Hasil Uji 24 Jam Keluar, Kualitas Udara Berau Masuk Kategori Tidak Sehat
- account_circle admin
- calendar_month 33 menit yang lalu
- visibility 22
- print Cetak

BERAU– Kualitas udara di Kabupaten Berau masuk kategori tidak sehat berdasarkan hasil pengukuran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau selama 24 jam, pada 28-29 Agustus 2026.
Pengukuran dilakukan di halaman Kantor DLHK Berau, Tanjung Redeb, sejak pukul 14.00 WITA pada Jumat hingga waktu yang sama pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Pemeriksaan dilakukan UPTD Laboratorium Lingkungan Kabupaten Berau di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Dari empat parameter yang diperiksa, Total Suspended Particulate atau TSP mencatat angka paling tinggi, yakni 193. Sementara PM10 berada pada angka 153 dan PM2.5 mencapai 131.
Adapun parameter karbon monoksida atau CO tercatat 1,30.
Berdasarkan klasifikasi Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU yang dicantumkan DLHK, rentang nilai 101-200 masuk dalam kategori tidak sehat. Kondisi pada kategori tersebut dapat menimbulkan dampak merugikan bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Hasil pengukuran itu membuat DLHK menyatakan kualitas udara di lokasi pemantauan berada pada kategori tidak sehat.
Selain konsentrasi pencemar udara, petugas mencatat kelembapan udara sebesar 59 persen RH. Suhu udara saat pengukuran mencapai 35,3 derajat Celsius.
Pengujian tersebut menjadi kelanjutan dari pemantauan yang dimulai DLHK Berau pada Jumat siang. Sebelumnya, Kepala DLHK Berau Zulkifli Azhari mengatakan pemeriksaan dilakukan setelah perangkat penyaring untuk pengujian kualitas udara tiba dan dapat digunakan UPT Laboratorium.
Menurut Zulkifli, pengukuran tidak dapat menghasilkan kesimpulan secara seketika karena sampel harus dipantau selama 24 jam.
“Untuk hasil akan didapat setelah 24 jam pemantauan. Tadi kita mulai pengujian sekitar pukul 14.00 WITA,” kata Zulkifli.
Parameter PM2.5 dan PM10 menjadi salah satu perhatian karena berupa partikel berukuran sangat kecil yang dapat berada di udara dan terhirup ketika masyarakat beraktivitas.
DLHK mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Aktivitas di luar rumah juga disarankan dikurangi apabila asap semakin pekat.
Masyarakat turut diminta memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga kondisi kesehatan selama kualitas udara belum membaik. Pengukuran kualitas udara ini dilakukan ketika Kabupaten Berau masih menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan. Data tersebut juga menjadi gambaran kondisi udara pada titik pengukuran di kawasan Kantor DLHK Berau selama periode pemantauan 28-29 Agustus, sehingga tidak serta-merta menggambarkan kondisi yang sama di seluruh wilayah Kabupaten Berau. (afn)
- Penulis: admin
