Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Dinkes Kaltim Dorong Deteksi Dini dan Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Zoonosis

Dinkes Kaltim Dorong Deteksi Dini dan Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Zoonosis

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • visibility 46
  • print Cetak

SAMARINDA – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mendorong penguatan deteksi dini dan pencegahan penyakit zoonosis yang berpotensi berkembang menjadi penyakit emerging. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit secara berkepanjangan di masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Fitnawati, mengatakan zoonosis menjadi bagian dari penyakit emerging yang perlu mendapat perhatian melalui deteksi dini dan upaya pencegahan.

“Zoonosis merupakan bagian dari beberapa penyakit emerging yang harus kita lakukan deteksi dini dan pencegahannya sehingga tidak meluas secara berkepanjangan,” ujar Fitnawati pada Rakor Zoonosis One Health Tahun 2026 baru-baru ini di Samarinda.

Zoonosis merupakan penyakit infeksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, parasit, jamur, virus, maupun agen penyakit lainnya. Penyakit tersebut dapat menular dari hewan kepada manusia maupun sebaliknya.

Menurut Fitnawati, penyakit emerging dapat muncul ketika agen penyakit menyerang suatu populasi untuk pertama kalinya. Penyakit juga dapat kembali muncul atau berulang dan dalam kondisi tertentu berpotensi menyebabkan kematian.

“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua, tentunya teman-teman secara berjenjang di seluruh fasilitas kesehatan,” katanya.

Karena itu, Fitnawati menekankan pentingnya sosialisasi dan koordinasi di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Menurut dia, koordinasi diperlukan agar setiap kasus yang ditemukan dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.

“Bagaimana kita mengupayakan sosialisasi dan koordinasi sehingga ketika ada kasus, bisa secara cepat dan tepat mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Dalam penanggulangan zoonosis, kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini menjadi bagian penting. Upaya tersebut, kata Fitnawati, tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kerja sama lintas program dan lintas sektor secara berkesinambungan.

“Untuk menghadapi tantangan dalam penanggulangan penyakit ini, khususnya dalam kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini, memerlukan kerja sama bukan hanya lintas program, tetapi juga lintas sektor terkait dan berkesinambungan, dengan pendekatan-pendekatan yang perlu kita kolaborasikan,” ujarnya.

Ia mengatakan persoalan kesehatan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab institusi kesehatan. Dukungan dari berbagai sektor diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan penyakit di tengah masyarakat.

“Permasalahan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi kesehatan saja, tetapi bagaimana peran lintas sektor yang bisa kita manfaatkan,” pungkasnya. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Strategi Ketahanan Bahan Makanan Melalui Pertanian Berau

    Pentingnya Strategi Ketahanan Bahan Makanan Melalui Pertanian Berau

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Di pasar-pasar tradisional, beras lokal masih dibeli harian, ikan tangkap segar mengisi tambak dan dermaga, dan perkebunan tumbuh sebagai sumber pendapatan warga. Namun di balik aktivitas yang tampak stabil itu, ada satu hal yang terus disuarakan DPRD Berau: ketahanan pangan tidak boleh dianggap beres hanya karena stok hari ini terlihat aman. Anggota […]

  • Adipura 2025 Dorong Kota Ramah Lingkungan, Sri Juniarsih Siapkan Strategi

    Adipura 2025 Dorong Kota Ramah Lingkungan, Sri Juniarsih Siapkan Strategi

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggulirkan program penghargaan Adipura dengan pendekatan baru. Tahun ini, aspek pengelolaan sampah menjadi indikator utama dalam penilaian. Hal itu ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam Pertemuan Kebijakan dan Pelaksanaan Program Adipura 2025 yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025. […]

  • Kolaborasi dengan Swasta Jadi Jalan Tengah Diskoperindag untuk UMKM

    Kolaborasi dengan Swasta Jadi Jalan Tengah Diskoperindag untuk UMKM

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 526
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Keterbatasan anggaran membuat Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau harus melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan program kerja, khususnya yang berkaitan dengan pelatihan dan pendampingan pelaku usaha.   Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yuanita, mengatakan bahwa sebagian besar tugas Diskoperindag berfokus pada pembinaan, pendampingan, pelatihan, serta pengawasan di lapangan, termasuk pengawasan distribusi LPG […]

  • Kampanye di Teluk Harapan: Madri Pani Tanggapi Keluhan Warga Maratua

    Kampanye di Teluk Harapan: Madri Pani Tanggapi Keluhan Warga Maratua

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 643
    • 0Komentar

    Maratua – Paslon nomor urut 1, Madri Pani-Agus Wahyudi, menggelar kampanye di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Rabu (16/10) sekira pukul 16.00 Wita. Ratusan masyarakat memadati kampanye yang dihadiri calon bupati Berau tersebut. Persoalan jaringan internet menjadi keluhan utama bagi warga empat kampung yang ada di Maratua. “Ini yang masih menjadi PR. Tapi saya ke […]

  • MTQ Berau 2026 Tetap Digelar, Meski Cabang Lomba dan Durasi Dikurangi

    MTQ Berau 2026 Tetap Digelar, Meski Cabang Lomba dan Durasi Dikurangi

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    BERAU — Kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Berau 2026. Sejumlah cabang lomba tidak dilaksanakan dan durasi kegiatan dipersingkat menjadi lima hari. Kepala Kementerian Agama Berau, Kabul Budiono, mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan menyusul penurunan anggaran yang cukup signifikan. Meski demikian, pelaksanaan MTQ tetap digelar dengan menyesuaikan kemampuan pendanaan yang tersedia. […]

  • Sri Juniarsih Warning OPD: Jangan Lengah Hadapi Cuaca Ekstrem

    Sri Juniarsih Warning OPD: Jangan Lengah Hadapi Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyerukan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Berau untuk bersinergi dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi dari perubahan cuaca ekstrem yang tengah melanda Kabupaten Berau. Bupati perempuan ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna meminimalkan dampak buruk dari cuaca ekstrem yang ditandai dengan suhu udara mencapai 36 […]

expand_less