Pesawat OMC Terus Pantau Langit Berau, BPBD Tunggu Potensi Hujan dan Penurunan Hotspot
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

BERAU – Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC di Kabupaten Berau tetap dilakukan meski awan yang memenuhi syarat untuk penyemaian belum selalu terlihat di wilayah sasaran.
Pesawat OMC tetap melakukan penerbangan sesuai jadwal untuk memantau perkembangan atmosfer dan mencari potensi awan yang dapat disemai. Pelaksanaan penyemaian, however, tetap bergantung pada kondisi awan yang memenuhi persyaratan teknis.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Berau, Masyhadi, mengatakan pelaksanaan OMC di daerah tersebut masih terus dipantau karena merupakan pengalaman pertama bagi Berau.
“Kalau tidak ada awan, tidak bisa juga mungkin. Secara teknis saya ini masih belajar juga, karena kita pertama kali ini,” ujarnya di posko OMC Berau, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut Masyhadi, tim OMC tidak hanya mengamati keberadaan awan pada satu titik. Perkembangan awan terus dipantau karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.
Awan yang saat penerbangan belum memenuhi syarat penyemaian, kata dia, masih memiliki kemungkinan untuk berkembang dan kemudian dapat dimanfaatkan dalam operasi modifikasi cuaca.
“Sebagian masih di langit Berau. Tapi potensi awan yang bisa disemai ini masih labil. Masih ada kemungkinan awan-awan yang ada di kawasan Berau bisa menjadi lokasi untuk penyemaian,” ujarnya.
Masyhadi menjelaskan pesawat OMC memiliki jadwal penerbangan untuk melakukan pemantauan. Tim kemudian menentukan langkah penyemaian berdasarkan kondisi serta potensi awan yang ditemukan.
“Pun tidak ada awan, tetap dilihat potensinya itu. Karena sepuluh kali itu sudah wajib mereka lakukan,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, operasi tidak hanya bergantung pada keberadaan awan yang sudah terlihat ketika pesawat mengudara. Pemantauan tetap dilakukan untuk mencari kemungkinan pertumbuhan awan yang nantinya dapat digunakan sebagai target penyemaian.
BPBD Berau berharap awan potensial dapat tumbuh di kawasan yang membutuhkan hujan, terutama wilayah dengan sebaran kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Namun, Masyhadi mengatakan lokasi pertumbuhan awan tidak dapat ditentukan oleh tim di lapangan.
“Kita mengharapkan pertumbuhan awan ini yang ada di tempat yang kita harapkan. Makanya mereka sampai, apabila ada awan di lokasi yang kita harapkan, mereka akan terbang,” ujarnya.
Hasil penyemaian yang telah dilakukan juga belum dapat langsung dinilai sesaat setelah penerbangan. Evaluasi membutuhkan pemantauan terhadap munculnya hujan serta perubahan jumlah hotspot sebelum dan sesudah pelaksanaan OMC.
“Katanya mungkin keberhasilan ada yang hujan, kemudian hotspot dikurang antara sebelum dan sesudah. Ini kita tunggu apakah ini bisa terjadi atau tidak,” pungkasnya.(AFN)
- Penulis: admin
