Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Warga Long Ayap Mengungsi, Banjir Putus Akses dan Picu Penyakit

Warga Long Ayap Mengungsi, Banjir Putus Akses dan Picu Penyakit

  • account_circle Redaksi Beraunews
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 857
  • print Cetak

SEGAH – Sejak terjadinya banjir besar pada Selasa (27/5/2025) dini hari, masyarakat di Kampung Long Ayap bergegas mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Berdiam di pengungsian, semua yang mereka butuhkan juga terbatas.

Mereka seolah terisolasi dari dunia luar. Lokasi kampung yang cukup jauh hingga harus melewati jalan area perkebunan sawit selama berjam-jam, menjadi kendala bantuan yang diberikan itu bisa sampai. Terlebih ketika banjir menggenangi perkampungan, membuat akses jalan pun terputus.

Di ruangan seperti aula itu, puluhan warga duduk lesehan dan tidur seadanya. Semua harta benda milik mereka tak ada yang dapat diselamatkan. Bahkan, untuk pakaian saja mereka menggunakan baju yang sama berhari-hari.

“Ada dua lokasi yang dipergunakan sebagai tempat pengungsian yakni di balai lama dan di gedung serbaguna ini, dapur umum kami buat apa adanya yang penting warga bisa makan. Untuk kebutuhan mendesak yang dibutuhkan adalah bantuan pangan, dan pakaian,” terang Kepala Kampung Long Ayap, Jemi, ditemui Rabu (28/5/2025) siang.

Tak hanya dewasa, banyak anak-anak usia batita, balita dan usia sekolah yang ikut mengungsi. Mereka belum paham apa yang sebenarnya terjadi. Dengan wajah ceria, mereka masih bisa bermain dengan sebayanya.

Jemi pun bercerita, jika warganya sama sekali tak menyangka banjir ini akan menghabiskan tak hanya bangunan, tapi juga barang-barang milik mereka. Pasalnya, selama puluhan tahun tinggal di lokasi itu, banjir tak pernah setinggi kemarin, bahkan sampai menyentuh atap rumah.

“Datangnya air juga sangat cepat. Biasanya hanya di kolong rumah saja. Tapi kemarin ternyata menenggelamkan rumah kami. Jadi barang-barang yang kami kira aman ternyata ikut terbawa banjir,” tambahnya.

Tak hanya itu, warga pun mulai merasakan gangguan kesehatan, seperti gatal-gatal. Bagaimana tidak? Setelah banjir ini reda, mereka kembali ke rumah masing-masing untuk mengecek kondisi rumahnya dan membersihkannya secara bertahap. Lumpur yang tertinggal membuat badan kotor dan tentu saja menyebabkan penyakit.

Sempat mengunjungi kampung ini, Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan jika kondisi kesehatan masyarakat di sana menjadi perhatian utama, terlebih kesehatan. Dirinya pun meminta OPD terkait untuk segera memberikan apa yang menjadi kebutuhan mereka.

“Apa yang mereka butuhkan akan kita upayakan. Saya meminta dinas-dinas segera gerak cepat. Terlebih untuk kesehatan mereka, karena tadi juga saya mendapat laporan kalau warga sudah mulai merasakan gatal-gatal. Jangan sampai ada lagi penyakit-penyakit lainnya,” pungkasnya. (MrX)

  • Penulis: Redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harap Batu Bual Cup Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi dari Kampung

    Harap Batu Bual Cup Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi dari Kampung

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.256
    • 0Komentar

    SAMBALIUNG – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menghadiri acara penutupan Turnamen Batu Bual Cup ke-19 yang digelar di Lapangan Harun Seman, Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung, pada Senin (15/9/2025). Turnamen ini telah berlangsung sejak 1 September lalu dan menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan masyarakat setempat. Turnamen tahun ini diikuti oleh 25 tim dari berbagai […]

  • Penertiban Pajak Daerah di Bulungan, Mayoritas Pelaku Usaha Taat Usai Disidak

    Penertiban Pajak Daerah di Bulungan, Mayoritas Pelaku Usaha Taat Usai Disidak

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menemukan masih adanya pelaku usaha yang belum memenuhi kewajiban pajak daerah, khususnya dari sektor perhotelan. Kepala Bapenda Bulungan, Zulkifli Salim, mengatakan pihaknya telah melakukan penertiban terhadap sejumlah wajib pajak yang menunggak. Langkah itu dilakukan melalui pendekatan persuasif hingga tindakan tegas berupa pemasangan stiker peringatan […]

  • KPU Berau Sortir Surat Suara Lebih dan Rusak Demi Kelancaran Pilkada 2024

    KPU Berau Sortir Surat Suara Lebih dan Rusak Demi Kelancaran Pilkada 2024

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 602
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau tengah melaksanakan proses pelipatan dan pensortiran surat suara untuk memastikan validitas surat suara dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Ketua KPU Berau, Budi Harianto, mengungkapkan bahwa dalam proses tersebut ditemukan beberapa lembar surat suara dengan kesalahan lipat, yang diakui sebagai murni akibat human error. “Kesalahan ini telah […]

  • Kehadiran Kapal Lengkong di Perairan Talisayan Jadi Ancaman bagi Nelayan Kecil

    Kehadiran Kapal Lengkong di Perairan Talisayan Jadi Ancaman bagi Nelayan Kecil

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.227
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Di pesisir selatan, tepatnya di perairan Talisayan, pemandangan kapal-kapal lengkong yang beroperasi menangkap ikan kini menjadi pemandangan lazim. Fenomena yang berlangsung beberapa minggu terakhir ini membawa cerita lain bagi para nelayan kecil di wilayah tersebut. Ali Wardana, Kepala Kampung Talisayan, mengungkapkan keresahan yang dirasakan oleh masyarakat nelayan. Menurutnya, kehadiran kapal-kapal lengkong tidak hanya […]

  • ‎Festival Kuliner Lokal Berau: Menggali Kearifan Rasa, Menguatkan Ketahanan Pangan

    ‎Festival Kuliner Lokal Berau: Menggali Kearifan Rasa, Menguatkan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 2.172
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau mencoba menegaskan satu hal kemandirian pangan tak harus bergantung pada beras dan tepung.Melalui Festival Kuliner Pangan Lokal yang digelar Dinas Pangan Berau dalam rangka Hari Pangan Sedunia 2025. ‎Kimi masyarakat diajak kembali menoleh ke dapur tradisional ke sumber karbohidrat yang selama ini terpinggirkan seperti umbi-umbian, jagung, dan pisang. ‎“Festival […]

  • Mimpi Tambang Tak Lagi Pasti, Tenaga Lokal Terdesak di Tengah PHK

    Jokowi Warning Perusahaan Tambang: Reklamasi Adalah Kewajiban Mutlak

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 698
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) ke Bumi Batiwakkal pada Kamis (26/9/2024) menjadi momentum berharga bagi masyarakat Berau untuk menyampaikan keluh kesah secwra langsung terhadap berbagai persoalan yang terjadi saat ini. Mulai dari persoalan listrik hingga peluang peningkatan ekonomi lewat kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim. Bahkan, persoalan […]

expand_less