Retak di Parkiran hingga Panas Ruang Tunggu, Ini Langkah PUPR Berau Benahi RSUD Baru
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

TANJUNG REDEB – Pembangunan rumah sakit umum daerah baru di Tanjung Redeb memasuki babak akhir. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau kini berkutat pada deretan penyempurnaan, memastikan seluruh sudut bangunan aman dan siap menampung layanan kesehatan bagi warga.
Kepala Bidang P3BJK PUPR Berau, Anang Wahananto, menjelaskan bahwa tim teknis tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur dan konstruksi, sebagai bagian dari prosedur final sebelum rumah sakit dioperasikan.
“Secara umum bangunan utama sudah selesai. Saat ini kami fokus pada penyempurnaan di beberapa bagian agar lebih nyaman dan optimal saat digunakan,” ujarnya, dilansir dari situs resmi PUPR Berau, Senin (27/4/2026).
Anang menuturkan, hasil pemeriksaan tidak menemukan persoalan pada struktur utama gedung rumah sakit. Catatan yang tersisa lebih banyak menyangkut fasilitas penunjang serta aspek kenyamanan pasien dan pengunjung.
Salah satu sorotan berada di area ruang tunggu poli yang menghadap timur. Ruang ini mendapat paparan sinar matahari langsung pada jam-jam tertentu sehingga suhu di dalam ruangan terasa lebih panas dibanding area lain.
Untuk meredam panas tersebut, PUPR Berau berencana menambah pelindung pada kaca di sisi bangunan yang terpapar matahari. Penyesuaian ini diharapkan mampu menurunkan intensitas panas tanpa mengurangi pencahayaan alami.
Di area luar, tim juga menemukan keretakan pada bagian parkiran. Anang menegaskan, kondisi ini tidak berkaitan dengan kerusakan struktur bangunan utama, melainkan akibat proses penurunan tanah yang lazim terjadi pada konstruksi baru.
“Retakan itu akibat penyesuaian tanah dan tidak berpengaruh terhadap keamanan struktur utama bangunan. Meski begitu tetap akan kami lakukan perbaikan,” jelasnya.
Bersamaan dengan itu, PUPR Berau memperkuat kawasan sekitar rumah sakit dengan membangun dinding penahan tanah di sejumlah titik yang dinilai rawan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi longsor di kemudian hari.
Penataan lingkungan juga menjadi bagian dari paket akhir pekerjaan. Vegetasi ditambah dan landscape dibenahi agar area rumah sakit tampil lebih asri sekaligus nyaman bagi pasien, keluarga, maupun tenaga kesehatan.
Anang memastikan tidak ada lagi pekerjaan lanjutan pada gedung utama RSUD untuk tahun ini. Tahapan pengelolaan bangunan telah dialihkan ke Dinas Kesehatan yang kini bersiap mengatur operasional pelayanan.
“Fokus kami sekarang tinggal penyempurnaan bagian luar. Untuk bangunan utama, seluruh pekerjaan sudah selesai,” pungkasnya. (tnr)
- Penulis: admin
