Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Deo dan Sinta Mulai Beradaptasi di Tabang Zoo, BKSDA Kaltim Siagakan Tim Medis

Deo dan Sinta Mulai Beradaptasi di Tabang Zoo, BKSDA Kaltim Siagakan Tim Medis

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 59
  • print Cetak

SAMARINDA — Dua gajah sumatra, Deo dan Sinta, kini menempati rumah baru di Tabang Zoo, Kabupaten Kutai Kartanegara. Keduanya tiba setelah menjalani translokasi dari Gembira Loka Zoo, Yogyakarta.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur memastikan dua satwa titipan negara tersebut tiba dengan selamat dan dalam kondisi sehat.

Deo yang berusia 30 tahun dan Sinta yang berusia 40 tahun langsung menjalani pemeriksaan medis setelah tiba di Lembaga Konservasi PT SGBL atau Tabang Zoo pada Selasa malam, 18 Agustus 2026.

“Keduanya langsung dipindahkan ke fasilitas khusus. Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan kondisi keduanya sangat sehat,” ujar Kepala BKSDA Kaltim M. Ari Wibawanto di Samarinda, Rabu, dikutip dari Antaranews.com.

Setelah menempuh perjalanan panjang dari Yogyakarta, Deo dan Sinta kini memasuki masa adaptasi di paddock baru seluas sekitar 1,1 hektare.

Area tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan keduanya, sekaligus memberikan ruang gerak yang lebih luas.

Paddock dilengkapi kandang utama, area umbaran, kandang jepit, hingga gudang penyimpanan pakan bernutrisi. Pembangunan fasilitas itu juga telah mendapatkan rekomendasi dari para ahli gajah agar memenuhi standar pemeliharaan dan kesejahteraan satwa.

Sebelum dipindahkan ke Tabang Zoo, Deo dan Sinta sempat dititipkan di Gembira Loka Zoo. Penitipan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses mempelajari karakter dan perilaku kedua gajah sebelum translokasi dilakukan.

Menurut Ari, pemindahan dilakukan karena kapasitas fasilitas sebelumnya semakin terbatas. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat pengelolaan dan upaya pengembangbiakan satwa secara optimal.

Translokasi juga didahului asesmen kelayakan untuk memastikan kondisi fisik kedua gajah serta lingkungan barunya sesuai dengan kebutuhan mereka.

Masa awal adaptasi menjadi perhatian khusus BKSDA Kaltim. Perjalanan dari Yogyakarta ke Kalimantan Timur yang cukup panjang dinilai berpotensi menimbulkan stres pada satwa.

“Kami menyiagakan tiga dokter hewan dan belasan perawat khusus untuk memantau kondisi serta proses adaptasi mereka setiap hari,” katanya.

Tim perawat merupakan gabungan tenaga dari Gembira Loka Zoo dan Tabang Zoo. Mereka akan bekerja bersama memantau kesehatan sekaligus perilaku Deo dan Sinta selama menjalani masa adaptasi.

Pengelola Tabang Zoo juga diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan kesehatan kedua gajah kepada otoritas terkait secara berkala.

BKSDA Kaltim menegaskan pengawasan akan terus dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam memastikan satwa dilindungi memperoleh perawatan dan lingkungan hidup yang layak.

“Negara akan terus memantau dan siap mengambil tindakan cepat apabila terdapat potensi penurunan kondisi kesehatan pada satwa dilindungi tersebut,” tutur Ari.(afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penduduk Berau Bertambah, Kursi DPRD Berpotensi Naik Jadi 35 pada Pemilu 2029

    Penduduk Berau Bertambah, Kursi DPRD Berpotensi Naik Jadi 35 pada Pemilu 2029

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 609
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Bertambahnya jumlah penduduk di Kabupaten Berau kembali menghidupkan wacana penambahan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Jika tren pertumbuhan penduduk terus berlanjut, maka pada Pemilu 2029 mendatang, komposisi wakil rakyat yang saat ini berjumlah 30 orang berpotensi bertambah menjadi 35 kursi. Wacana ini sejatinya bukan hal baru. Sejak 2023, isu […]

  • 389 Guru Non-ASN di Berau Tak Bisa Ikut PPPK, Disdik Berjuang Carikan Jalan Keluar

    389 Guru Non-ASN di Berau Tak Bisa Ikut PPPK, Disdik Berjuang Carikan Jalan Keluar

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Dinas Pendidikan Kabupaten Berau memperjuangkan nasib 389 guru non-ASN yang belum memenuhi masa kerja dua tahun dan tidak masuk dalam database pemerintah daerah maupun seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebelumnya. Kelompok guru tersebut tidak dapat mengikuti seleksi PPPK karena tidak terdata dalam sistem resmi pemerintah daerah. Nama mereka juga tidak […]

  • UMB dan Kelurahan Karang Ambon Sabet Juara I Berau Pengarusutamaan Gender Award 2025

    UMB dan Kelurahan Karang Ambon Sabet Juara I Berau Pengarusutamaan Gender Award 2025

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 967
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) mengumumkan para pemenang Berau Pengarusutamaan Gender (PUG) Award 2025. Kamis, (16/10). Tahun ini, Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) dan Kelurahan Karang Ambon berhasil meraih Juara I pada masing-masing kategori. Ajang PUG Award diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada lembaga […]

  • Nelayan Tak Perlu ke Jakarta, Pemkab Berau Siapkan GREI

    Nelayan Tak Perlu ke Jakarta, Pemkab Berau Siapkan GREI

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 801
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan upaya Pemerintah Kabupaten Berau bersama berbagai pihak untuk mengatasi kendala yang selama ini dihadapi nelayan dalam mengurus surat kapal. Permasalahan administratif tersebut dinilai berdampak pada menurunnya pasokan ikan di sejumlah daerah Berau. “Kurangnya pasokan ikan itu karena banyak kapal pengantar dan kapal penangkap yang belum memiliki surat […]

  • Pentingnya Hidran di Tiap Wilayah

    Pentingnya Hidran di Tiap Wilayah

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Musibah kebakaran khususnya di daerah pemukiman Kabupaten Berau sering terjadi. Hal ini seharusnya menjadi warning bagi Pemkab Berau. Proses pemadaman yang cukup lama lantaran terbatasnya alat, harusnya didukung dengan pengadaan hidran. “Pentingnya pengadaan Hidran di setiap pemukiman, guna mengantisipasi terjadinya kebakaran,” ujar Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah. ia yang ditemui […]

  • PT BBA: Lahan Sengketa di Gunung Sari, Bukan Pandan Sari

    PT BBA: Lahan Sengketa di Gunung Sari, Bukan Pandan Sari

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.321
    • 0Komentar

    Segah — Konflik lahan antara PT Berau Bara Abadi (BBA) dan warga Kampung Pandan Sari, Kecamatan Segah, memasuki babak baru. Perusahaan tambang batu bara ini menegaskan bahwa lahan yang menjadi sumber perselisihan adalah bagian dari wilayah Gunung Sari, bukan Pandan Sari, sebagaimana diklaim oleh warga. Wanda Hatirindah, Kuasa Hukum PT BBA, menyatakan bahwa lahan tersebut […]

expand_less