Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » Anggur Muscat Viral Diduga Mengandung Residu Kimia Berbahaya, DPRD Berau Dorong Pengawasan

Anggur Muscat Viral Diduga Mengandung Residu Kimia Berbahaya, DPRD Berau Dorong Pengawasan

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
  • visibility 772
  • print Cetak

TANJUNG REDEB- Anggur muscat yang kini sedang viral di masyarakat diduga menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan manusia. Bahkan, salah satu penelitian menunjukkan bahwa anggur ini mengandung residu bahan kimia yang dapat berdampak negatif jika dikonsumsi secara berlebihan.

Menanggapi kabar tersebut, Elita mendesak dinas terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap pangan, terutama buah-buahan impor yang masuk ke Berau.

“Kami meminta agar dinas terkait segera melakukan pemeriksaan lebih ketat terhadap semua produk pangan, termasuk buah impor, untuk memastikan keamanan konsumen,” ujarnya, Rabu (30/10/2024).

Selain itu, Dinas Kesehatan pun diminta untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko konsumsi buah-buahan yang terpapar bahan kimia berbahaya. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh produk pangan impor.

“Langkah-langkah pencegahan dan mengingatkan ke masyarakat harus dilakukan. Sebab kita tidak tahu, ini pangan kandungannya apa saja kalau tidak diperiksa terlebih dahulu. Jangan sampai kecolongan,” ungkapnya.

Warga pun diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan mengonsumsi buah-buahan, serta melaporkan jika menemukan produk yang mencurigakan.

“Kami akan meminta agar OPD terkait melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap produk impor yang masuk ke Berau. Termasuk anggur muscat yang viral ini,” pungkasnya.

Dilansir dari laman Kompas.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan berkoordinasi dengan Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam merespons isu kontaminasi pestisida pada anggur shine muscat di Thailand dan Malaysia.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (29/10/2024), Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan bahwa tiap jenis pestisida memiliki risiko kesehatan yang berbeda terhadap manusia, tergantung pada senyawa kimia dalam pestisida tersebut, jumlah asupan, yakni residu yang ada dalam bahan makanan dan lama paparan.

Aji mengungkapkan, sejumlah dampak kesehatan akibat paparan pestisida dalam jangka waktu lama dan dosis yang cukup, seperti gangguan kesehatan, di antaranya gangguan kinerja endokrin dan gangguan fungsi hati dan ginjal, yang disebabkan oleh pestisida dengan efek sistemik.

“Pestisida dengan efek sistemik diserap oleh tanaman dan beredar melalui jaringan tanaman, sehingga residunya dapat bertahan di dalam buah atau bagian tanaman lainnya, bahkan setelah dicuci,” kata dia.

Adapun pestisida non-sistemik, katanya, adalah pestisida yang bekerja di permukaan tanaman, sehingga residunya cenderung menempel di luar dan lebih mudah dihilangkan melalui pencucian.

Dengan dosis dan jangka waktu yang lama, katanya, dapat menimbulkan gangguan neurologis dan hormon. Dia pun mengingatkan publik agar memperhatikan sejumlah hal dalam mengolah sayur dan buah-buahan, seperti mencuci buah secara seksama dengan air mengalir atau merendam dengan larutan tertentu, seperti larutan garam atau cuka, untuk mengurangi residu pestisida.

“Memilih produk buah yang organik yang tidak menggunakan pestisida, memilih buah yang bisa dikupas untuk dikonsumsi,” ujar dia.

Selain itu, memeriksa label untuk melihat negara asal dan informasi terkait sertifikasi keamanan pangan yang dapat memberikan penjelasan tentang kualitas pengelolaan pestisida yang dilakukan oleh perusahaan penghasil buah tersebut. (Adv/Marta)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Berau Soroti Banyaknya Warga Pendatang yang Belum Miliki KTP Kalimantan Timur

    DPRD Berau Soroti Banyaknya Warga Pendatang yang Belum Miliki KTP Kalimantan Timur

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Anggota DPRD Berau, Frans Lewi, menyoroti masalah yang cukup signifikan terkait banyaknya warga pendatang yang telah lama menetap dan bekerja di Berau, namun belum memiliki KTP Kalimantan Timur (Kaltim). Fenomena ini terjadi khususnya di kawasan pesisir, yang mayoritas dihuni oleh warga yang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebagai Sekretaris Komisi I DPRD […]

  • Sport Tourism Kejuaraan Balap Sepeda Kabupaten Berau “Road to Derawan”

    Sport Tourism Kejuaraan Balap Sepeda Kabupaten Berau “Road to Derawan”

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 934
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya ke Kecamatan Pulau Derawan dan sekitarnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar kejuaraan balap sepeda bertajuk “Road to Derawan” pada Sabtu, 16 November 2024. Event ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau, sekaligus memadukan olahraga dengan pariwisata. Kejuaraan […]

  • Dua Calon Ketua DPRD Berau Segera Diusulkan, NasDem Masih Menunggu

    Komisi III DPRD Berau Tegas Tolak Pengalihan Tugas Polri dalam Penegakan Hukum

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Liliansyah, menegaskan penolakannya terhadap wacana pengalihan tugas penyelidikan dan penyidikan yang selama ini dijalankan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dalam keterangannya, Liliansyah menyatakan bahwa Polri memiliki kompetensi dan keahlian yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas tersebut. Menurut Liliansyah, Polri telah terbukti profesional dalam menjalankan fungsi penyelidikan […]

  • Anggaran Terbatas, Sri Juniarsih Janji Program Unggulan Berau Tetap Direalisasikan Bertahap

    Anggaran Terbatas, Sri Juniarsih Janji Program Unggulan Berau Tetap Direalisasikan Bertahap

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 44
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan pemerintah daerah tetap berupaya merealisasikan program-program unggulan meski kemampuan anggaran Kabupaten Berau menghadapi keterbatasan. Sri Juniarsih mengatakan pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah. “Di hari Ulang Tahun yang 73 tahun ini kita akan melaksanakan secara perlahan Program Unggulan yang telah menjadi […]

  • Pemkab Berau Layangkan Surat Edaran Penutupan Sementara Tempat Hiburan dan Billiard

    Pemkab Berau Layangkan Surat Edaran Penutupan Sementara Tempat Hiburan dan Billiard

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Dalam rangka menghormati pelaksanaan Peringatan Isra Mikraj yang jatuh pada 27 Januari 2025 dan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili pada 29 Januari 2025, Pemerintah Kabupaten Berau telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300/Ol/I/Kespol-IV/2025 tentang Penutupan Sementara Kegiatan Usaha Hiburan dan Arena Bola Sodok (Billiard). Surat edaran yang ditandatangani oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih, ini […]

  • BBM Subsidi Langka, Nelayan Tabalar Menjerit

    BBM Subsidi Langka, Nelayan Tabalar Menjerit

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 744
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi persoalan utama bagi nelayan di Kecamatan Tabalar. Ketergantungan mereka pada sektor perikanan membuat akses terhadap BBM bersubsidi menjadi kebutuhan mendesak. Namun, hingga kini, pasokan yang terbatas kerap menghambat aktivitas melaut mereka. Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, mendesak Pemerintah Kabupaten Berau segera mencari solusi konkret […]

expand_less