Nurung Soroti BBM hingga Pasar Ikan: Produksi Harus Naik, Tapi Serapan dan Budidaya Juga Wajib Dikuatkan
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 9 Des 2025
- visibility 508
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB- Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, mendesak Pemerintah Kabupaten Berau, khususnya Dinas Perikanan, untuk bekerja lebih agresif mengejar target produksi ikan 35 ribu ton per tahun. Dorongan itu muncul setelah ia menelaah capaian semester pertama 2025 yang baru menyentuh 13.027,66 ton, atau belum mencapai separuh dari target tahunan.
Menurut Nurung, angka tersebut seharusnya menjadi peringatan keras bagi instansi terkait agar melakukan percepatan pada semester berikutnya. Ia menilai pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah-langkah strategis dan memperkuat komunikasi dengan kelompok nelayan agar produksi tidak meleset dari rencana.
“Kita berharap akhir tahun targetnya tercapai, jadi dinas harus benar-benar kerja keras di semester dua,” kata dia.
Selain sektor tangkap di laut maupun perairan umum/danau (PUD), Nurung menyoroti potensi besar dari perikanan budidaya serta industri pengolahan ikan. Dua sektor ini, menurutnya, bisa menjadi penopang tambahan untuk mendongkrak volume produksi sekaligus meningkatkan daya saing komoditas lokal.
Namun, berbagai hambatan masih ditemui para nelayan, mulai dari keterbatasan BBM, kondisi cuaca yang kerap berubah, hingga minimnya alat tangkap. Nurung meminta pemerintah mengurai persoalan tersebut secara bertahap agar aktivitas nelayan tidak terganggu.
“Beberapa waktu lalu masih banyak keluhan soal BBM, cuaca, dan alat tangkap. Itu harus diselesaikan pelan-pelan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa mengejar kuantitas saja tidak cukup. Stabilitas pasar, menurutnya, sama pentingnya dengan peningkatan produksi. Produksi yang tinggi akan percuma jika tidak disertai kepastian penyerapan pasar. Karena itu, ia mendorong Pemkab Berau memperkuat manajemen perikanan dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran, agar kesejahteraan nelayan meningkat dan sektor ini bisa tumbuh lebih berkelanjutan.
“Pasar ini juga masih jadi pekerjaan besar. Produksi bagus tapi pasarnya tidak kuat, nelayan tetap kesulitan,” tutupnya. (adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar