Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Tanpa Penangkaran, Setiap Buaya yang Ditangkap di Berau Wajib Dikembalikan ke Alam Liar

Tanpa Penangkaran, Setiap Buaya yang Ditangkap di Berau Wajib Dikembalikan ke Alam Liar

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 182
  • print Cetak

BERAU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau kian sering berhadapan dengan buaya yang muncul di tengah permukiman warga. Reptil besar itu dinilai membahayakan, namun setiap ekor yang berhasil diamankan tak boleh dimusnahkan. Statusnya sebagai satwa dilindungi membuat buaya-buaya tersebut wajib dikembalikan ke habitat alaminya, sejauh mungkin dari aktivitas manusia.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, memaparkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir laporan kemunculan buaya meningkat tajam. Bukan hanya di badan sungai, hewan pemangsa itu kini kerap ditemukan di gorong-gorong dan saluran drainase yang menempel dengan kawasan hunian.

Salah satu laporan terbaru, kata dia, menyebut seekor buaya terlihat masuk ke gorong-gorong di sekitar permukiman. Upaya penangkapan belum membuahkan hasil karena hewan tersebut bergerak makin jauh ke dalam saluran.

Menurut Rakhmadi, situasi ini mengkhawatirkan lantaran banyak gorong-gorong di lingkungan warga dibiarkan terbuka sehingga mudah menjadi tempat persembunyian buaya. Risiko terbesar mengancam kelompok rentan yang tak menyadari keberadaan hewan itu di bawah kaki mereka.

“Yang dikhawatirkan itu anak-anak atau warga yang tidak tahu ada buaya di dalam saluran,” ujarnya pada Jumat (15/05/2026).

Ia menjelaskan, kemunculan buaya tak lagi terbatas di Sungai Segah dan Sungai Kelay yang selama ini dikenal sebagai habitat utama satwa tersebut. Disdamkarmat juga menerima laporan penampakan buaya di kawasan Pulau Panjang, wilayah yang dinilai cukup jauh dari aliran sungai besar.

“Artinya pergerakan buaya sudah semakin jauh mendekati aktivitas masyarakat,” kata Rakhmadi.

Di tengah meningkatnya interaksi buaya dengan warga, ruang gerak petugas di lapangan sejatinya terbatas. Meski berpotensi mengancam keselamatan, buaya yang tertangkap tidak boleh dibunuh karena termasuk satwa yang dilindungi negara. Setiap ekor yang berhasil dievakuasi harus dikembalikan ke alam, dengan mempertimbangkan jarak aman dari permukiman.

“Begitu ada tangkapan buaya, kami harus mencari lokasi pelepasan yang aman dan jauh dari warga. Itu juga menjadi tantangan bagi kami,” jelasnya.

Penentuan titik pelepasan biasanya mengandalkan informasi dari aparat kampung yang memahami wilayah-wilayah yang masih menjadi habitat alami buaya. Lokasinya umumnya berupa rawa, sungai terpencil, atau kawasan perairan yang minim aktivitas manusia.

Rakhmadi menuturkan, pelepasliaran bukan pekerjaan ringan. Membawa buaya ke lokasi yang jauh dari permukiman membutuhkan personel, logistik, dan biaya tambahan. Meski demikian, langkah itu tetap ditempuh sebagai kompromi antara perlindungan satwa liar dan upaya menjaga keselamatan warga.

Hingga kini, Berau belum memiliki fasilitas penangkaran khusus untuk menampung buaya hasil evakuasi. Ketiadaan sarana itu membuat Disdamkarmat praktis hanya punya satu opsi penanganan: mengembalikan buaya ke alam bebas.

“Kalau ada penangkaran tentu akan membantu, karena selama ini setelah ditangkap buaya tetap harus dilepas kembali ke habitatnya,” pungkas Rakhmadi. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raperda Pedoman BUMK: Upaya Elita Herlina untuk Kemandirian Ekonomi Kampung

    Raperda Pedoman BUMK: Upaya Elita Herlina untuk Kemandirian Ekonomi Kampung

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 666
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Untuk mengoptimalisasi keberadaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), Anggota DPRD Berau, Elita Herlina mendorong agar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pedoman Pembentukan dan Penguatan BUMK segera dilahirkan. Dikatakan Elita, hal itu sebagai bentuk sikap DPRD Berau terhadap kampung-kampung yang telah berhasil menghidupkan BUMK-nya guna meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK). “Setiap kampung bisa […]

  • Lima Motif Tenun Berau Resmi Kantongi Merk

    Lima Motif Tenun Berau Resmi Kantongi Merk

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

      TANJUNG REDEB – Tenun Berau terus menunjukkan daya tariknya di pasar nasional hingga mancanegara. Untuk melindungi kekayaan budaya sekaligus memperkuat posisi UMKM kreatif di tingkat global, kini lima motif kain tenun khas Berau resmi terdaftar dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Pencapaian ini menjadi bukti kuatnya komitmen Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, […]

  • Balai Adat, Komitmen Support Pengembangan Budaya Hingga Kampung

    Balai Adat, Komitmen Support Pengembangan Budaya Hingga Kampung

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 750
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Berau menjadi salah satu potensi yang krusial dan bisa menjadi daya tarik wisatawan. Setiap gelaran upacara adat dan acara seni budaya yang digelar, bahkan tak pernah sepi pengunjung. Melihat potensi yang ada, Sri juniarsih yang merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Bupati Berau, terus mengupayakan agar […]

  • Optimalisasi SDM dan Perencanaan Jangka Panjang Jadi Sorotan Pjs Bupati Berau

    Optimalisasi SDM dan Perencanaan Jangka Panjang Jadi Sorotan Pjs Bupati Berau

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 663
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb  — Pjs Bupati Berau Sufian Agus masih terus melakukan silaturahmi ke OPD-OPD. Memasuki minggu kedua di bulan Oktober 2024 ini, beberapa OPD yang didatangi merupakan OPD teknis. Dari hasil kunjungannya ke beberapa OPD pada Senin (14/10/2024) pagi, Sufian Agus menekankan pentingnya kerjasama dan fokus dalam menjalankan program, khususnya program yang bersentuhan langsung dengan […]

  • Tumpukan Sampah Liar Muncul Sebulan Terakhir di Jalan Perjuangan, DLHK Libatkan RT dan Kelurahan

    Tumpukan Sampah Liar Muncul Sebulan Terakhir di Jalan Perjuangan, DLHK Libatkan RT dan Kelurahan

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 76
    • 0Komentar

    BERAU – Tumpukan sampah liar yang muncul di fasilitas umum di Jalan Perjuangan, Kabupaten Berau, dikeluhkan warga dalam sebulan terakhir. Sampah yang dibuang di lokasi tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Berau mengakui telah melakukan pengangkutan sampah di lokasi tersebut. Namun, hingga kini praktik […]

  • Rekrutmen Terbatas, Pensiunnya 109 ASN Jadi PR Besar Pemkab Bulungan

    Rekrutmen Terbatas, Pensiunnya 109 ASN Jadi PR Besar Pemkab Bulungan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 443
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menghadapi kekurangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebanyak 109 ASN resmi memasuki masa purna tugas atau pensiun pada Kamis (22/1/2026). Para ASN tersebut menerima Surat Keputusan (SK) pensiun yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bulungan di ruang pertemuan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan. Bertambahnya ASN […]

expand_less