Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Pria yang Tenggelam Saat Memancing di Sungai Kayan Ditemukan Meninggal

Pria yang Tenggelam Saat Memancing di Sungai Kayan Ditemukan Meninggal

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 573
  • print Cetak

TANJUNG SELOR — Seorang pria yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat memancing di perairan Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, ditemukan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama lebih dari dua hari.

Korban bernama Yosua Yulius, 40 tahun, ditemukan mengambang di Sungai Kayan di sekitar log pon penyeberangan Dermaga Lirung Butung, Desa Long Bia, Kecamatan Peso, pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 Wita.

Kepala Kepolisian Resor Kota Bulungan melalui Kasubsi PIDM Humas Aipda Hadi Purnomo membenarkan penemuan korban tersebut.

“Korban atas nama Yosua yang sebelumnya dilaporkan tenggelam telah ditemukan pada Kamis sekitar pukul 14.30 Wita dalam kondisi meninggal dunia,” kata Hadi.

Menurut dia, penemuan jasad korban bermula dari laporan warga Desa Long Bia yang melihat sesosok mayat mengambang di pinggir Sungai Kayan, tidak jauh dari lokasi penyeberangan log pon di kawasan Lirung Butung.

Seorang saksi bernama Roni, 39 tahun, mengatakan saat itu ia hendak menyeberangkan mobil menggunakan log pon dari Desa Long Bia. Ketika tiba di kawasan Lirung Butung, ia melihat sesuatu mencurigakan di tepi sungai.

Setelah didekati, ia menyadari bahwa benda tersebut adalah sesosok mayat yang mengambang di pinggir sungai. Roni kemudian berteriak meminta bantuan kepada warga dan tim pencari di sekitar lokasi.

Mendapat laporan tersebut, personel Kepolisian Sektor Long Peso bersama warga menuju lokasi dan melakukan evakuasi. Sekitar pukul 14.30 Wita, jenazah korban berhasil diangkat dari sungai.

Jenazah kemudian dibawa ke dermaga Long Bia menggunakan kantong jenazah. Setelah tiba di darat, korban dimandikan sebelum dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.

Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian yang sama seperti saat dilaporkan hilang, yakni baju berwarna hitam dan celana pendek.

Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian. Berdasarkan hasil koordinasi dengan keluarga, peristiwa tersebut diterima sebagai musibah.

Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan visum luar maupun autopsi terhadap jenazah serta tidak akan menuntut pihak mana pun terkait kejadian tersebut.

Dengan ditemukannya korban, proses pencarian yang dilakukan aparat kepolisian bersama warga dinyatakan selesai. Polisi mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika memancing atau melakukan kegiatan di perairan dengan arus yang kuat.(*/tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terhalang Regulasi Baru, DPRD Tetap Jalankan Pengawasan Penggunaan APBD

    Terhalang Regulasi Baru, DPRD Tetap Jalankan Pengawasan Penggunaan APBD

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb–  Meskipun terhalang adanya regulasi baru dalam hal keterbatasan kewenangan pengawasan, DPRD Berau tetap melakukan tugas dan kewajibannya, yakni mengawasi jalannya pelaksanaan penggunaan APBD. “DPRD memiliki tiga fungsi utama, salah satunya adalah fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan pelaksanaan anggaran daerah. Jadi pelaksanaan APBD tetap menjadi bagian dari pengawasan DPRD. Kita memiliki hak untuk […]

  • Thamrin Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dari Dapil Wisata Berau

    Thamrin Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dari Dapil Wisata Berau

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pasca dilantik sebagai anggota DPRD Berau periode 2024-2029 lalu, Thamrin yang politisi dari PKS ini menyebut jika dirinya telah mempersiapkan tim yang akan menampung semua aspirasi masyarakat, khususnya yang masuk dalam dapilnya yakni Biatan, Talisayan, Batu Putih, Biduk-biduk, Pulau Derawan dan Maratua. “Potensi di daerah itu sangat banyak dan masih bisa dimaksimalkan. […]

  • Dinilai Membebani, Iccang Dorong Komunikasi Intensif Antara Guru dan Wali Murid Soal Kurikulum Merdeka

    Dinilai Membebani, Iccang Dorong Komunikasi Intensif Antara Guru dan Wali Murid Soal Kurikulum Merdeka

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 720
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Kurikulum Merdeka yang diterapkan di sekolah-sekolah di Kabupaten Berau menuai kritik dari orangtua murid. Banyak orangtua merasa terbebani dengan jumlah tugas yang harus diselesaikan oleh anak-anak mereka, yang membuat mereka juga ikut sibuk dalam mendampingi proses belajar di rumah. Anggota DPRD Berau, Ichsan Rapi mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini. Menurutnya, meskipun kurikulum ini […]

  • Koperasi Berau Didorong Beradaptasi dengan Ekonomi Digital

    Koperasi Berau Didorong Beradaptasi dengan Ekonomi Digital

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten Berau memberikan penghargaan kepada sejumlah koperasi berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pembangunan ekonomi lokal. Penghargaan tersebut mencakup berbagai jenis koperasi, mulai dari koperasi konsumen, produsen, jasa, hingga koperasi pegawai negeri sipil. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menilai keberadaan koperasi masih relevan dan memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian […]

  • DPRD Apresiasi Disbudpar Benahi Destinasi: Transportasi & Layanan Wisata Jadi Investasi Besar Pariwisata Berau

    DPRD Apresiasi Disbudpar Benahi Destinasi: Transportasi & Layanan Wisata Jadi Investasi Besar Pariwisata Berau

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 363
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Berau memiliki laut sebening kaca, goresan pulau hijau di cakrawala, dan budaya yang hidup dalam cerita-cerita banua. Namun bagi Sujarwo Arif Widodo, Anggota Komisi II DPRD Berau, keindahan itu tak akan bermakna jika wisatawan sulit menjangkaunya karena biaya transportasi yang masih tinggi. Ia menilai persoalan akses, rute penerbangan, hingga tarif perjalanan menjadi […]

  • ‎Berau Segarkan Ekonomi Desa Lewat Regenerasi Kebun Kelapa

    ‎Berau Segarkan Ekonomi Desa Lewat Regenerasi Kebun Kelapa

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.949
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Berau kini tak hanya fokus pada jagung dan kakao. Komoditas kelapa juga mulai dilirik jadi andalan baru. Dinas Perkebunan (Disbun) terus mendorong pengembangannya, terutama untuk mengganti pohon kelapa tua yang sudah susah dipanen. ‎Kepala Disbun Berau, Lita Handini, bilang kalau sudah tiga tahun terakhir ini pihaknya rutin menyalurkan bibit kelapa ke petani […]

expand_less