Deo dan Sinta Mulai Beradaptasi di Tabang Zoo, BKSDA Kaltim Siagakan Tim Medis
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

SAMARINDA — Dua gajah sumatra, Deo dan Sinta, kini menempati rumah baru di Tabang Zoo, Kabupaten Kutai Kartanegara. Keduanya tiba setelah menjalani translokasi dari Gembira Loka Zoo, Yogyakarta.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur memastikan dua satwa titipan negara tersebut tiba dengan selamat dan dalam kondisi sehat.
Deo yang berusia 30 tahun dan Sinta yang berusia 40 tahun langsung menjalani pemeriksaan medis setelah tiba di Lembaga Konservasi PT SGBL atau Tabang Zoo pada Selasa malam, 18 Agustus 2026.
“Keduanya langsung dipindahkan ke fasilitas khusus. Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan kondisi keduanya sangat sehat,” ujar Kepala BKSDA Kaltim M. Ari Wibawanto di Samarinda, Rabu, dikutip dari Antaranews.com.
Setelah menempuh perjalanan panjang dari Yogyakarta, Deo dan Sinta kini memasuki masa adaptasi di paddock baru seluas sekitar 1,1 hektare.
Area tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan keduanya, sekaligus memberikan ruang gerak yang lebih luas.
Paddock dilengkapi kandang utama, area umbaran, kandang jepit, hingga gudang penyimpanan pakan bernutrisi. Pembangunan fasilitas itu juga telah mendapatkan rekomendasi dari para ahli gajah agar memenuhi standar pemeliharaan dan kesejahteraan satwa.
Sebelum dipindahkan ke Tabang Zoo, Deo dan Sinta sempat dititipkan di Gembira Loka Zoo. Penitipan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses mempelajari karakter dan perilaku kedua gajah sebelum translokasi dilakukan.
Menurut Ari, pemindahan dilakukan karena kapasitas fasilitas sebelumnya semakin terbatas. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat pengelolaan dan upaya pengembangbiakan satwa secara optimal.
Translokasi juga didahului asesmen kelayakan untuk memastikan kondisi fisik kedua gajah serta lingkungan barunya sesuai dengan kebutuhan mereka.
Masa awal adaptasi menjadi perhatian khusus BKSDA Kaltim. Perjalanan dari Yogyakarta ke Kalimantan Timur yang cukup panjang dinilai berpotensi menimbulkan stres pada satwa.
“Kami menyiagakan tiga dokter hewan dan belasan perawat khusus untuk memantau kondisi serta proses adaptasi mereka setiap hari,” katanya.
Tim perawat merupakan gabungan tenaga dari Gembira Loka Zoo dan Tabang Zoo. Mereka akan bekerja bersama memantau kesehatan sekaligus perilaku Deo dan Sinta selama menjalani masa adaptasi.
Pengelola Tabang Zoo juga diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan kesehatan kedua gajah kepada otoritas terkait secara berkala.
BKSDA Kaltim menegaskan pengawasan akan terus dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam memastikan satwa dilindungi memperoleh perawatan dan lingkungan hidup yang layak.
“Negara akan terus memantau dan siap mengambil tindakan cepat apabila terdapat potensi penurunan kondisi kesehatan pada satwa dilindungi tersebut,” tutur Ari.(afn)
- Penulis: admin
