Meski Masih Berbenah, Operasional RSUD Raja Alam Berau Dinilai Perlu Dipercepat
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 10
- print Cetak

BERAU — Tingginya kompleksitas standar teknis dalam pembangunan rumah sakit menjadi pertimbangan RSUD Raja Alam Berau didorong untuk tetap dioperasikan meski belum sepenuhnya sempurna. Hal ini disampaikan Prof Cali dari tim Universitas Hasanuddin (Unhas) saat meninjau kesiapan fasilitas tersebut.
Ia menjelaskan, pembangunan rumah sakit memiliki standar teknis yang ketat dan rinci, mulai dari pengaturan jarak antar ruang, pencahayaan, hingga aspek keselamatan pasien. “Rumah sakit memang susah sekali. Semua ada standarnya, mulai dari jarak, pencahayaan, sampai pintu kamar mandi harus bisa dibuka dari luar karena kalau pasien pingsan tidak bisa dibuka dari dalam,” ujarnya, Senin (27/04/2026).
Selain itu, pengaturan alur pelayanan menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dalam operasional rumah sakit. Penempatan unit layanan yang kurang tepat dapat berdampak pada kenyamanan pasien. “Tidak semua orang memahami alur ini. Misalnya poli jiwa ditempatkan di ujung, pasien harus melewati semua area. Ini yang harus diperhatikan,” jelasnya.
Meski masih terdapat sejumlah kekurangan, Prof Cali menilai operasional rumah sakit sebaiknya tetap berjalan. Menurut dia, hal ini berkaitan dengan masa pemeliharaan bangunan yang segera berakhir, sehingga perbaikan masih dapat menjadi tanggung jawab pihak kontraktor. “Kalau saya, lebih baik dioperasionalkan saja dengan segala kekurangannya. Karena ini anggaran sudah miliaran, dan masa pemeliharaan akan segera habis. Kalau ada kerusakan, kita masih bisa minta pertanggungjawaban,” tegasnya.
Ia juga berharap masa pemeliharaan dapat diperpanjang agar seluruh kekurangan dapat ditangani secara optimal.
Di sisi lain, ia menyoroti keterbatasan sumber daya manusia di daerah dalam pengelolaan rumah sakit. Menurutnya, tidak banyak tenaga yang memiliki pemahaman komprehensif terkait manajemen rumah sakit. “Tidak banyak orang di daerah yang menguasai manajemen perumahsakitan. Ini memang tidak mudah,” pungkasnya. (tnr)
- Penulis: admin
