setibanya di rumah Nursikin, petugas lebih dulu berkoordinasi singkat dengan pemilik rumah untuk memastikan posisi terakhir biawak bersembunyi. Setelah situasi dipetakan, personel mulai melakukan penyisiran ke dalam rumah dengan perlengkapan khusus, termasuk alat penjepit (snake tong/animal catcher).
Proses penangkapan berlangsung singkat namun menegangkan. Petugas berupaya membatasi ruang gerak biawak agar tidak lari ke sudut lain rumah. Berbekal pengalaman menghadapi kasus serupa, mereka berhasil melumpuhkan hewan tersebut tanpa menimbulkan cedera berarti pada satwa.
Seluruh rangkaian evakuasi tercatat hanya memakan waktu sekitar lima menit. Operasi dimulai sesaat setelah laporan diterima dan selesai pada pukul 16.20 WITA.
“Alhamdulillah, hewan liar tersebut telah berhasil diamankan sepenuhnya. Satwa hasil evakuasi ini nantinya akan kami lepaskan kembali ke habitat aslinya yang jauh dari jangkauan area pemukiman penduduk,” tutup Alimi.(tnr)
- Penulis: admin
