Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » Anggur Muscat Viral Diduga Mengandung Residu Kimia Berbahaya, DPRD Berau Dorong Pengawasan

Anggur Muscat Viral Diduga Mengandung Residu Kimia Berbahaya, DPRD Berau Dorong Pengawasan

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
  • visibility 770
  • print Cetak

TANJUNG REDEB- Anggur muscat yang kini sedang viral di masyarakat diduga menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan manusia. Bahkan, salah satu penelitian menunjukkan bahwa anggur ini mengandung residu bahan kimia yang dapat berdampak negatif jika dikonsumsi secara berlebihan.

Menanggapi kabar tersebut, Elita mendesak dinas terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap pangan, terutama buah-buahan impor yang masuk ke Berau.

“Kami meminta agar dinas terkait segera melakukan pemeriksaan lebih ketat terhadap semua produk pangan, termasuk buah impor, untuk memastikan keamanan konsumen,” ujarnya, Rabu (30/10/2024).

Selain itu, Dinas Kesehatan pun diminta untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko konsumsi buah-buahan yang terpapar bahan kimia berbahaya. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh produk pangan impor.

“Langkah-langkah pencegahan dan mengingatkan ke masyarakat harus dilakukan. Sebab kita tidak tahu, ini pangan kandungannya apa saja kalau tidak diperiksa terlebih dahulu. Jangan sampai kecolongan,” ungkapnya.

Warga pun diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan mengonsumsi buah-buahan, serta melaporkan jika menemukan produk yang mencurigakan.

“Kami akan meminta agar OPD terkait melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap produk impor yang masuk ke Berau. Termasuk anggur muscat yang viral ini,” pungkasnya.

Dilansir dari laman Kompas.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan berkoordinasi dengan Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam merespons isu kontaminasi pestisida pada anggur shine muscat di Thailand dan Malaysia.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (29/10/2024), Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan bahwa tiap jenis pestisida memiliki risiko kesehatan yang berbeda terhadap manusia, tergantung pada senyawa kimia dalam pestisida tersebut, jumlah asupan, yakni residu yang ada dalam bahan makanan dan lama paparan.

Aji mengungkapkan, sejumlah dampak kesehatan akibat paparan pestisida dalam jangka waktu lama dan dosis yang cukup, seperti gangguan kesehatan, di antaranya gangguan kinerja endokrin dan gangguan fungsi hati dan ginjal, yang disebabkan oleh pestisida dengan efek sistemik.

“Pestisida dengan efek sistemik diserap oleh tanaman dan beredar melalui jaringan tanaman, sehingga residunya dapat bertahan di dalam buah atau bagian tanaman lainnya, bahkan setelah dicuci,” kata dia.

Adapun pestisida non-sistemik, katanya, adalah pestisida yang bekerja di permukaan tanaman, sehingga residunya cenderung menempel di luar dan lebih mudah dihilangkan melalui pencucian.

Dengan dosis dan jangka waktu yang lama, katanya, dapat menimbulkan gangguan neurologis dan hormon. Dia pun mengingatkan publik agar memperhatikan sejumlah hal dalam mengolah sayur dan buah-buahan, seperti mencuci buah secara seksama dengan air mengalir atau merendam dengan larutan tertentu, seperti larutan garam atau cuka, untuk mengurangi residu pestisida.

“Memilih produk buah yang organik yang tidak menggunakan pestisida, memilih buah yang bisa dikupas untuk dikonsumsi,” ujar dia.

Selain itu, memeriksa label untuk melihat negara asal dan informasi terkait sertifikasi keamanan pangan yang dapat memberikan penjelasan tentang kualitas pengelolaan pestisida yang dilakukan oleh perusahaan penghasil buah tersebut. (Adv/Marta)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sape Menggema dari Berau: Pemerintah & Industri Lokal Dorong Seniman Muda Menembus Panggung Nasional

    Sape Menggema dari Berau: Pemerintah & Industri Lokal Dorong Seniman Muda Menembus Panggung Nasional

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — DI BALIK alunan sape yang lembut dan bernapas dari akar kebudayaan Kalimantan, tersimpan perjalanan seorang anak muda Berau bernama Muhammad Budhi Setiyawan, atau yang lebih dikenal sebagai Whansetiyawan. Lulusan Pengkajian Musik Nusantara Pascasarjana ISI Yogyakarta ini memilih sape bukan karena tren, melainkan karena cinta yang tidak bisa dijelaskan. “Aku cinta aja, tanpa […]

  • Tragis, Seorang Nelayan di Bulungan Meninggal Dunia Saat Memancing

    Tragis, Seorang Nelayan di Bulungan Meninggal Dunia Saat Memancing

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Ismail, seorang nelayan berusia 45 tahun, ditemukan meninggal dunia di perahunya saat mencari ikan di Sungai Tuan, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, pada Senin pagi, 11 Mei 2026. Diduga, ia tewas akibat tersetrum oleh alat setrum ikan yang digunakannya sendiri. Kombes Pol Rofikoh, Kapolresta Bulungan, mengonfirmasi insiden tersebut setelah menerima laporan […]

  • Program Percepatan Pembangunan Lewat Dana RT

    Program Percepatan Pembangunan Lewat Dana RT

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Sebagai salah satu program prioritas yakni percepatan pembangunan melalui dana RT, program ini terealisasi optimal di Kabupaten Berau. Total sudah 197 RT di 10 Kelurahan di 4 Kecamatan terdekat, yang sudah memanfaatkan program ini. “Program Percepatan Pembangunan Melalui Dana RT sebesar Rp 50 juta per RT, realisasinya telah dilaksanakan di 197 RT […]

  • Dukungan Anggaran Siap, Asal DLHK Transparan: DPRD Berau Soroti Pengelolaan Sampah

    Dukungan Anggaran Siap, Asal DLHK Transparan: DPRD Berau Soroti Pengelolaan Sampah

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 625
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Berau yang telah mendapatkan peringatan dari pemerintah pusat kini menjadi sorotan serius Komisi II DPRD Berau. Minimnya koordinasi antara legislatif dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dinilai menjadi salah satu hambatan utama dalam mencari solusi yang berkelanjutan. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menyatakan kekecewaannya […]

  • Siswi Berau Bawa Baki Merah Putih di Upacara HUT ke-81 RI Tingkat Kaltim

    Siswi Berau Bawa Baki Merah Putih di Upacara HUT ke-81 RI Tingkat Kaltim

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Langkah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka terdengar teratur di lapangan Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Senin pagi, 17 Agustus 2026. Di hadapan peserta upacara, Sang Merah Putih perlahan bergerak menuju tiang bendera. Salah satu sosok yang berada di tengah prosesi itu datang dari Kabupaten Berau. Beatrice Geraldine Limbong, siswi SMA Negeri 2 […]

  • Berau Terpanas di Indonesia, Suhu Sentuh 36,4 Derajat Celsius

    Berau Terpanas di Indonesia, Suhu Sentuh 36,4 Derajat Celsius

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.730
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara paling panas di Indonesia hari ini berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Data ini berdasarkan perbandingan dari 20 stasiun meteorologi di seluruh Indonesia selama 24 jam, sejak pukul 07.00 WIB, Sabtu kemarin. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, suhu maksimum […]

expand_less