Kesbangpol Dorong ASN Kuasai Intelijen Dasar demi Perkuat Kewaspadaan Dini
- account_circle admin
- calendar_month 21 menit yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

BERAU– Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur mendorong aparatur sipil negara memahami dasar-dasar intelijen untuk memperkuat kemampuan membaca perubahan situasi sosial dan politik di daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Kesbangpol Setda Provinsi Kalimantan Timur, Arih Franata Filifus Sembiring, mengatakan kemampuan intelijen tidak semata berkaitan dengan pengumpulan informasi. Menurut dia, cara berpikir analitis, kepekaan terhadap lingkungan, serta kemampuan mengenali indikasi perubahan situasi juga menjadi bagian penting yang dapat diterapkan ASN dalam menjalankan tugas.
Hal itu disampaikan Arih ketika membuka agenda pembekalan dan pelatihan di Swiss-Belhotel Samarinda.
“Intelijen bersumber dari bakat dan kemampuan alami manusia. Namun, dasar utamanya adalah bagaimana kita menanamkan kemampuan di dalam kemauan untuk terus belajar dan mengasah diri,” kata Arih di hadapan peserta.
Ia mengatakan akal dan kecerdasan menjadi fondasi dalam membangun kemampuan tersebut. Namun, kemampuan itu tetap perlu diasah melalui pembelajaran dan pengalaman di lapangan.
Arih meminta materi yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai. Pengetahuan yang diberikan, kata dia, perlu diterapkan dalam pekerjaan masing-masing, terutama ketika menghadapi dinamika sosial dan politik yang berkembang di masyarakat.
Pemahaman dasar mengenai intelijen dinilai dapat membantu aparatur mengenali gejala perubahan situasi lebih awal. Dengan begitu, pemerintah dapat menyiapkan langkah pencegahan sebelum suatu persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Menurut Arih, ASN juga perlu memiliki sensitivitas terhadap berbagai informasi dan peristiwa yang terjadi di lingkungannya. Kemampuan tersebut dibutuhkan untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini pemerintah daerah.
Ia mengatakan kemampuan membaca situasi bukan hanya diperlukan ketika muncul persoalan keamanan. Analisis terhadap dinamika sosial, politik maupun potensi konflik juga diperlukan untuk membantu pemerintah mengambil keputusan secara lebih terukur.
Melalui pembekalan tersebut, Kesbangpol Kaltim berharap aparatur mampu meningkatkan kemampuan analisis, mendeteksi potensi ancaman lebih awal serta menyusun langkah preventif guna menjaga stabilitas daerah.(afn)
- Penulis: admin
