Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kemarau Panjang, 1.000 Warga Gunung Tabur Krisis Air Bersih

Kemarau Panjang, 1.000 Warga Gunung Tabur Krisis Air Bersih

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 74
  • print Cetak

BERAU — Kemarau panjang mulai mengubah keseharian sekitar 1.000 warga Kelurahan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Sungai dan parit yang selama ini menjadi sumber air warga mengering. Di sejumlah titik, air yang tersisa pun keruh dan tak lagi layak digunakan.

Kondisi itu terjadi di sedikitnya lima wilayah, yakni RT 7, RT 9, RT 12, RT 14, dan RT 17. Warga kini harus bertahan dengan pasokan air yang terbatas.

Lurah Gunung Tabur, Achmad Rizali, mengatakan kekeringan membuat sumber air yang biasa digunakan warga tak lagi bisa diandalkan.

“Kondisi ini dialami warga selama musim kemarau. Sungai-sungai di sekitar permukiman mengering. Kalaupun masih ada airnya, kondisinya keruh dan tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Rizali.

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong pihak kelurahan bersama unsur Muspika, Polres Berau, dan TNI melakukan penyaluran air bersih secara berkala.

Selama kemarau kali ini, bantuan air telah disalurkan sebanyak tiga kali. Dua penyaluran sebelumnya berasal dari Polres Berau dan Danramil. Adapun penyaluran terbaru dilakukan oleh pihak kelurahan bersama Muspika.

“Untuk musim kemarau sekarang, kami sudah tiga kali melakukan penyaluran. Sekali bantuan dari Polres, sekali dari Danramil, dan kali ini kami dari pihak kelurahan bersama Muspika,” ujar Rizali.

Namun, distribusi air menghadapi keterbatasan kapasitas armada. Tangki pemadam kebakaran yang digunakan untuk mengangkut air hanya mampu membawa sekitar 5.000 liter dalam sekali pengiriman.

Dengan kapasitas tersebut, satu kali perjalanan belum mampu menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

“Karena kapasitas unit armada kita terbatas 5.000 liter, sekali pengantaran itu paling bisa memenuhi kebutuhan sekitar 10-12 rumah saja,” kata Rizali.

Keterbatasan itu membuat penyaluran air harus dilakukan secara bertahap. Kelurahan bersama unsur terkait mengatur distribusi berdasarkan kebutuhan warga di wilayah yang terdampak kekeringan.

Di RT 9, misalnya, warga bernama Sultan mengatakan parit yang selama ini menjadi sumber air keluarganya telah mengering.

“Sudah lama susah air, mulai dari kemarau. Sehari-hari biasanya pakai air parit, tapi sekarang air paritnya juga sudah kering dan tinggal sedikit,” ujar Sultan.

Bantuan air yang datang menjadi penopang sementara bagi keluarganya. Sultan menerima sekitar 600 liter air atau setengah tandon untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Hari ini dapat bantuan air, ada sekitar setengah tandon, 600 liter. Sangat membantu untuk kebutuhan harian di rumah,” katanya.

Rizali mengatakan distribusi air bersih akan terus diupayakan selama kondisi kemarau masih berlangsung. Bagi pemerintah kelurahan, persoalan utama saat ini adalah menjaga agar warga tetap memperoleh pasokan air meski sumber air alami semakin terbatas.

Kemarau di Gunung Tabur akhirnya bukan hanya soal suhu yang meningkat dan hujan yang tak kunjung turun. Bagi warga, kemarau berarti sungai yang mengering, parit yang kehilangan air, dan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi dari tangki bantuan. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berau Siapkan Skema Perlindungan Budidaya Rumput Laut, Dorong Kebangkitan Ekonomi Biru dan Potensi Kampung Pesisir

    Berau Siapkan Skema Perlindungan Budidaya Rumput Laut, Dorong Kebangkitan Ekonomi Biru dan Potensi Kampung Pesisir

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau semakin serius menggarap potensi ekonomi biru sebagai motor penggerak kesejahteraan kampung-kampung pesisir. Meski kualitas perairan Berau masuk kategori unggulan, pengembangan rumput laut belum mencapai level optimal akibat kendala teknis dan minimnya perlindungan bagi pembudidaya. Sekretaris Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Yunda Zuliarsih, menyampaikan bahwa pemerintah kini tidak hanya memperkuat aspek […]

  • Berau Hadapi Tekanan Perubahan Iklim, Perusahaan dan Masyarakat Diminta Turun Tangan

    Berau Hadapi Tekanan Perubahan Iklim, Perusahaan dan Masyarakat Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 89
    • 0Komentar

    BERAU – Ancaman perubahan iklim mulai ditempatkan sebagai persoalan nyata dalam arah pembangunan Kabupaten Berau. Pemerintah daerah mengingatkan bahwa cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan hingga terganggunya keanekaragaman hayati tidak lagi cukup dijawab dengan kampanye seremonial. Pesan itu disampaikan Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih dalam puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di […]

  • Tebing Jalan Poros Trans Kaltara di Sungai Urang Longsor, Pengendara Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

    Tebing Jalan Poros Trans Kaltara di Sungai Urang Longsor, Pengendara Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 880
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Tebing di ruas jalan poros Trans Kalimantan Utara kawasan Sungai Urang, Kelurahan Tanjung Palas Hilir, Kabupaten Bulungan, dilaporkan mengalami longsor pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Peristiwa tersebut sempat membuat pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut waspada. Informasi awal mengenai kejadian itu beredar melalui video yang diunggah di media sosial. […]

  • Kemerdekaan dalam Aksi: IPB Bagi Bendera dan Bantu Korban Kebakaran

    Kemerdekaan dalam Aksi: IPB Bagi Bendera dan Bantu Korban Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

    A-News.id, Tanjung Redeb — PT Indo Pusaka Berau (IPB) menggelar aksi bagi-bagi bendera merah putih kepada pengendara yang melintas di Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (6/8/2024). Aksi tersebut untuk menindaklanjuti Surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan nomor 400.10.1.1/2152/SJ perihal Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2024, serta surat dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) […]

  • Lahan TPA Berau Jadi Sentra Sayuran, Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

    Lahan TPA Berau Jadi Sentra Sayuran, Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 851
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Upaya mengatasi inflasi di Kabupaten Berau semakin serius dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan mengembangkan komoditi lokal yang selama ini menjadi penyumbang inflasi, seperti sayuran dan cabai. Rencana tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan lahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) seluas lebih dari 1 hektare yang terletak di Jalan Sultan Agung, Tanjung Redeb, […]

  • Skema Kredit Lunak Harus Masif, UMKM Butuh Informasi Lebih Luas

    Skema Kredit Lunak Harus Masif, UMKM Butuh Informasi Lebih Luas

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengimbau perbankan untuk memberikan kemudahan akses permodalan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau. Dikatakan Said, ketersediaan modal usaha menjadi salah satu kunci utama dalam pengembangan UMKM selain pelatihan dan promosi. “Saat ini, kondisi ekonomi masih belum stabil dengan banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). […]

expand_less