Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Warga Long Ayap Mengungsi, Banjir Putus Akses dan Picu Penyakit

Warga Long Ayap Mengungsi, Banjir Putus Akses dan Picu Penyakit

  • account_circle Redaksi Beraunews
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 850
  • print Cetak

SEGAH – Sejak terjadinya banjir besar pada Selasa (27/5/2025) dini hari, masyarakat di Kampung Long Ayap bergegas mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Berdiam di pengungsian, semua yang mereka butuhkan juga terbatas.

Mereka seolah terisolasi dari dunia luar. Lokasi kampung yang cukup jauh hingga harus melewati jalan area perkebunan sawit selama berjam-jam, menjadi kendala bantuan yang diberikan itu bisa sampai. Terlebih ketika banjir menggenangi perkampungan, membuat akses jalan pun terputus.

Di ruangan seperti aula itu, puluhan warga duduk lesehan dan tidur seadanya. Semua harta benda milik mereka tak ada yang dapat diselamatkan. Bahkan, untuk pakaian saja mereka menggunakan baju yang sama berhari-hari.

“Ada dua lokasi yang dipergunakan sebagai tempat pengungsian yakni di balai lama dan di gedung serbaguna ini, dapur umum kami buat apa adanya yang penting warga bisa makan. Untuk kebutuhan mendesak yang dibutuhkan adalah bantuan pangan, dan pakaian,” terang Kepala Kampung Long Ayap, Jemi, ditemui Rabu (28/5/2025) siang.

Tak hanya dewasa, banyak anak-anak usia batita, balita dan usia sekolah yang ikut mengungsi. Mereka belum paham apa yang sebenarnya terjadi. Dengan wajah ceria, mereka masih bisa bermain dengan sebayanya.

Jemi pun bercerita, jika warganya sama sekali tak menyangka banjir ini akan menghabiskan tak hanya bangunan, tapi juga barang-barang milik mereka. Pasalnya, selama puluhan tahun tinggal di lokasi itu, banjir tak pernah setinggi kemarin, bahkan sampai menyentuh atap rumah.

“Datangnya air juga sangat cepat. Biasanya hanya di kolong rumah saja. Tapi kemarin ternyata menenggelamkan rumah kami. Jadi barang-barang yang kami kira aman ternyata ikut terbawa banjir,” tambahnya.

Tak hanya itu, warga pun mulai merasakan gangguan kesehatan, seperti gatal-gatal. Bagaimana tidak? Setelah banjir ini reda, mereka kembali ke rumah masing-masing untuk mengecek kondisi rumahnya dan membersihkannya secara bertahap. Lumpur yang tertinggal membuat badan kotor dan tentu saja menyebabkan penyakit.

Sempat mengunjungi kampung ini, Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan jika kondisi kesehatan masyarakat di sana menjadi perhatian utama, terlebih kesehatan. Dirinya pun meminta OPD terkait untuk segera memberikan apa yang menjadi kebutuhan mereka.

“Apa yang mereka butuhkan akan kita upayakan. Saya meminta dinas-dinas segera gerak cepat. Terlebih untuk kesehatan mereka, karena tadi juga saya mendapat laporan kalau warga sudah mulai merasakan gatal-gatal. Jangan sampai ada lagi penyakit-penyakit lainnya,” pungkasnya. (MrX)

  • Penulis: Redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Berau Minta Pengawasan Proyek Infrastruktur Diperketat

    DPRD Berau Minta Pengawasan Proyek Infrastruktur Diperketat

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 316
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- DPRD Kabupaten Berau mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mengabaikan kualitas pembangunan infrastruktur di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan. Pengawasan terhadap proyek fisik dinilai harus diperkuat agar hasil pembangunan benar-benar sesuai standar. Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, menilai masih ada proyek pembangunan yang kualitasnya dipertanyakan karena tidak sepenuhnya mengikuti perencanaan awal. […]

  • Hydrant Kota Tanjung Redeb Perlu Peremajaan untuk Perkuat Penanganan Kebakaran

    Hydrant Kota Tanjung Redeb Perlu Peremajaan untuk Perkuat Penanganan Kebakaran

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Fasilitas hydrant di wilayah perkotaan Tanjung Redeb dilaporkan tidak berfungsi. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Berau karena hydrant merupakan salah satu sarana penting dalam penanganan kebakaran. Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmatan Berau, Nofian Hidayat, mengatakan pengelolaan hydrant berada dalam kewenangan Disdamkarmatan bersama Dinas Pekerjaan Umum […]

  • Komunitas Pecinta Dayung Berau Gaungkan Perdamaian Pasca Pilkada

    Komunitas Pecinta Dayung Berau Gaungkan Perdamaian Pasca Pilkada

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.322
    • 0Komentar

    Sambaliung – Menyambut semangat kedamaian dan kebersamaan pasca Pilkada 2024, Komunitas Pecinta Dayung Pembassai Batu Bual Pegat Bukur Kabupaten Berau menggelar acara Deklarasi Damai yang dilanjutkan dengan Lomba Dayung Open Berau dalam rangka Menyambut Natal dan Tahun baru 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Pegat Bukur Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada hari Minggu, […]

  • Antisipasi Sengketa, Pemkab Berau Gencarkan Sertifikasi Aset Tanah

    Antisipasi Sengketa, Pemkab Berau Gencarkan Sertifikasi Aset Tanah

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 576
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Inventarisir dan pencatatan aset Pemkab Berau yang menjadi salah satu prioritas, terus digencarkan. Hingga pertengahan tahun 2024 ini, menurut catatan BPKAD Berau, pihaknya telah melakukan pensertifikatan 214 aset bidang tanah. Dikonfirmasi tentang hal ini pada Senin (7/10/2024), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Berau Sapransyah melalui Kepala Bidang Aset BPKAD […]

  • Tersangka Korupsi Dana Desa Rp780 Juta di Teluk Sumbang Belum Ditahan, Berkas Kembali Dilimpahkan ke Kejaksaan

    Tersangka Korupsi Dana Desa Rp780 Juta di Teluk Sumbang Belum Ditahan, Berkas Kembali Dilimpahkan ke Kejaksaan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Penanganan kasus dugaan korupsi dana desa yang menjerat mantan Kepala Kampung Teluk Sumbang berinisial Km hingga kini belum menunjukkan kepastian hukum. Padahal, penetapan tersangka telah dilakukan sejak dua tahun lalu. Sejumlah warga mempertanyakan lambannya proses hukum tersebut. Mereka menilai tersangka masih bebas beraktivitas di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Seorang […]

  • Pemkab Berau Harap Solusi dari Pusat Segera Dirasakan Masyarakat

    Pemkab Berau Harap Solusi dari Pusat Segera Dirasakan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle beraunews
    • visibility 37
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Berau berharap hasil audiensi dengan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI dapat segera memberi manfaat bagi masyarakat. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (22/9/2026), Pemkab Berau menyampaikan sejumlah kebutuhan daerah. Kebutuhan itu meliputi sektor wisata, infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan. Sri hadir bersama Sekretaris Daerah Kabupaten […]

expand_less