Pemkab Berau Kawal Kurasi Ketat hingga Produk Lokal Masuk Ritel Nasional
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

BERAU — Upaya Pemerintah Kabupaten Berau mendorong produk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menembus rak-rak ritel modern mulai berbuah hasil. Setelah melalui rangkaian pendampingan dari hulu ke hilir, sejumlah produk lokal kini resmi hadir di jaringan ritel nasional dan hotel berbintang di Bumi Batiwakkal.
Penguatan UMKM ini tidak dilakukan secara sporadis. Pemerintah daerah merancang program berjenjang, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha hingga penyiapan akses pasar. Skema tersebut dirancang agar produk lokal tak hanya mampu bersaing dari sisi kualitas, tetapi juga memenuhi standar yang disyaratkan ritel modern.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, memaparkan bahwa tahapan pertama difokuskan pada pengembangan kemampuan para pelaku UMKM. Pelatihan dan pendampingan rutin digelar agar produk yang dihasilkan siap masuk ke pasar yang lebih luas.
“Untuk dukungan kepada UMKM lokal agar produk mereka bs masukan ritel modern, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan, peningkatan kualitas produk melalui pendampingan legalitas usaha, sertifikasi halal, desain kemasan dsb,” ujar Eva Yunita pada Rabu (20/5/2026).
Sejalan dengan penguatan internal pelaku usaha, Diskoperindag Berau juga bergerak di sisi eksternal dengan membangun jejaring dan kerja sama formal bersama pelaku industri ritel dan perhotelan. Kesepakatan ini menjadi pintu masuk penting bagi produk lokal agar mendapat ruang di etalase modern.
“Kita lakukan juga MoU antara bupati berau dengan Manajemen Ritel serta Perhotelan,” tambah Eva, menjelaskan bentuk komitmen yang telah dibangun pemerintah daerah dengan mitra usaha.
MoU tersebut kemudian diterjemahkan dalam langkah yang lebih konkret. Pemerintah daerah memfasilitasi pertemuan langsung antara pengelola ritel dan pelaku UMKM untuk menjajaki kerja sama dagang. Dari sini, proses seleksi produk berlangsung ketat sebelum benar-benar bisa dipasarkan.
“Dilaksanakan pertemuan2 bisnis maching antara manajemen ritel dan pelaku UMKM. Terakhir proses kurasi produk yg cukup panjang di mana sampel produk harus dikirimkan ke samarinda,” jelas Eva, menggambarkan proses kurasi yang harus dilalui pelaku usaha lokal.
Setelah melewati tahapan panjang, hasilnya mulai terlihat. Produk-produk unggulan Berau kini tak lagi hanya beredar di pasar tradisional, tetapi juga sudah menjangkau konsumen melalui jaringan ritel nasional dan hotel.
“Dan alhamdulillah saat ini berbagai produk UMKM berau sdh masuk di ritel nasional seperti Alfamidi juga ada pojok pemasaran di beberapa hotel di berau diantaranya Mercure dan hotel grand Parama,” pungkas Eva.(tnr)
- Penulis: admin
