Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Derawan Tak Cukup, Berau Mulai Membidik Ekowisata Pedalaman

Derawan Tak Cukup, Berau Mulai Membidik Ekowisata Pedalaman

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 91
  • print Cetak

BERAU– Ketergantungan Kabupaten Berau terhadap sektor pertambangan mulai diarahkan menuju babak baru. Pemerintah daerah menempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Arah tersebut masuk dalam pembangunan daerah periode 2025–2029. Namun pekerjaan rumahnya tidak sederhana. Berau tak hanya harus mendatangkan lebih banyak wisatawan, tetapi juga memastikan uang yang dibawa wisatawan berputar di masyarakat tanpa mengorbankan alam yang justru menjadi modal utama pariwisata.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan daerah saat ini berada dalam proses transisi dari pertambangan menuju pariwisata.

“Kabupaten Berau saat ini sedang bertransisi dari sektor pertambangan ke sektor pariwisata, yang kita harapkan mampu menopang ekonomi masyarakat, berbasis potensi sumber daya alam yang kita miliki,” ujarnya.

Berau memang memiliki modal besar. Selama ini nama Derawan, Maratua, dan Kakaban menjadi wajah utama pariwisata daerah. Di luar kawasan kepulauan, terdapat Labuan Cermin, Karst Merabu, Hutan Lindung Lesan, perkebunan cokelat di Kelay, hingga kekayaan sejarah dan budaya masyarakat.

Potensi tersebut yang ingin diperluas agar pariwisata Berau tidak hanya bergantung pada destinasi bahari.

Karst Merabu dan Hutan Lindung Lesan, misalnya, dipandang memiliki kekayaan ekologis dan sejarah yang dapat dikembangkan bersama narasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Ekowisata pedalaman diharapkan menjadi kekuatan lain di luar Derawan dan Maratua.

Di tengah ambisi menjadikan pariwisata sebagai kekuatan ekonomi baru, pemerintah daerah menghadapi persoalan lain: seberapa jauh sebuah kawasan boleh menerima aktivitas wisata.

Sri Juniarsih mengingatkan peningkatan jumlah kunjungan tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Bagaimana wisatawan datang, menikmati keindahan alam Berau, memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat kita, dan pada saat yang sama alam dan budaya kita tetap terjaga?” katanya.

Konsep daya dukung lingkungan atau carrying capacity karena itu menjadi penting, terutama untuk pulau, pesisir dan kawasan laut yang memiliki nilai konservasi tinggi.

Tidak semua kawasan, menurut pemerintah daerah, dapat dibuka atau dikembangkan secara masif. Zonasi ekologis dan batas kemampuan lingkungan menerima wisatawan perlu menjadi bagian dari perencanaan.

“Jangan sampai karena ingin mengejar pertumbuhan pariwisata dalam jangka pendek, kita justru merusak aset wisata yang menjadi kekuatan kita dalam jangka panjang,” tegasnya.

Persoalan tersebut menjadi krusial bagi Berau. Sebab berbeda dengan sektor yang mengandalkan pembangunan fisik semata, sebagian besar produk wisata daerah justru bergantung pada kualitas ekosistem yang masih terjaga.

Arah baru pariwisata itu kini sedang diterjemahkan melalui revisi Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah atau RIPPARDA Kabupaten Berau.

Draft final revisi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata 2026 di Bapelitbang Berau, Rabu, 12 Agustus 2026.

Sri Juniarsih meminta dokumen tersebut tidak berhenti sebagai persyaratan administratif. Kebijakan di dalam RIPPARDA harus dapat diterjemahkan menjadi program, kegiatan hingga penganggaran.

Tahapan harmonisasi di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan pendaftaran ke Propemperda juga didorong rampung tahun ini.

Pengembangan pariwisata pun tidak bisa dibebankan hanya kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Infrastruktur, konektivitas, lingkungan, pelayanan dasar hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat membutuhkan keterlibatan lintas perangkat daerah.

“Standar pelayanan kita harus naik kelas,” katanya.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan transisi tersebut bukan sekadar seberapa banyak destinasi baru dibuka atau wisatawan yang datang.

Tantangannya adalah apakah pariwisata benar-benar mampu menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat ketika ketergantungan Berau terhadap sumber daya ekstraktif perlahan harus dikurangi.

“Rakor hari ini harus menghasilkan komitmen yang konkret, pembagian peran yang jelas, dan langkah kerja yang dapat segera kita tindak lanjuti. Mari kita bangun pariwisata yang ekonominya tumbuh, lingkungannya terjaga, budayanya lestari, masyarakatnya sejahtera,” ungkapnya. (AFN)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siap Gantikan Pertambangan, Brigade Pangan Berau Dibekali Alsintan

    Siap Gantikan Pertambangan, Brigade Pangan Berau Dibekali Alsintan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 764
    • 0Komentar

    SAMBALIUNG – Upaya untuk memaksimalkan potensi lain selain pertambangan, semakin terlihat. Seperti di Kabupaten Berau, usai membentuk brigade pangan, kini mereka dibekali bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan).   Total alsintan yang merupakan dukungan dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian adalah sebanyak 37. Yakni 10 unit traktor roda crawler, 17 unit traktor […]

  • Sidang Lanjutan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Berau, Terdakwa Bantah Ada Intimidasi

    Sidang Lanjutan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Berau, Terdakwa Bantah Ada Intimidasi

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    BERAU – Kasus asusila yang melibatkan seorang paman kandung terhadap keponakannya kembali memasuki babak baru di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb. Dalam persidangan yang digelar pada Rabu (29/4), terungkap fakta bahwa korban yang baru berusia 15 tahun kini tengah mengandung dengan usia kehamilan lima bulan. Juru Bicara PN Tanjung Redeb, Agung Dwi Bowo, menyampaikan bahwa […]

  • Karya Kreatif Wajib Punya Pasar dan Kapasitas Produksi yang Kuat

    Karya Kreatif Wajib Punya Pasar dan Kapasitas Produksi yang Kuat

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.492
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) tidak cukup hanya mengandalkan estetika dan inovasi visual. Di balik sebuah karya, harus ada kemampuan menjaga kesinambungan produksi dan memastikan nilai ekonominya terus tumbuh. Pesan itu kembali disampaikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau sebagai arahan bagi para pelaku ekraf di daerah. Kepala […]

  • Relokasi Penampungan Pasir : DPRD Desak PUPR Sediakan Lahan Layak

    Relokasi Penampungan Pasir : DPRD Desak PUPR Sediakan Lahan Layak

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 587
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb — DPRD Berau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pelaku usaha penambangan pasir, DPUPR, PDAM, dan beberapa instansi terkait lainnya untuk membahas persoalan rencana pemindahan lahan tambang pasir masyarakat. Rapat ini bertujuan untuk membahas dampak dari terhentinya penambangan pasir yang mempengaruhi pendapatan masyarakat buruh tambang pasir. Fery Hayadi, salah satu pemilik kapal […]

  • Lindungi Ekonomi Warga Pesisir, DPUPR Siapkan Proyek Pengaman Pantai Berbasis Riset di 4 Pulau Wisata

    Lindungi Ekonomi Warga Pesisir, DPUPR Siapkan Proyek Pengaman Pantai Berbasis Riset di 4 Pulau Wisata

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 603
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB – Berau menetapkan perlindungan kawasan pesisir sebagai salah satu prioritas pembangunan 2025. Program ini diarahkan bukan hanya untuk menyelamatkan ekosistem pesisir, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata dan perikanan. ‎Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menyebut empat pulau wisata, yakni Derawan, Maratua, Sambit, dan […]

  • ‎Bukan Sekadar Produksi Dinas Perikanan Membantu, Agar Pelaku Usaha Tak Lagi Gagal Jual Hasil

    ‎Bukan Sekadar Produksi Dinas Perikanan Membantu, Agar Pelaku Usaha Tak Lagi Gagal Jual Hasil

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.863
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB — Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Berau, Maulidiyah mengatakan banyak pelaku usaha Perikanan telah mampu menghasilkan produk berkualitas, namun pemasarannya masih menjadi kendala. ‎Ia juga menjelaskan bahwa tidak sedikit pelaku usaha yang mengalami kesulitan menjual hasil budidaya maupun olahannya, meski produksi telah berjalan baik. ‎“Tantangan terbesar adalah memasarkan. karena pasar ikan air […]

expand_less