Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Tanpa Penangkaran, Setiap Buaya yang Ditangkap di Berau Wajib Dikembalikan ke Alam Liar

Tanpa Penangkaran, Setiap Buaya yang Ditangkap di Berau Wajib Dikembalikan ke Alam Liar

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 237
  • print Cetak

BERAU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau kian sering berhadapan dengan buaya yang muncul di tengah permukiman warga. Reptil besar itu dinilai membahayakan, namun setiap ekor yang berhasil diamankan tak boleh dimusnahkan. Statusnya sebagai satwa dilindungi membuat buaya-buaya tersebut wajib dikembalikan ke habitat alaminya, sejauh mungkin dari aktivitas manusia.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, memaparkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir laporan kemunculan buaya meningkat tajam. Bukan hanya di badan sungai, hewan pemangsa itu kini kerap ditemukan di gorong-gorong dan saluran drainase yang menempel dengan kawasan hunian.

Salah satu laporan terbaru, kata dia, menyebut seekor buaya terlihat masuk ke gorong-gorong di sekitar permukiman. Upaya penangkapan belum membuahkan hasil karena hewan tersebut bergerak makin jauh ke dalam saluran.

Menurut Rakhmadi, situasi ini mengkhawatirkan lantaran banyak gorong-gorong di lingkungan warga dibiarkan terbuka sehingga mudah menjadi tempat persembunyian buaya. Risiko terbesar mengancam kelompok rentan yang tak menyadari keberadaan hewan itu di bawah kaki mereka.

“Yang dikhawatirkan itu anak-anak atau warga yang tidak tahu ada buaya di dalam saluran,” ujarnya pada Jumat (15/05/2026).

Ia menjelaskan, kemunculan buaya tak lagi terbatas di Sungai Segah dan Sungai Kelay yang selama ini dikenal sebagai habitat utama satwa tersebut. Disdamkarmat juga menerima laporan penampakan buaya di kawasan Pulau Panjang, wilayah yang dinilai cukup jauh dari aliran sungai besar.

“Artinya pergerakan buaya sudah semakin jauh mendekati aktivitas masyarakat,” kata Rakhmadi.

Di tengah meningkatnya interaksi buaya dengan warga, ruang gerak petugas di lapangan sejatinya terbatas. Meski berpotensi mengancam keselamatan, buaya yang tertangkap tidak boleh dibunuh karena termasuk satwa yang dilindungi negara. Setiap ekor yang berhasil dievakuasi harus dikembalikan ke alam, dengan mempertimbangkan jarak aman dari permukiman.

“Begitu ada tangkapan buaya, kami harus mencari lokasi pelepasan yang aman dan jauh dari warga. Itu juga menjadi tantangan bagi kami,” jelasnya.

Penentuan titik pelepasan biasanya mengandalkan informasi dari aparat kampung yang memahami wilayah-wilayah yang masih menjadi habitat alami buaya. Lokasinya umumnya berupa rawa, sungai terpencil, atau kawasan perairan yang minim aktivitas manusia.

Rakhmadi menuturkan, pelepasliaran bukan pekerjaan ringan. Membawa buaya ke lokasi yang jauh dari permukiman membutuhkan personel, logistik, dan biaya tambahan. Meski demikian, langkah itu tetap ditempuh sebagai kompromi antara perlindungan satwa liar dan upaya menjaga keselamatan warga.

Hingga kini, Berau belum memiliki fasilitas penangkaran khusus untuk menampung buaya hasil evakuasi. Ketiadaan sarana itu membuat Disdamkarmat praktis hanya punya satu opsi penanganan: mengembalikan buaya ke alam bebas.

“Kalau ada penangkaran tentu akan membantu, karena selama ini setelah ditangkap buaya tetap harus dilepas kembali ke habitatnya,” pungkas Rakhmadi. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

    M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Maratua — Dentuman musik tak selalu hanya menghadirkan hiburan. Di Pulau Maratua, alunan nada justru menjadi pengingat bahwa alam adalah panggung utama yang harus dijaga bersama. Melalui Maratua Music Festival (M2F) 2026, Event Organizer Mata Sanggam Production menghadirkan wajah festival yang berbeda. Selain menyuguhkan hiburan, budaya lokal, dan promosi pariwisata, M2F juga mengajak seluruh peserta, […]

  • Ekowisata Kampung Rotan Long Beliu: Menjaga Warisan Budaya dan Meningkatkan Kesejahteraan Lewat Potensi Alam

    Ekowisata Kampung Rotan Long Beliu: Menjaga Warisan Budaya dan Meningkatkan Kesejahteraan Lewat Potensi Alam

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.176
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kampung Long Beliu, Kecamatan Kelay, kini menyambut era baru dengan meluncurkan Ekowisata Kampung Rotan yang diresmikan pada Kamis (16/1) oleh Asisten I Setkab Berau, Hendratno. Dengan luas potensi rotan mencapai 4.633 meter persegi, kampung ini menyadari besar manfaat yang bisa diberikan oleh rotan, baik bagi masyarakat maupun lingkungan. “Rotan sudah menjadi bagian […]

  • IP Karaoke Dekat Kantor Pemerintahan Diduga Menyediakan Minuman Beralkohol dan LC, Manajemen Berikan Penjelasan

    IP Karaoke Dekat Kantor Pemerintahan Diduga Menyediakan Minuman Beralkohol dan LC, Manajemen Berikan Penjelasan

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 2.502
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Salah satu tempat karaoke di Tanjung Redeb, IP Karaoke, diduga menjual minuman beralkohol berbagai jenis tanpa mencantumkannya dalam menu resmi. Menurut informasi dari warga, Ferdiansyah, minuman yang tersedia meliputi beragam merek, seperti Bir, Soju, Anggur Merah, Captain Morgan, hingga Civas Regal. Dilansir dari media zona.my.id, dalam praktik penjualannya, harga minuman tersebut tergolong […]

  • Gubernur Kaltara Mulai Tempati Rumah Jabatan Baru Setelah 12 Tahun Pinjam Pakai

    Gubernur Kaltara Mulai Tempati Rumah Jabatan Baru Setelah 12 Tahun Pinjam Pakai

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara Zainal Paliwang mulai menempati rumah jabatan gubernur yang baru di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem), Jalan Poros Kaltara. Sebelumnya, selama sekitar 12 tahun gubernur menggunakan rumah jabatan dengan status pinjam pakai dari Pemerintah Kabupaten Bulungan. Rumah jabatan baru tersebut mulai ditempati sejak 8 Maret 2026. Bangunan berwarna putih yang berdiri […]

  • Air Bersih untuk Semua, Rahman Tekankan Pentingnya Pemerataan di Berau

    Air Bersih untuk Semua, Rahman Tekankan Pentingnya Pemerataan di Berau

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 644
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Kebutuhan air bersih menjadi salah satu elemen esensial bagi kehidupan masyarakat, tak kalah penting dari listrik. Namun, hingga saat ini, di Kabupaten Berau, belum semua wilayah memiliki akses terhadap air bersih. Meski demikian, sejumlah kampung sudah mulai mendapat perhatian dengan pembangunan intake yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan air warga setempat. Anggota DPRD […]

  • Kasus Pria Meninggal di Tabalar, Polisi Lakukan Olah TKP

    Kasus Pria Meninggal di Tabalar, Polisi Lakukan Olah TKP

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.944
    • 0Komentar

    Mengabarkan kasus bunuh diri perlu mengikuti kode etik jurnalistik agar tidak menimbulkan dampak negatif, termasuk risiko copycat suicide. Biasanya, media arus utama seperti Tempo.co, Kompas, atau TABALAR – Warga Kampung Tabalar Ulu, Kecamatan Tabalar, digemparkan dengan peristiwa meninggalnya seorang pria pada Jumat, 26 September 2025. Kapolsek Tabalar, Ipda Suradi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan laporan […]

expand_less